fbpx
Sosial & Budaya

Parakan ‘Kota Pusaka’, dari Ibu Kota Kabupaten Menoreh Hingga Bambu Runcing

Temanggung, engribangsa.id – Parakan merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Temanggung. Namun siapa sangka, ternyata Parakan dinobatkan menjadi salah satu kota Pusaka di Indonesia lho.

Parakan dinobatkan menjadi salah satu Kota Pusaka dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum RI melalui Piagam Komitmen Penataan Pelestarian Kota Pusaka tahun 2015. Kecamatan ini masuk dalam 17 kota/kabupaten di Indonesia yang menyandang gelar Kota Pusaka bersanding dengan Yogyakarta, Denpasar, Palembang, Semarang, Bogor dan lainnya.

Dibalik itu semua pasti ada sejarah tuh kenapa salah satu kecamatan ini meraih julukan ini. Yuk, sobat energi mari kita simak apa sih yang bikin spesial dari kota ini.

Ibu Kota Kabupaten Menoreh

Parakan merupakan cikal bakal Kabupaten Temanggung bisa terlahir dan terbentuk sampai sekarang. Bagaimana tidak, dahulu sebelum Kabupaten Temanggung lahir wilayah ini dulu bernama Kabupaten Menoreh dan Ibu kotanya berpusat di Parakan.

Mengapa ibu kotanya berpindah?

Dahulu terjadi suksesi perang Jawa atau Perang Diponegoro melawan Belanda pada 1825-1830. Pertempuran pasukan Diponegoro diParakan berhasil meluluh lantahkan pasukan musuh sehingga menjadikan Parakan sudah ternoda.

Sehingga memindahkan Ibu Kota ke Kabupaten Temangung dengan alasan sebagai berikut :

Pertama, pandangan masyarakat Jawa bahwa Ibu Kota yang pernah diserang dan diduduki musuh dianggap telah ternoda dan perlu ditinggalkan.

Kedua, distrik Menoreh merupakan sebuah daerah asal nama Kabupaten Menoreh sudah sejak lama digabung dengan Kabupaten Magelang sehingga nama Kabupaten Menoreh tidak tepat lagi.

Banyaknya situs bersejarah

Dahulu Temanggung merupakan kekuasaan dari kerajaan Mataram Kuno yang dipimpin oleh Rakai Pikatan. Di era inilah tempat ini memiliki posisi yang istimewa yang dibktikan dengan ditemukannya prasasti Wanua Tengah.

Isi dari prasasti Wanua Tengah memberikan informasi yang penting terkait dengan nama-nama raja Mataram Kuno dari Raja Sanjaya, Pikatan sampai Balitung.

Tokoh penggagas bambu runcing berasal dari sini

Pasti sobat energi sudah tidak asing lagi dengan senjata tradisonal dari Indonesia saat masa penjajahan berlangsung. Ya, tokoh dibalik ampuhnya bambu runcing ini berasal dari Parakan.

Kiai Subchi, merupakan tokoh agama yang juga peduli dengan kemerdekaan Indoneisa. Sehingga, Ia memperkenalkan bambu runcing yaitu senjata dari bambu yang diruncingkan kemudian didoakan beliau.

Banyak bangunan yang bersejarah

Disebelah kanan dan kiri sepanjang jalan Parakan didominasi oleh bangunan dengan arsitektur kuno. Bahkan bangunan ini sampai sekarang masih ada yang bertahan. Contohnya yaitu bekas stasiun kereta api, klenteng Hok Tek Tong, komplek pecinan dan Kantor Kawedanan.

Selanjutnya yaitu Omah Candi Gotong Royong yang merupakan tempat tinggal Lau Djing Tie. Seorang tokoh dari Tiongkok yang membawa kungfu ke nusantara.

Atas banyaknya sejarah yang ada di kota ini tak heran jika Parakan menjadi salah satu Kota Pusaka di Indonesia. Pemkab Temanggung bersama para tokoh pemerhati sejarah juga telah merencanakan akan dibangunkan museum terbuka.

Tak hanya itu saja, di tiap perayaan hari jadi kabupaten Temanggung di kota ini juga terjadi kirab Songsong Djojonegoro sebagai napak tilas sejarah yang ada di Parakan. Menarik bukan? (*)

Related Articles

Back to top button