fbpx
Kabar Daerah

Penelusuran Literasi Penelitian Otoritas Sumber Keagamaan di Era Disrupsi

SEMARANG, energibangsa.id—Balai Litbang Agama (BLA) Semarang baru-baru ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk ‘Penelusuran Literasi Penelitian Otoritas Sumber Keagamaan di Era Disrupsi’.

Acara yang dihadiri oleh tim sekretariat bidang Bimas, perwakilan media massa serta Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kecamatan Semarang Barat itu berlangsung di Hotel Azana Semarang, Selasa (19/1/2021).

Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Dr. Samidi dalam sambutannya berharap penelusuran literatur bisa menambah data dan teori penelitian.

Ia menegaskan, penelusuran literatur nantinya menemukan lokasi penelitian yang benar-benar ada sumber otoritas keagamaan.

“Pemilihan lokasi penelitian harus ada listening yang jelas tentang pemilihan lokasi. Bagaimana sejarahnya, otoritas keagamaannya dan lain sebagainya”, tegasnya.

Penelusuran Literasi Penelitian Otoritas Sumber Keagamaan di Era Disrupsi
Kegiatan penelusuran literasi penelitian otoritas sumber keagamaan di era disrupsi Balai Litbang Agama (BLA) Semarang di Hotel Azana Semarang, Selasa (19/1/2021)

Samidi juga berharap lokasi penelitian otoritas keagamaan ini bisa dibagi menurut kriteria kebudayaan Jawa, yaitu Negari Gung, Manca Negari, dan Pesisiran.

Identifikasi sumber otoritas keagamaan

Kegiatan penelusuran literasi penelitian menghadirkan Mishbah Khoirudin, M.A dari Digital Humanities Center. Dalam materinya, Mishbah menegaskan pentingnya melakukan identifikasi sumber-sumber keagamaan.

Ia memberikan opsi dilakukan pemilahan para da’i, kyai atau ulama dalam menyebarkan konten-kontennya. Mishbah menawarkan strategi pemilahan konten dari cara sederhana, dengan menuliskan di kertas.

Di samping itu, ia menegaskan pentingnya pelacakan konten pada media serta ruang-ruang digital. Hal itu layak dilakukan untuk membangun otoritas keagamaan secara moderat. (dd/EB)

Related Articles

Back to top button