Essai

Pengalamanku Menjadi Kuyang, Hantu Kesayangan Kalimantan

Oleh: Siti Nurhayati

Perkenalkan, namaku Kuyang. Aku adalah hantu asli pribumi. Namaku mulai ramai diperbincangkan seiring adanya pemindahan ibu kota di daerah asalku.

Adanya pemindahan ibu kota ke Kalimantan membuat eksistensiku dalam dunia perhantuan naik daun. Semua orang berbondong-bondong membicarakan Kalimantan, termasuk aku, salah satu yang tak luput dari sorotan media. Khususnya media sosial Twitter.

Warga Twitter yang terkenal paling cerdas, paling lucu, dan paling prioritas banyak jadiin aku bahan konten twitnya. Ada yang bener sih, tapi ada juga yang membuatku mengernyitkan dahi dan berkata, “Ih, apaan sih sotoy bat lu di akun askmenfess!”

Makanya biar kalian kenal dan tahu siapa aku yang sebenarnya, sini aku ceritain pengalamanku selama jadi kuyang kasih sayang.

Banyak yang bilang wujudku mirip dengan salah satu hantu lokal tetangga sebelah si Leak Bali. Berani-beraninya mereka menyama-nyamakanku dengan Leak. Ingat ya aku tidak suka disama-samakan.

Parasku ayu, dengan tubuh yang transparan tanpa tulang dan kulit sehingga organ dalamku terekspos. Entah apa yang terjadi padaku di masa lampau sehingga aku tidak kebagian tulang dan kulit. Tapi tak apa, itu berarti aku bisa irit dengan tidak perlu membeli pakaian ganti layaknya si kunti.

Aku aktif bekerja di malam hari. Tuntutan bahan makanan pokok memaksaku dengan predikat si hantu yang paling ditakuti di Kalimantan, kerja keras banting tulang. Uppsss, aku lupa aku tak punya tulang.

Aku berkelana di malam hari mencari es teh segar yang berwujud darah persalinan atau darah bayi. Dengan asupan es teh yang cukup, hal ini sangat baik untuk kelagsungan hidupku. Ingat ya aku masih hidup. Hanya dunia dan keyakinan kita berbeda sehingga menyebabkan terganjalnya restu orang tua.

#NowPlaying Marcell – Peri Cintaku

Semasa hidup di dunia aku gemar belajar ilmu hitam. Seperti yang kalian ketahui, mempelajari ilmu aritmatika adalah hal yang rumit. Aku tekun belajar ilmu hitam sampai aku berhasil menguasainya.

Namun nahas, ketika aku sedang memperdalam ilmu hitamku ke negeri sebrang, aku mati sia-sia seorang diri. Namun aku masih mempunyai layanan VIP dari ilmu hitam yang kupelajari semasa hidup di dunia. Layanan ekslusif yang aku terima berupa identitas baru sebagai Kuyang ini.

Dengan identitas baruku, aku mampu melakukan apapun untuk menakuti para manusia. Dengan begitu aku bertahta sebagai hantu paling ditakuti di Pulau Borneo.

Aku bisa menjelma sebagai seorang wanita biasa disiang hari. Dengan begitu, aku bisa mengawasi target ku yang berupa ibu hamil agar tidak ditikung oleh mbak-mbak kunti. Banyak yang tidak mengenaliku berkat kecerdikanku ini.

Namun ada beberapa manusia yang tak kalah cerdik dariku yang mengganggu pengintaianku ini. Mereka dapat mengenaliku sebagai kuyang karna mereka tahu aku tak memiliki garis pada bibir atas.

Saat berkeliaran pada siang hari aku biasa mengenakan gaun berwarna hitam supaya ga kalah saing sama sama kunti. Aturan dari bos besar memaksaku harus mengenakan gaun hitam yang super panas ini ditambah lagi dengan Kalimantan yang suhunya bak gurun sahara. Padahal ingin sekali aku memakai gaun berwarna pink.

Setalah aku mengintai ibu hamil, aku akan melancarkan aksi di malam hari ketika si ibu tertidur pulas. Saat itu adalah saat yang pas untuk beraksi.

Jiwa ibu hamil tersebut akan kuserap dan aku akan memakan janin yang dikandungnya dengan bersih dan tuntas. Dengan begitu si ibu akan menyadari bahwa ia mengalami kekeguran, tanpa tau ulahku yang sebenarnya. Begitulah diriku, semoga kalian dapat memahamiku dengan baik.

  • Siti Nurhayati, Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang menggemari Fiersa Besari dan maksi di Mekdi.

Related Articles

Back to top button