fbpx
Kabar Daerah

Pemkot Semarang Kuatkan Mental ASN Demi Komitmen Cegah Pungli, Sepakat Lur?

SEMARANG, energibangsa.id—Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggandeng kepolisian, kejaksaan, hingga KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk membina jajaran ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkup kerjanya.

Dilansir dari Radar Semarang, hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah tindakan korupsi seperti (pungutan liar/ pungli) yang acapkali marak terjadi di tataran birokrasi.

“Semua yang punya potensi melakukan tindakan pungli harus sering diingatkan, “ pintanya, di sela memimpin Rakor Analisa dan Evaluasi (AneV) Kinerja Tim Satgas Sapu Bersih Pungli Kota Semarang, di Gedung Lokakrida, kompleks balai kota Kamis (25/3/2021) pekan lalu.

Lakukan pembinaan mental

“Maka kami sering mengadakan pembinaan mental, dari kejaksaan memberikan, kepolisian, KPK supaya kemudian kawan-kawan di jajaran pemkot tidak melakukan hal-hal di luar aturan,” tegasnya.

Untuk mencegah terjadinya pungli, Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, menginginkan adanya kontrol ketat dari atasan dan sistem pengawasan yang dapat memperkecil celah pungli.

”Kalau kontrolnya tidak ketat dari pimpinan, wataknya mendukung maka terjadilah yang namanya pungli atau korupsi, “jelasnya.

“Kami kemudian bersepakat hal demikian harus di-clear-kan dengan sebuah sistem yang ter-manage dengan baik,” ujarnya.

Pelaporan masyarakat

Sistem yang dimaksud yaitu sistem pelaporan oleh masyarakat.

Dengan membuka kanal-kanal komunikasi, sehingga masyarakat tidak ragu lagi melaporkan kegiatan yang tidak sesuai aturan atau harapannya.

”Jalan rusak, kontraktor tidak sesuai spesifikasi boleh dilaporkan. Kemudian akan kita saring,” imbuh Hendi.

Di sisi lain, Hendi juga meminta jajarannya untuk terus melakukan sosialisasi aturan yang berlaku kepada masyarakat.

Pasalnya, dia mendapati adanya laporan yang masuk sebenarnya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Namun karena ketidak-tahuan informasi sehingga masyarakat menganggap hal tersebut melanggar aturan.

Ajak lebih bijak membaca laporan

“Laporan terjadi kadang-kadang belum tentu benar karena ketidak tahuan si pelapor. Kurangnya informasi. Hal-hal yang sudah sesuai dengan ketentuan tetap dilaporkan, “jelasnya.

“Maka kita harus lebih bijak lagi dalam membaca laporan-laporan yang ada. Tapi itu adalah sebuah pintu untuk sistemnya kita perbaiki,” tandasnya.

Atas upaya-upaya pencegahan pungli tersebut, Kota Semarang ditunjuk oleh UPP (Unit Pemberantas Pungli) mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Lomba Kota Bebas Pungli, bersama dengan Kabupaten Boyolali. (*)

Related Articles

Back to top button