fbpx
Religius

Begini Isi Kabah yang Jadi Kiblat Umat Islam se-Dunia!

ENERGIBANGSA.ID ̶ Mengunjungi Tanah Suci tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW di Mekkah untuk menunaikan ibadah adalah impian setiap umat Muslim di dunia.

Di Mekkah, kita akan berkesempatan untuk melihat secara langsung Kabah. Kabah adalah kiblat sholat bagi umat Islam yang terletak di Masjidil Haram, Mekkah. Kabah wajib dikunjungi para peziarah ketika berada di Mekkah.

Tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam Kabah di Masjidil Haram. Makanya banyak jamaah umroh dan haji yang penasaran isi Kabah seperti apa.

Selama ini, banyak yang mengira bahwa di dalam Kabah terdapat minyak dan emas. Padahal rumor tersebut tidak benar sama sekali.

Tempat Sholat Nabi Muhammad SAW

Di dalam Kabah terdapat kotak putih sebagai tempat menyimpan berbagai macam parfum yang nantinya akan dicampur dengan air zam-zam untuk mencuci atau membersihkan bagian dalam Kabah.

Kemudian ada lantai berwarna putih yang panjang dan ukurannya berbeda dari yang lainnya. Inilah tempat di mana Rasulullah sholat ketika pertama kali masuk ke dalam Kabah.

Sekarang lantai berwarna putih ini menjadi tempat Raja Arab Saudi atau pemimpin negara-negara Islam menjalankan sholat setiap kali masuk ke dalam Kabah.

Kemudian ada tulisan yang dipahat di bagian dalam dinding Kabah yang terletak tepat di depan tempat Rasulullah sholat tadi.

Pahatan ini merupakan inti dari keyakinan umat Islam yang berbunyi ‘Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rasulullah’. Artinya ‘Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah’.

3 Tiang Kayu Penyangga Kabah

Langit-langit dari Kabah sebagian besar terbuat dari kayu terbaik yang dilapisi dengan perak. Di sini kita bisa melihat bagian bawah kain kiswah (selimut Kabah) yang berwarna hijau.

Kita juga bisa melihat banyak sekali hiasan berisi parfum yang tergantung di dalam Kabah. Semua itu adalah hadiah dari para kalifah dan raja-raja Islam sepanjang sejarah.

Pintu di bagian dalam ini bukan akses utama untuk masuk ke dalam Kabah. Di balik pintu ini ada tangga menuju langit-langit Kabah.

Terakhir akan terlihat tiga tiang kayu utama yang menjadi penyangga Kabah. Tiang ini terbuat dari kayu pilihan dan dilapisi oleh emas.

Museum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Tidak perlu menjadi orang super penting supaya bisa diundang masuk ke dalam Kabah. Jamaah yang penasaran bisa datang ke museum Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Nama resmi museumnya yaitu Exhibition of The Two Holy Mosques Architecture yang beralamat di Old Makkah Jeddah Road di luar Kota Makkah.

Rupanya ini adalah salah satu tempat favorit jamaah Indonesia di sela kegiatan umroh dan haji. Untuk berkunjung ke sini tidak bisa sendirian, melainkan dalam grup yang sudah diatur oleh travel umroh dan haji karena memerlukan semacam surat khusus.

Dari nama museumnya, kita tahu bahwa isinya benda bersejarah terkait dua masjid suci umat Islam. Ada banyak galeri foto, dan benda-benda bersejarah.

Misalnya saja tangga kayu tua untuk naik ke pintu Kabah yang memang lebih tinggi dari lantai.

Miniatur Masjidil Haram juga cukup menarik karena sangat detil dan kita bisa tahu bagaimana wujud Masjidil Haram di masa depan.

Di sana juga dipajang sangkar kaca Maqam Ibrahim yang lama sebelum diganti oleh Raja Fahd Bin Abdul Aziz. Ada juga bekas hiasan atap menara Masjidil Haram berbentuk bulan sabit.

Nah, artefak terkait Kabah dan isi Kabah tentu paling bikin penasaran. Di sini diungkapkan, isi Kabah itu apa sih? Ternyata isi dalam Kabah adalah sebuah ruangan dengan tiga tiang dan kuda-kuda atap.

Kayu tiang Kabah yang lama dipajang di museum ini. Ternyata, isi dalam Kabah ditaruh peti kayu.

Ada peti kayu yang dibuat atas perintah Raja Arab Saudi tahun 1404 H (1983 M) untuk diletakan di dalam Kabah. Terjawablah pertanyaan kita, ada apa isi Kabah.

Kemudian ada pintu Kabah yang lama yang terbuat dari tembaga dari konstruksi pertama pemerintah Saudi.

Yang lebih kuno ada gembok dan kunci Kabah dari tahun 1309 H (1891 M) pada masa Sultan Abdul Hamid II dari Kesultanan Usmaniyah.

Bingkai Hajar Asward

Yang menarik juga ada bingkai Hajar Aswad dari zaman Sultan Murad Khan dari Usmaniyah, dan bingkai Hajar Aswad dari era Saudi.

Bingkai logam ini untuk membungkus batu surga Hajar Aswad yang dipasang di sudut Kabah.

Jutaan umat Islam saat Thawaf berusaha meraihnya. Itu sebabnya foto-foto Hajar Aswad di museum ini tampak rusak karena sering disentuh pengunjung.

Sayang betul. Jamaah yang sangat ingin menyentuh Hajar Aswad yang asli, sepertinya melampiaskannya di museum ini.

Isi Kiswah

Bicara Kabah tentu tidak lepas dari Kiswah, kain hitam bersulam emas bertulisan kaligrafi. Bisa dibilang ini adalah ciri khas Kabah. Kita juga bisa melihat alat tenun untuk membuat Kiswah.

Salah satu koleksi unik lainnya adalah Sumur Zamzam yang bersejarah. Dulu bentuknya benar-benar sumur dengan timba lho

Supaya lebih jelas, pengunjung bisa melihat foto tua dan langka tentang Kabah, Maqam Ibrahim dan Sumur Zamzam, koleksi dari Pangeran Sultan Bin Abdul Aziz tahun 1297-1298 H (1879-1880 M) hasil jepretan fotografer Sadiq Bik.

Masih ada koleksi lainnya seperti 6 ubin marmer dengan tulisan Allah, Nabi Muhammad SAW dan 4 khalifah dari tahun 1299 H (1881). Kemudian ada juga salinan mushaf Al Quran Utsmani dari zaman kalifah Utsman Bin Affan.

Nah, terus terang, artefak Masjidil Haram lebih bikin penasaran dari pada Masjid Nabawi.

Barang koleksi dari Masjid Nabawi juga foto-foto tua, pintu yang lama dan maket Masjid Nabawi. Namun memang, benda-benda dari Masjidil Haram lebih ikonik dan fenomenal.

Kalau berencana untuk pergi umroh, kamu bisa menyempatkan waktu untuk mengunjungi museum dua masjid suci ini. Dijamin nggak akan rugi! (*)

Related Articles

Back to top button