Bioskop di buka
Ilustrasi Gedung Bioskop yang saat ini masih tutup sementara. (sumber: tempo.co)
Speak Up

Bioskop Dibuka Kembali: Baik atau Buruk?

0

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Hingga saat ini rencana pembukaan kembali bioskop di seluruh Indonesia ditengah kondisi pandemi seperti saat ini masih menjadi bola panas dan perdebatan di masyarakat.

Apalagi Juru Bicara (Jubir) Satuan tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito beberapa saat yang lalu sempat berkata menonton bioskop dapat meningkatkan imunitas tubuh sebab para penonton menjadi bahagia dan terhibur.

Oleh karena itu menurutnya kebijakan membuka kembali bioskop dapat berkontribusi untuk melawan pandemi.

Pernyataan itu dia sampaikan ketika mengizinkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali bioskop di ibu kota.

Betapa tidak, keputusan ini dianggap tidak relevan dengan situasi yang sedang dihadapi saat ini hingga menimbulkan pro dan kontra didalamnya.

Sebagian menganggap pembukaan kembali bioskop adalah sesuatu langkah yang baik dan menyetujuinya.

Namun tidak sedikit yang menolak akan langkah tersebut. Menurut mereka yang menolak ini adalah langkah yang salah mengingat masih ada peningkatan kasus yang terkadang signifikan.

Memang hal ini menjadi sebuah dilemma  tersendiri, semenjak 6 bulan pandemic melanda Indonesia, seluruh bioskop di Indonesia harus berbesar hati untuk tutup sementara demi menyenggah penularan virus corona.

Lantas hal tersebut tentu membuat perputaran ekonomi industry bioskop menjadi tersendat. Banyak karyawan yang dirumahkan atau di PHK sepihak demi menutupi keuangan perusahaan.

Nah Tim energibangsa.id pun beberapa hari ini mencoba melakukan penelusuran di masyarakat untuk mengetahui pendapat mereka terkait rencana pembukaan kembali bioskop diseluruh Indonesia.

Mulai dari anak muda atau kaum milenial, penikmat film, tenagas medis, hingga pengelola bioskop.

Meski begitu ada sedikit yang disayangkan, saat tim energibangsa.id melakukan liputan kepada salah satu pihak pengelola bioskop yang ada di Semarang, mereka enggan memberikan jawaban dan seakan-akan melemparkan tanggungan antara atasan dan bawahan.

Hingga berita ini ditulis pun, tim energibangsa.id belum juga mendapat jawaban dari pihak pengelola bioskop di Semarang.

Tim hanya berkesempatan sedikit merekam jawaban dari salah satu pegawai bioskop di kota semarang yang namanya tidak mau disebutkan sebelum akhirnya ia menolak melanjutkan jawaban dengan alasan harus ada ijin manajemen bioskop pusat.

Dan berikut adalah hasil penelusuran tim energibangsa.id di masyarakat terkait rencana pembukaan kembali bioskop di Indonesia:

Atikah Fauziyah, Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Stikubank Semarang, Penikmat Bioskop.

Kangen sih… Kangen banget malah. Soalnya terakhir nonton itu januari setelah itu udh gapernah nonton. Eh, malah tutup gara” korona.

Kalau menurut aku sendiri dibukanya bioskop saat ini merupakan keputusan yang kurang tepat. Karena angka penderita korona semakin meningkat belum menunjukkan penurunan. Tapi, kalau alesan ekonomi ya mungkin udh waktunya mereka buka…

Dilihat dari beberapa aspek kalau aku sendiri lebih memilih bioskop daripada tempat wisata. Karena bioskop itu ruangan tertutup dan sirkulasi udara juga kurang.

Itulah yang menyebabkan bioskop lebih berbahaya. Kalau tempat wisata dilihat dulu. Kalau wisata alam dan terbuka resikonya lebih kecil. Sirkulasi udara jg bagus. Tapi kalau tdk memperhatikan protokol kesehatan sama saja

Yang ditakutkan ketika bioskop benar dibuka, masyarakat tetap berkerumun, tidak jagak jarak, pada saat nonton lupa makai masker, dan tdk cuci tangan atau memakai handsanitizer setelah memegang sesuatu lalu makan dan minum

Saya tidak yakin dengan itu semua (Pelaksanaan protokol kesehatan dibioskop). Karena kebiasaan masyarakat kita yang santuy kadang lupa kalau kita masih ada wabah.  Dijalan saya aja masih sering menemukan beberapa orang pake masker ketika berkendara. Padahal itu hal sepele.

