Kabar Indonesia

Pengamat Politik Berharap Ma’ruf Amin Dapat Satukan Umat

ENERGIBANGSA.ID – Pengamat politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing berharap Ma’ruf Amin dapat berperan menyatukan umat di Indonesia dan menghindari perpecahan.

Pria kelahiran Sigala-gala, Aceh Tenggara ini menilai kerusuhan dan pertengkaran yang terjadi akibat pilpres 2019 kemarin harus segera disudahi dan kembali menjadi persatuan Indonesia. Ia menambahkan bahwa pluralisme di Indonesia harus tercipta dan digelorakan kembali.

“Beliau bisa menjembatani semua perbedaan sehingga politik identitas boleh ditiadakan karena sudah ada pancasila. Artinya tidak ada lagi eksklusifitas antara satu dengan yang lain,” ujarnya kepada Antaranews.

Selain itu, Emrus juga berharap agar Ma’ruf Amin dapat berperan dalam koordinasi kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Sosial dan Pendidikan yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat.

Emrus Sihombing, pengamat politik UPH (Foto: Garuda News)

Hal serupa juga turut diutarakan oleh Ignasius Jaques, Peneliti PolGov Research Centre Universitas Gadjah Mada. Ia berpendapat bahwa Ma’ruf Amin akan fokus pada kesejahteraan umat saat menjabat sebagai Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.

“Dapat kita lihat jejak politik Ma’ruf Amin sudah sangat berpengalaman. Mulai pengalamannya sebagai Ketua Nahdlatul Ulama (NU) tahun 1966-1970, Anggota Dewan pertimbangan Presiden tahun 2007-2014, dan terakhir menjadi Ketua Majelis Ulama (MUI) tahun 2015-2019,” kata Ignasius.

Melihat jejaknya itu, Ignasius yakin bahwa Ma’ruf Amin akan memainkan peran simpul yakni sebagai pemersatu berbagai kekuatan Islam. Sementara dari segi profesionalitas tampaknya Ma’ruf Amin akan banyak terjun di perbankan syariah.

Pengamat lain, Adi Prayitno juga ikut memberikan tanggapannya untuk sepak terjang politik Ma’ruf Amin. Adi berharap kiai yang selalu tampil khas dengan sarung itu dapat mendorong pengembangan ekonomi umat. Sesuai dengan latar belakangnya sebagai ulama, maka dapat dimulai dari lingkup pesantren.

“Ke depan, alumni pesantren, sekolah agama, dan sekolah Islam harus kompetitif di dunia kerja. Di satu sisi orientasi akhirat ada, saat bersamaan kebutuhan ekonomi juga harus terpenuhi,” jelas Adi.

Terakhir, Syamsuddin Haris dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) juga mengharapkan agar Ma’ruf Amin dapat menyebarluaskan Islam moderat. Seperti diketahui, paham radikalisme sedang marak terjadi di mana-mana, tak hanya di Timur Tengah tapi juga di Indonesia.

Sebagai konklusi diharapkan kerukunan dan ketenteraman antar umat beragama di Indonesia dapat selalu terjaga. Dengan selalu menebarkan energi dan semangat positif, mari kita raih kedamaian di Indonesia.

Related Articles

Back to top button