DuniaKabar Indonesia

PCINU Tiongkok Gelar Webinar Kerjasama Internasional Atasi Covid-19

ENERGIBANGSA.ID (China) – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok mengadakan seminar yang diselenggarakan secara online (webinar), Jumat (3/7) sore.

Webinar PCINU Tiongkok dengan tema “Indonesia dan Kerjasama Internasional dalam Penanganan Covid-19”, Jumat (3/7/2020)

Acara yang dimoderatori Ahmad Syaifuddin Zuhri, mahasiswa Doktor Central China Normal University, Wuhan itu disiarkan lewat Zoom Cloud Meeting, Youtube 164 Channel PBNU dan Facebook PCINU Tiongkok. Adapun jumlah peserta mencapai 500 orang.

Webinar dengan tema “Indonesia dan Kerjasama Internasional dalam Penanganan Covid-19” tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Juru Bicara Presiden RI, M Fadroel Rahman, Rois Syuriyah PCINU Tiongkok, Imron Rosyadi Hamid dan Asisten Staf Ahli Kemenaker, Andy William Sinaga.

Kerjasama penanganan pandemi Covid-19 pada dasarnya sangat penting dilakukan. Khususnya Indonesia berkepentingan menyelamatkan warga negaranya baik yang ada di dalam maupun luar negeri.

“Fokus pemerintah RI adalah perlindungan dan menyelamatkan warga Negara Indonesia di dalam negeri maupun di luar negeri dan berperan juga dalam kesehatan masyarakat global”, ujar M. Fadjroel Rachman, seperti disampaikan dalam Webinar Seri 2.

Lebih lanjut, Fadjroel menambahkan bahwa pemerintah RI dalam konteks pandemi global menekankan pada empat hal, yakni kerjasama yang mencakup penanganan dampak ekonomi, kesehatan dan pengembangan vaksin atau obat, kemitraan dengan negara berkembang, serta solidaritas politik antar negara.

Kerjasama Indonesia juga tidak hanya dilakukan oleh antar pemerintah dengan pemerintah negara lain. Tapi juga mendorong kepedulian antar masyarakat global, seperti bantuan alat kesehatan dari komunitas masyarakat dan organisasi warga Tiongkok ke Indonesia.

Tak hanya itu, peran Komunitas Diaspora Indonesia di luar negeri juga cukup tinggi, baik dalam bantuan materil maupun non materil selama pandemi masih berlangsung. Hal itu membuktikan masih kuatnya nilai gotong-royong masyarakat yang menjadi ciri khas nilai luhur bangsa Indonesia.

Sementara itu, Andy William Sinaga berbicara terkait program yang dilakukan Komunitas Diaspora Indonesia di luar negeri bekerjasama dengan Kemenaker dalam kegiatan “Diaspora Peduli”.

Pembicara ketiga, Imron Rosyadi mengatakan bahwa isu utama global dalam penanganan Covid-19 setidaknya ada beberapa hal.

Sebagaimana pemaparannya, yakni seperti dalam keamanan terkait isu perbatasan (border line), pembatasan (restriction) konektivitas antar negara baik melalui darat, laut dan udara, dan cyber security. Isu ekonomi yang berdampak terganggunya ekspor-impor, supply chain bahan baku industri, pariwisata, isu tenaga kerja asing, dan sebagainya.

Ia juga menambahkan bahwa peluang Indonesia sebagai negara anggota G-20 memiliki hubungan baik dengan seluruh kekuatan ekonomi dunia termasuk Amerika dan Tiongkok. Menurutnya, Indonesia perlu melakukan terobosan kerjasama internasional dalam penanganan Covid-19.

Beberapa negara di ASEAN telah berhasil menekan penyebaran Covid-19. Indonesia bisa melakukan kolaborasi dan joint planning baik melalui mekanisme bilateral maupun multilateral dalam penanganan pandemi Covid-19.

Disamping isu kesehatan, pemulihan sektor ekonomi akibat pandemi perlu menjadi prioritas kerjasama dengan negara-negara partner. Sementara tantangannya adalah pandemi menjadi antidote dari globalisasi dengan menguatnya isu nasionalisme, isolationisme, bahkan xenophobia.

“Penanganan Covid-19 memerlukan dua cara, jangka panjang dan jangka pendek, mengingat belum ditemukannya vaksin. Belum ditemukan cara paling jitu yang dilakukan sebuah negara untuk mengatasi penyebaran virus Corona”, paparnya.

“Amerika Serikat yang memiliki infrastruktur kesehatan dan teknologi yang maju justru menjadi negara dengan tingkat kasus penularan dan kematian yang cukup tinggi”, pungkas Imron di sesi akhir diskusi tersebut. (Kontributor China: Zuhri)

Related Articles

Back to top button