Kayak Kasus di tentrem bener – bener adalah hal yang sangat fatal dan kita kecolongan. Menurut saya itu adalah hal yang sangat disayangkan.

Seharusnya pengelola memperketat pengawasan aktivitas yang ada di tentrem mall dan tidak membuat suatu hal yang memancing kepadatan masyarakat.

Jujur aja, aku gak percaya dengan pernyataan bioskop dapat meningkatkan imun tubuh. Karena menurutku pernyataan itu terlalu mengada ngada. Justru ditakutkan semakin menyebar karena bioskop sendiri merupakan ruangan tertutup.

Yang diharapkan semoga dengan pembukaan ini mampu mengembalikan kembali perputaran ekonomi usaha bioskop sendiri dan jangan lupa masyarakat tetap patuh protokol kesehatan.

Atikah Fauziyah, Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Stikubank Semarang, Penikmat Bioskop.
Atikah Fauziyah, Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Stikubank Semarang, Penikmat Bioskop.

Novan Dwi Cahyadi, Karyawan Swasta di Jakarta

Kayaknya memang sudah perlu dibuka deh bioskop tu, soalnya uda pada bosen dan bingung. Cari tempat wisata juga tetap numpuk orang. Malah yang perlu diperhatiin bioskopnya siap gak, kalo-kalo malah membludak?.

Secara umum sih kalo dilihat untuk displin kesehatan kurang,  masyarakat kita tuh emang perlu ketegasan dalam segala hal haha gak cuma protokol kesehatan aja.

Ya yang paling penting kalo mulai dibuka ya protokol kesehatan tetap di terapkan mungkin jadwal antar filmnya gak terlalu dekat dan mungkin setiap film selesai di semprot disinfektan.

Selain itu untuk pemesanan tiketnya bisa online aja, masuk gedung bioskop pun hanya orang yang sudah punya tiket yang boleh masuk dan hanyab untuk film yang akan tayang aha, cek suhu tubuh dan wajib pake masker.

Untuk tempat duduk diberi jarak ya, penonton juga dihimbau pake baju lengan panjang.. jarak antar film juga jangan terlalu dekat, dan setelah film selesai harus disemprot.

Di dalam bioskop biasanya ada cctv kan mungkin bisa di liat siapa yang gak pake masker nanti ada petugas yang menegur.

Novan Dwi Cahyadi, Karyawan Swasta di Jakarta
Novan Dwi Cahyadi, Karyawan Swasta di Jakarta

Adimas Rosi Putra, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo, Penikmat Bioskop.

Menurutku pembukaan bioskop di kala pandemi yang belum menunjukkan penurunan di Indonesia bisa menjadi kluster baru penularan,.

Walau banyak negara yang udah menerapkan pembukaan kembali bioskop, kemaren aku liat negara swedia atau mana gitu jadi negara luar udah banyak yang buka, dan paparan terinfeksi virusnya hampir gaada ato terbilang rendah.

Namun kalo diterapin di indonesia sih kayaknya ga bakal semudah itu, malah bisa berefek sebaliknya kan,.

Karena protokol kesehatannya kurang ketat ato masih belum sebanding dengan negara luar/ maju itu…

Pertama walau protokol kesehatan yg dilakukan oleh penyedia layanan bioskop seperti XXI ketat, namun banyak kan bioskop dan mall yg jadi satu, dikhawatirkan pengunjung mall akan membludak dan penyebaran yg terjadi malah bukan lagi hanya di kluster bioskop melainkan meluas lebih banyak lagi… Kalo negara luar kan bioskop kebanyakan dipisah cuy ama mall..

Lebih berbahaya Tempat wisata daripada bioskop, soalnya banyak fasilitas umum yg bakal dipake secara langsung kayak toilet , bangku, dll yg engga setiap saat bakal dibersihin..

Kalo bioskop soale bkal ada sendiri bagian yang ngebersihin tiap 1 jam sekali, tiap film selesai di tonton

Kalo benar nanti dibuka ya Dibatesin sih limited kursinya misal 144 kursi yg umum 1 studio, dibagi setengahnya aja. Kemudian pembelian tiket hanya dilayani online.

