Kabar IndonesiaNasional

Pemerintah Anggarkan Rp 10 Triliun Untuk Kartu Pra Kerja

ENERGIBANGSA.ID — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan pemerintah akan menganggarkan lebih dari Rp 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja.

Anggaran tersebut sudah masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Negara (APBN) 2020.

Dalam anggaran itu, sekitar satu juta akan mendapatkan pelatihan digital dan satu juta lagi mendapat pelatihan reguler.

“Kami juga akan mendesain Rp 10 triliun untuk Kartu Pra Kerja. Yaitu 1 juta (warga) melalui pelatihan digital dan 1 juta (warga diberikan) pelatihan reguler, ” terang Sri.

Soal teknis rinci mengenai pelaksanaan program pelatihannya, ia mengatakan masih dibahas antarmenteri terkait di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pendapat saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2019).  (Dok Suara.com)

Meski sudah menganggarkan, belum ada kejelasan anggaran tersebut akan dimasukkan ke Kementerian Ketenagakerjaan atau terbagi ke kementerian lain.

Hanif, Menteri Ketenagakerjaan menerangkan hal tersebut belum benar-benar diputuskan lantaran konsep kartu tersebut masih difinalisasi lintas kementerian.

“Kami hanya tinggal selesaikan desain yang tengah dibicarakan di bawah Pak Menko Perekonomian (Darmin Nasution),” jelasnya, sebagaimana dikutip tim energibangsa.id dari cnnindonesia.com.

Sementara itu Sri menyebutkan, seluruh rancangan yang dibahas hari ini memang belum final. Seluruh kementerian terkait diminta melakukan pembahasan rinci hingga 10 hari ke depan.

Kemudian, Presiden akan menggelar kembali rapat terakhir sebelum dituangkan dalam nota keuangan yang dibacakan Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2019 di parlemen.

Kartu Pra Kerja merupakan salah satu ‘program jualan’ Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Melalui kartu tersebut, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), maupun perguruan tinggi yang belum bekerja atau terkena PHK akan mendapat pelatihan.

Harapannya, calon pekerja maupun para pengangguran akan memiliki kemampuan yang lebih dan memiliki daya saing yang lebih di pasar tenaga kerja Tanah Air.

Related Articles

Back to top button