fbpx
Nasional

Pemkot Surabaya Larang Pasien Covid Sewa Hotel untuk Isolasi Mandiri

SURABAYA, energibangsa.id—Melansir JPNN, Senin (15/2/2021), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerbitkan Surat Edaran terkait kewajiban bagi pengelola hotel atau apartemen melaporkan pengunjung atau tamu yang menginap tiga hari atau lebih.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tak ada pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di hotel atau penginapan.

Keluarkan Surat Edaran

Surat Edaran (SE) bernomor 433.2/1308/436.8.4/2021 tersebut, ditandatangani langsung oleh Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana.

“Dalam rangka upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Kota Surabaya, bersama ini disampaikan kepada saudara apabila terdapat tamu/pengunjung yang tinggal 3 hari atau lebih di tempat/usaha yang saudara kelola untuk segera melaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya,” isi dalam surat edaran tersebut.

Pengelola penginapan juga mengharuskan melapor kepada Posko Satgas Penanganan Covid-19 Kota Surabaya atau Kantor Badan Penanggulangan Bencana dan Linmas Surabaya.

Surat edaran ini  ditujukan kepada beberapa pihak. Antara lain, Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur.

Surat juga dilayangkan kepada Ketua Assosiasi Building Manager Jawa Timur, juga kepada pengelola hotel, apartemen, guest house, dan homestay di Kota Pahlawan.

Kecolongan

Bersamaan dengan surat edaran tersebut, pemkot juga meminta Satgas Covid-19 di 31 kecamatan agar melakukan pengawasan hotel atau penginapan.

Pemkot ingin memastikan kesehatan para pengunjung yang menginap lebih dari tiga hari.

Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menyebut, aturan keluar lantaran pihaknya sempat kecolongan.

Ada sejumlah tamu hotel yang positif Covid-19 dan sengaja menginap di hotel sebagai tempat isolasi mandiri.

“Waktu itu, teman-teman Polrestabes menemukan di salah satu hotel. Dia ini ternyata menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19”, kata Whisnu.

“Ini kan bahaya untuk orang lain kalau dia nggak jujur mengumumkan kalau positif Covid-19,” imbuhnya.

Menurutnya, orang-orang yang tak jujur itu bisa berisiko menularkan virus kepada orang lain, seperto pegawai hotel dan pengunjung lain. (*)

Related Articles

Back to top button