Sebagai penikmat film sih iya, tapi bakal nonton engganya aku jujur mending agak nantian aja pas lamaan sekitar desember atau tahun depan buat nikmati nonton bioskop lagi.. ya karena awal awal buka pasti banyak yg bakal ke bioskop buat nonton dan jadi kerumunan massa endingnya kan.

Adimas Rosi Putra, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo, Penikmat Bioskop.
Adimas Rosi Putra, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Solo, Penikmat Bioskop

Sri Rahayuningsih, Bidan Desa Genuk dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Semarang

Saya kira sebaiknya bioskop tidak dibuka meski dengan protokol kesehatan tetap menimbulkan kerumunan lebih baik menunggu sampai vaksin pemerintah keluar  dahulu . 

Sekolah aja belum dibuka masak bioskop sudah mau dibuka, takutnya anak-anak yang memang sekolah nya diliburkan demi kesehatan pada  terpencing dan pergi untuk menonton bioskop.

Apalagi saat ini saya lihat masyarakat sedikit sudah mengabaikan protokol kesehatan meski mereka sudah tahu itu.

Bioskop memang dapat meningkatkan imun tubuh tapi ada cara efektif lainnya seperti nonton film dirumah daripada menciptakan kerumunan.

Tapi jika memang pemerintah mengiyakan dengan pengelola maka tetap menerapkan protokol kesehatan, kita sebagai tenaga kesehatan berharap untuk tetap disiplin protokol kesehatan dengan menjaga jarak, rajin mencuci tangan, dan hindari kerumunan.

Tempat wisata dan bioskop sebenarnya sama-sama berbahaya jika dibandingkan, kalo dari medis itu akan menambah kasus. Akan tetapi saat bioskop dibuka pakai masker dan tidak makan. InsyaAllah aman karena kita tidak bisa mengontrol satu-satu.

Dari kami tenaga kesehatan ya harapannya untuk pihak yang berwenang untuk mempertimbangkan kembali pembukaan bioskop

Sri Rahayuningsih, Bidan Desa Genuk dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Semarang
Sri Rahayuningsih, Bidan Desa Genuk dan Tenaga Kesehatan Kabupaten Semarang

dr. Setya Pinardi,M.Kes, Mantan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ungaran, Kabupaten Semarang.

Ya memang secara terbuka kalo tidak ada pandemi, bioskop dibuka tidak masalah jika tidak ada transmisi lokal atau penularan lokal dari satu orang ke orang lain di daerah tersebut. Jika bioskop itu letaknya di daerah dengan kasus COVID-19 yang tinggi itu tidak pas.

Penularan COVID-19 terjadi kan dari kerumunan jika tidak bisa menjaga protokol kesehatan dengan baik.

Sehingga dengan adanya kerumunan dimana saja menurut saya kurang pas selama ada pandemic transmisi lokal ada di daerah tersebut.

Belum pernah dengar meningkatkan imun tubuh dengan pembukaan bioskop. Didalam teori tidak disebutkan seperti itu.

Kegiatan apapun tidak masalah selama masyarakat menerapkan protokol kesehatan seperti saat di kerumunan harus menggunakan masker dan face shield itu lebih aman.

Seperti saya yang sempat kontak dengan pasien COVID-19 hingga masuk ICU tapi puji tuhan saya tidak apa-apa.

Kalo semua orang dapat menerapkan protokol kesehatan boleh-boleh saja kenapa tidak.

Karena nanti jika tidak sama sekali juga aktivitas bisa berhenti secara sosial-ekonomi menimbulkan masalah baru.

Dengan bertambah kasus COVID-19 yang meningkat berarti masyarakat belum menerapkan protokol kesehatan dengan baik itu menjadi indikator jelas bagi kita semua saat melakukan aktivitas yang melibatkan masyarakat luas karena itu kunci utamanya.

Saya kira silahkan (bioskop dibuka) tapi harus menerapkan dan menjamin protokol kesehatan.

Sebab tidak ada yang benar-benar menjamin semua masyarakat menerapkan protokol kesehatan selain pelaksana kegiatan. Itu yang menjadi tanda kutip bagi kita.

Harus ada sosialisasi sebelum kegiatan dilaksanakan, jika seseorang masuk tanpa masker harus diperingatkan atau syukur-syukur diberikan masker.

dr. Setya Pinardi M.Kes, Mantan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ungaran, Kabupaten Semarang.
dr. Setya Pinardi, Mantan Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Ungaran, Kabupaten Semarang.

