Kisah Misteri

Pengalamanku Menjadi Agen Properti

ENERGIBANGSA.ID –Cerita kali ini merupakan kisah nyata dari teman saya, Krisna (nama samaran).

Krisna saat ini sedang bekerja sebagai agen properti, ia memiliki rekan kerja sesama properti bernama Viko.

Viko meminta tolong Krisna untuk melanjutkan tiga projeknya yang hampir selesai, hanya tinggal menunggu transfer DP saja dari kliennya.

Kejadian cukup aneh mulai muncul satu persatu. Dimulai dengan ketiga kliennya yang membatalkan pembelian rumah dalam selisih waktu tidak terlalu lama.

Alasan mereka pun bermacam-macam, mulai dari butuh uang dadakan, sudah menemukan rumah yang lebih baik, hingga pasangan yang kurang tertarik.

Krisna merasa sangat kecewa, ia terus berpikir bagaimana bisa dalam selisih waktu yang tidak lama ketiganya begitu saja membatalkan.

*waktu terus berjalan*

Akibat rasa penasaran tinggi, Krisna memberanikan diri mengulik alasan sebenarnya dari pada kliennya.

Akhirnya, Krisna mendapatkan jawaban atas alasan pembatalan massal tersebut.

Lebih terkejutnya, ketiga klien tersebut menjawab dengan jawaban yang sama.

Mereka mengaku bermimpi memasuki rumah baru. Di rumah baru tersebut ada perempuan yang suka merangkak di langit-langit rumah.

Dengan rambut panjang menjuntai ke bawah, sosok perempuan itu terlihat menangis.

Takut dengan mimpi tersebut, salah satu klien bahkan mendatangi orang pintar untuk menanyakan apakah lebih baik tetap membelinya atau tidak.

Jawaban orang pintar tersebut mengatakan, “Tidak, apabila diteruskan bisa mengancam nyawa si pemilik rumah”.

Itulah sebab ketiga klien memutuskan untuk tidak melanjutkan pembelian.

Krisna tak habis pikir dengan pernyataan kliennya tersebut. Ia lantas mengatakan sejujurnya pada Viko tentang apa yang terjadi.

Viko hanya tersenyum dan tidak berkomentar apapun.

* Viko*

Berbicara soal Viko, sebenarnya Krisna juga merasakan hal aneh beberapa minggu ini pada rekan kerjanya itu.

Dipandangan Krisna, Viko merupakan rekan kerja yang percaya diri, berpenampilan menarik dan mudah akrab dengan orang lain.

Akantetapi, saat ini Viko terlhat lebih banyak diam dan muram. Ia hanya berbicara untuk urusan penting saja.

Anehnya lagi, bila teman perempuan Viko menelpon, ia tak langsung menjawab justru diberikan kepada Krisna atau rekan lain.

Semangat kerjanya pun terlihat sangat menurun, hal ini membuat atasan kami cukup kesal.

 “Kalau memang sudah tidak ingin kerja, berhenti aja!” ucap atasan kami.

Rekan-rekan kami satu tim sudah lama mengenal Viko, sehingga kejadian ini membuat tanda tanya besar dan kami mencoba mencari tahu apa penyebabnya.

Kami mengajak Viko makan-makan satu hari, setelah dibujuk cukup lama, akhirnya ia mau.

Kami memesan beberapa bir (legal), mungkin efek beberapa gelas bir, tangisan Viko pun pecah.

Dia pun mengaku kalau istrinya belum lama ini meninggal. Kami akhirnya mengerti.

Mereka mencoba menghiburnya, tetapi tangisannya semakin menjadi-jadi.

Acara makan-makan selesai, mereka pun pulang. Melihat emosi Viko yang tidak stabil dan juga sedang setengah sadar, Krisna berinisiatif mengantar pulang.

Di dalam mobil, Viko merintih kesakitan memegang bahunya. Krisna mencoba membantu melihat dari balik baju dan sangat terkejut dengan apa yang ditemukannya.

Meski di dalam mobil kondisi gelap, tetapi Krisna bisa melihat luka segar di bahu Viko.

Lukanya cukup dalam sehingga dagingnya pun kelihatan. Bahkan ada darah yang masih basah di situ. Lukanya penuh di seluruh bahu, seperti baru saja disiksa.

