fbpx
Kabar Indonesia

Pembuatan Software Aplikasi Android di Semarang, Soluxee.com Solusinya!

SEMARANG, ENERGIBANGSA.ID – Zaman sudah berubah, kebutuhan manusia akan internet dan gadget tidak bisa dipungkiri lagi. Sehingga banyak perusahaan maupun pemerintahan sekarang mengutamakan layanan yang bisa diakses di android, atau IOS. Istilahnya mobile first!

Biasanya bingung kan ya, kalau mau nyari programmer yang bisa membuat aplikasi android, atau aplikasi IOS.

Nah, sekarang ada solusinya. Soluxee.com; sebuah software house yang ada di Kota Semarang, tepatnya di Jalan Sultan Agung, No. 102-104 Candisari, Wonotingal, Semarang.

Mitra Perusahaan Internasional

Dimas Ahmad Rizal, S.Kom, Chief Technology Officer yang mengomandoi para programmer dan developer di Soluxee.com mengaku telah membuat beberapa aplikasi yang telah digunakan untuk mitra bisnisnya.

“mitra kami selama ini ya beragam, ada yang level UMKM, ada yang level coorporate, perusahaan Internasional, macem-macem ya,” terangnya.

Kisahnya, projek pertama Dimas dulu dimulai dari membuat aplikasi kasir dan neraca laba-rugi milik pengusaha air isi ulang. Kemudian pada 2018 pernah membuat aplikasi untuk perusahaan BUMN; PT Pelindo III.

“di Pelabuhan Indonesia TPKS itu membuat aplikasi berbasis web sih itu, nilainya ya lumayan ya,” lanjutnya bangga.

Selain itu, Dimas dengan bangga menyebut bahwa Indosat Ooredoo, provider telekomunikasi dunia itu juga menggunakan jasa Soluxee.com untuk membuat aplikasi android.

“tapi itu aplikasi untuk internal perusahaan ya, untuk para sales di lapangan, bukan untuk publik,” jelasnya.

Tidak Pilih-Pilih

Dimas mengaku tidak memilih-milih klien, karena ia merintis perusahaan juga untuk menjadi solusi bagi para pelaku usaha lainnya juga.

“filosofi bisnis kami ini kan menjadi solusi bagi orang lain, jadi ya kami ndak pilih-pilih klien sih, mau projek kecil mau projek besar kita terima, yang penting berimbang dan yang pasti ya cuan, karena kita juga gaji karyawan,” ujarnya.

Masyarakat Butuh Edukasi

Di sisi lain, Dimas menyadari bahwa pemahaman masyarakat awam terkait dunia digital masih sangat minim.

“terus terang pemahaman masyarakat terkait dunia teknologi digital masih sangat minim, tapi justru itulah peluangnya, artinya edukasi dan campaign soal dunia IT ini harus terus digencarkan. Apalagi sekarang era digital,” tandasnya.

Dimas mengajak anak-anak muda untuk mau belajar dan mempelajari digitalisasi, demi mengoptimalkan bonus demografi. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button