Hengky Pranandya Laksmana, dokter muda/ Koas di Rumah Sakit Jakarta.

Sebenarnya saya mendukung apapun yang diputuskan oleh pemerintah, karena pemerintah bisa lebih mengerti secara keseluruhan dari segala aspek baik ekonomi, kesehatan dan lain lain.

Hanya saja menurut saya dari pandangan kesehatan adalah pembukaan bioskop ini justru akan berdampak tidak baik untuk tenaga kesehatan dan masyarakat terutama.

Dengan dibukanya bioskop maka kemungkinan resiko akan penularan COVID-19 ini akan semakin besar. Kita ketahui bahwa sejauh ini belum ada kabar baik tentang peningkatan kasus Covid di indonesia ini.

Dijakarta sendiri keadaannya menurut saya juga belum bisa dikatakan dapat sepenuhnya mengkontrol angka penularan COVID-19 ini.

Dapat dilihat masih cukup banyak penambahan kasus positif setiap harinya. Padahal sudah banyak sekali anjuran tentang melakukan protokol kesehatan lewat berbagai media.

Kalo boleh jujur terkait tenaga medis di jakarta sebenarnya lebih lelah dari biasanya. Kerja diiringi rasa takut tertular dan takut menularkan ke keluarga tentunya, karena bagaimanapun yang dihadapi ini adalah sesuatu yg tidak dapat dilihat dengan mata telanjang mas, baik pasien covid maupun pasien umum lainnya tentu beresiko bagi tenaga medis, namanya juga rumah sakit mas.

Setau saya terkait bioskop dapat meningkatkan imun belum ada penelitian spesifik nya mas.

Namun, yang dimaksudkan disini mungkin adalah rasa senang dan bahagia ketika menonton di bioskop dapat menyebabkan imunitas yg meningkat. Tapi perlu kita garis bawahi, memangnya menonton film itu harus di bioskop atau dikeramaian?

Jkalau memang harus dibuka nantinya ya harapan saya ya protokol kesehatan ketat, pengunjung dipastikan sehat, dan tidak terlihat sedang flu atau batuk batuk.

Lalu pengunjung dibatasi dari kapasitas biasanya, dari kamera cctv dipantau apabila ada yg melepas masker langsung ditegur, tidak di perkenankan makan minum dibioskop.

Jika memang nantinya diperbolehkan makan dan minum, setiap pengunjung yg mau masuk wajib menunjukan tiket nonton dan handsanitizer gitu mas.

Bayangan saya kedepannya nih mas, mungkin pihak pengelola sudah siap menerapkan protokol, bagaimanapun pengelola juga pasti mengutamakan keselamatan pegawainya. Tanpa terkecuali juga pengunjungnya.

Ya tentunya pihak bioskop pasti sudah memikirkan matang matang bersama pemerintah yg memberikan izin terkait bagaimana menjalankan protokol kesehatan dibioskop terutama bagaimana sirkulasi udara didalam bisokop.

Hanya saja, kita kembali lagi nih ke pribadi masing masing setiap pengunjungnya

Hengky Pranandya Laksmana, dokter muda/ Koas di Rumah Sakit Jakarta.

Ana (nama tidak sebenarnya, pemintaan narasumber), Pegawai Salah Satu Bioskop di Semarang

Kalau mau wawancara tentang bioskop aku gaberani kalo gaada ijin dari manager mas. kalau mau nanti saya kasih nomernya.

(dalam wawancara ini pihak narasumber meminta tidak menyantumkan foto dan identitas)

Ana (nama tidak sebenarnya, pemintaan narasumber), Pegawai Salah Satu Bioskop di Semarang

Nah demikian sobat energi tanggapan masyarakat dari penelusuran tim energibangsa.id di lapangan atau masyarakat.

Tentunya semua orang yang ada di Indonesia ingin kembali seperti sediakala dan virus corona cepat mereda, baik itu masyarakat, tenaga kesehatan dan dokter.

Kalo sobat energi sendiri gimana tanggapannya? (Gilban/EB)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Disunat Oleh Jin, Ternyata Begini Penjelasan Medisnya

Previous article

UMKM Mau Dapat Bantuan dari Pemerintah? Intip Nih Persyaratannya

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.