Pendidikan

Pengamat: Guru dan Kepala Sekolah Butuh Asesmen Nasional Guna Tingkatkan Kualitas Pendidikan

SEMARANG, energibangsa.id – Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia masih menjadi salah satu tugas pemerintah, terlebih oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Salah satu kebijakan baru yang berkaitan dengan pendidikan adalah dihapusnya Ujian Nasional (UN) yang secara resmi telah diganti dengan Asesmen Nasional (AN) yang mulai berlaku pada 2021.

Beberapa upaya lain juga dilakukan oleh Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan. Namun tentunya keberhasilan dari kebijakan yang diupayakan tak luput dari beberapa faktor agar tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah seorang pengamat pendidikan, Totok Amin yang berasal dari Universitas Paramadina mengungkapkan jika ada baiknya apabila guru dan juga kepala sekolah turut terlibat dalam Asesmen Nasional.

Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar rujukan kebijakan yang digunakan di pendidikan dapat dipetakan secara menyeluruh.

Melansir dari CNNIndonesia, Totok mengungkapkan jika guru juga diperlukan untuk terlibat dalam asesmen yang dilakukan secara nasional, dan telah disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu dan jenjang pendidikan. Jika memang dibutuhkan, ada baiknya juga kepala sekolah turut terlibat karena menurutnya, melihat dari hasil penelitian bahwa kepemimpinan juga memiliki pengaruh terhadap kualitas pendidikan.

Totok memiliki anggapan jika yang masih menjadi permasalahan dalam pendidikan di Indonesia masihlah berasal dari segi kualitas tenaga pengajar (guru) dan kepala sekolah yang dirasa belum mumpuni.

Karena itu, Totok mengungkapkan jika asesmen tidak dapat dilakukan hanya kepada murid sekolah, namun juga kepada guru dan kepala sekolah selaku tenaga pendidik yang juga bertanggung jawab terhadap kualitas pendidikan yang ada.

Melihat kebijakan yang dikeluarkan Nadiem mengenai Asesmen Nasional yang akan mulai berlaku pada 2021 mendatang membuat Totok melihat adanya potensi permasalahan. Jika menilik dari pernyataan yang diberikan oleh Nadiem, maka hasil dari Asesmen Nasional akan diberikan pada pihak sekolah dan dinas pendidikan agar dapat dievaluasi kekurangan dan kelebihan dari masing-masing siswa.

Asesmen Nasional sendiri nantinya akan dikelompokkan menjadi tiga bagian. Dari Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

Dari Asesmen Kompetensi Minimum akan dilakukan pengujian pencapaian belajar kognitif dari siswa yang dilihat dari aspek literasi dan numerasi. Survei Karakter mengukur capaian belajar sosial dan emosional siswa. Survei Lingkungan Belajar dilakukan untuk mengevaluasi pendukung pembelajaran di lingkungan sekolah.

[Tata/EB].

Related Articles

Back to top button