“Apa yang terjadi pada bahumu?” tanyaku.

Viko dengan cepat menepis tangan Krisna, “Gak usah peduli!”

Krisna semakin merasa aneh.

Tidak lama kemudian mereka pun sampai di depan rumah Viko. Krisna membantu Viko masuk ke rumahnya.

Kondisi rumahnya sangat sepi, hanya ada dia seorang saja.

Krisna langsung meletakkan rekannya ke sofa di ruang tamu.

Pada saat meletakkan rekannya, dia merasa melihat ada sesuatu yang bergerak pada sudut matanya.

Dia langsung menoleh! Dan alangkah terkejutnya!

Ada sosok perempuan yang bergantung di langit-langit!

Panik, Krisna langsung berlari ke luar rumah menuju mobil.  Namun, dengan segenap keberanian ia memutuskan kembali lagi untuk menyelamatkan Viko.

Tadinya dia berpikir perempuan itu mungkin sudah hilang, tapi dia salah besar.

Sosok wanita itu sekarang sudah berada di sofa. Di atas Krisna yang sedang tidak sadarkan diri karena pengaruh bir.

Wanita itu terlihat menggigit bahu Viko.

“Pergi!” teriak Krisna panik bercampur marah. Wanita itupun langsung menghilang.

Setelah memastikan makhluk misterius itu tidak ada di dalam ruangan, dia buru-buru merangkul Krisna dan berlari keluar rumah.

Akhirnya mereka berdua masuk mobil dan Krisna  membawanya pulang ke rumahnya.

Keesokan harinya setelah Viko bangun, Krisna langsung bertanya, “Kamu tahu apa yang terjadi semalam?”

Viko mengaku dia tidak ingat, tapi dia merasa tahu apa yang terjadi. Viko pun bercerita.

Luka bahunya ini disebabkan oleh istrinya. Krisna bertambah bingung. Ya, perempuan misterius di rumah semalam itu adalah istrinya.

“Istrimu bukankah… sudah…” tanya Krisna bingung.

Dulu, Viko sering menjalin hubungan gelap dengan beberapa wanita. Istrinya menyadari.

Terjadi cekcok lumayan panjang gara-gara itu. Istrinya yang tidak tahan akhirnya bunuh diri.

Sebelum bunuh diri, dia bersumpah, dia tidak akan melepaskan semua perempuan-perempuan yang pernah berhubungan dengan Viko.

Sang istri bersumpah akan memakan daging Viko dan menghisap darah suaminya itu diam-diam.

Bisa dikatakan sang istri meninggal dengan masih menyimpan dendam.

Semenjak kepergian istrinya, Viko merasa selalu diawasi. Saat dia bekerja, saat dia telepon, saat dia menggunakan handphone.

Dia selalu merasakan keberadaan seseorang. Setiap saat dia mencoba menjalin hubungan dengan klien, selalu berakhir dengan petaka.

Krisna mendengar cerita itu, akhirnya mengajak Viko berkonsultasi dengan kenalan yang dia anggap paham hal-hal supranatural.

Sang orang pintar mencoba berkomunikasi dengan mendiang istrinya, sang orang pintar pun tidak sanggup mengusir.

“Dia terlalu kuat. Saya tidak mampu membujuknya untuk dia pergi dari mu,” ucap sang orang pintar.

Viko kemudian mengajukan, bagaimana kalau pintu jodohnya ditutup saja.

Agar dia tidak akan menemui jodoh lagi seumur hidup.

Dengan tawaran dari Viko itu, barulah istrinya bersedia untuk pergi.

Dan semenjak saat itu, teman saya Krisna mengaku, Viko memang tidak pernah didekati satu perempuanpun.

Betul-betul berubah total dari dulunya orang yang paling mudah mendekati perempuan.

Selain itu, bahu Viko juga tidak pernah betul-betul pulih total.

Viko mengaku terkadang-kadang dia masih bisa merasakan nyeri di bahunya itu.

Dari cerita ini kita belajar bahwa sakit hati manusia bisa membekas, bahkan bisa hingga kematiannya usai.

Setialah pada pasangan sebelum menyesal di kemudian hari.

Saya tidak memaksa kamu untuk percaya, tetapi kita ambil sisi pembelajaran dari kisah ini.

Related Articles

Back to top button