Sambat

Parkir di Halaman Tetangga Tanpa Ijin Bisa Dikenai Hukum Perdata

ENERGIBANGSA.ID – Dear energibangsa.id, bagaimana hukumnya parkir sembarangan? bagaimana hukum parkir di halaman rumah orang tanpa ijin? karena selama ini parkir liar tersebut sangat mengganggu aktifitas pemilik lahan. Sejauh ini sudah pernah dilakukan komunikasi, namun selalu terulang lagi dan lagi.

parkir sembarangan
Berikut adalah gambar halaman rumah di Grobogan, yang terhalangi oleh mobil-mobil tetangga, sehingga penghuni rumah sangat merasa terganggu.

Mohon diinfokan bagaimana dasar hukumnya? Terima kasih.

  • Oktavia, warga Grobogan

Jawaban : Sabar ya, Bu Oktavia… memiliki tetangga seperti itu akan memperbanyak pahala Anda karena membuat Anda harus banyak bersabar. Tapi…. Marah, jengkel, dan emosi pasti ada di benak anda saat mendapati halaman rumah Anda atau di depan pintu gerbang Anda tiba-tiba dipenuhi mobil-mobil orang lain tanpa ijin.

Jika merasa terganggu, sebenarnya ada cara yang bisa dilakukan, yaitu mendatangi ketua RT/RW untuk menyampaikan keluhan dan meminta solusi.

Langkah awal yang akan dilakukan ketua RT/RW biasanya adalah menegur pemilik mobil yang memarkir kendaraannya di depan rumah Anda atau di halaman rumah Anda. Jika si pemilik mobil memahami tata cara bertetangga yang santun, teguran ini pasti diterimanya dengan lapang dada serta merubah perilaku tersebut.

Akan tetapi bila metode kekeluargaan ini tidak membuahkan hasil yang baik, maka jalur perdata merupakan langkah terbaik yang bisa ditempuh.

Dilansir dari hukumonline.com bahwa rasa ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perbuatan parkir mobil tanpa ijin di rumah Anda, apabila cara kekeluargaan tidak berhasil, Anda dapat menggugat tetangga Anda secara perdata untuk meminta ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPer, yang berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Merujuk pada Dasar Hukum Aturan Parkir, Ada beberapa pasal undang-undang hukum perdata yang bisa dikaitkan dengan kasus ini. Pertama adalah Pasal 671 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPer) yang berisi:

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin dari semua yang berkepentingan.”

Mengacu pada pasal tersebut, sudah jelas bahwa orang yang ingin memarkir kendaraannya harus meminta izin dari para tetangga yang terkena imbasnya.

Akan tetapi, jika lama-kelamaan Anda merasa risih dengan tindakan parkir tersebut maka pertama-tama yang harus Anda lakukan ialah berbicara baik-baik dengan pemarkir untuk memohon agar ia mau memindahkan mobilnya.

Bila sudah berulang kali dibicarakan pun tetap tidak ada hasil, maka orang tersebut sudah melakukan hal yang termasuk ke dalam perbuatan tidak menyenangkan juga melawan hukum.

Jadi, sobat energi, silahkan dicermati ya, jangan parkir sembarangan. kalau bisa beli mobil, harus menyiapkan halaman parkirnya juga.

Related Articles

Back to top button