bisnis
ilustrasi Pebisnis Jastip (Foto: Detik Finance) (Foto: Detik Finance)
Ekonomi & BisnisKabar Indonesia

Pebisnis Jastip Harap Perhatikan Aturan dari Bea Cukai

0

ENERGIBANGSA.ID – Bisnis jasa titip (jastip) kini kian menjamur di Indonesia. Melalui Instagram dan Twitter, pebisnis jastip menawarkan jasa pembelian produk seperti makanan dan kosmetik dari luar negeri dengan biaya tertentu.

Fenomena ini lantas menjadi perhatian dari pihak terkait yakni Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Heru Pambudi menyatakan bahwa jastip adalah salah bentuk praktik bisnis atau dagang. Sehingga dapat dikategorikan sebagai barang yang kena cukai.

“Jastip itu kan sebenarnya adalah orang yang melakukan bisnis ya. Sebenarnya bisnis tidak dilarang, tetapi kita mengatakan atau menghimbau bahwa bisnis untuk berdagang ini itu ada kavlingnya. Kita memberikan kavling itu dan kita berharap mereka bisa melakukan dengan prosedur berdagang atau bisnis,” jelas Heru, mengutip dari liputan6.com.

Pebisnis jastip bisa mendapat fasilitas barang penumpang dan tidak dikenai cukai apabila jumlah barang bawaan tidak melebihi batas maksimal USD 500.

Sementara jika jumlahnya lebih dari USD 500 maka Bea Cukai akan memperlakukan barang tersebut layaknya barang dagangan dan dikenai cukai.

Namun apabila ditemukan penumpang dengan membawa barang dan jenis yang mencurigakan, maka dapat dianggap sebagai pedagang. Akibatnya barang tersebut dapat dikenai cukai.

“Contohnya begini, bagi petugas bea cukai kalau seseorang membawa 12 pasang sepatu dengan ukuran yang berbeda ini kan sebenarnya indikasi bahwa dia bukan untuk kepentingan pribadi dalam rangka perjalanan dia ke luar negeri,” ujarnya.

“Sehingga saat kami menemukan penumpang yang membawa 12 sepatu dengan ukuran yang berbeda maka kami simpulkan bahwa dia sedang berdagang. Nah kepada mereka yang melakukan transaksi seperti ini tentunya kita perlakukan dengan cara aturan dagang. Mereka harus menyampaikan dokumen resmi, kita hitung berapa bea masuknya dan sebagainya,” tambah Heru.

Melihat peluang yang ada, bisnis jastip memang sangat menggiurkan dan menarik untuk diterapkan. Untuk menggerakkan energi bangsa, Sobat Energi bisa juga membuka bisnis jastip produk Indonesia. Jastip seblak Bandung atau ondel-ondel Jakarta, mungkin?

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Rahasia Awet Muda Ala Sandiaga

Previous article

Pemprov Jateng Dorong Digitalisasi Layanan Koperasi

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.