Opini / Gagasan

Orang Tua Jadi Penyebab Lagu Anak Mulai Ditinggalkan, Simak Sini

SEMARANG, energibangsa.id – Sadarkah kamu bahwa saat ini lagu anak-anak sudah mulai redup dan perlahan ditinggalkan? Padahal lagu anak-anak menjadi faktor penyumbang lahirnya generasi emas di masa depan. Lagu anak-anak punya lirik yang sederhana, namun didalamnya sarat akan ilmu pengetahuan. Kalau memang punya manfaat yang besar, kenapa lagu anak-anak mulai ditinggalkan?

Tak bisa dipungkiri, perkembangan zaman yang juga berimbas pada kemajuan teknologi sedang terjadi dekat sekali dengan kita. Akibat hal tersebut, tak sedikit pula muncul distraksi yang membuat beberapa sektor mengalami kemunduran. Termasuk redupnya industri lagu anak-anak di Indonesia. Benarkah kemajuan zaman membuat lagu anak-anak tidak digemari lagi?

Lagu anak-anak sebenarnya punya peran penting terhadap tumbuh kembang si buah hati. Melansir dari laman resmi British Council, mendengarkan lagu atau menyanyi pada anak, seperti halnya berlatih aerobik yang meningkatkan efisiensi kardio-vaskular, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, dan meningkatkan kewaspadaan.

Tak hanya sampai disitu, mendengarkan lagu khususnya pada anak dapat mengurangi stres, lebih panjang umur, dan kesehatan secara umum, serta meningkatkan sirkulasi udara di bagian atas pernapasan yang mampu mengurangi infeksi bakteri penyebab pilek, flu, dan batuk.

Melihat besarnya manfaat mendengarkan lagu pada anak, peran orang tua dalam mengawasi tumbuh kembang buah hati juga menjadi titik utama. Alasannya, karena orang tua punya akses yang tidak terbatas dalam memberikan edukasi kepada anak. Lalu apa kaitannya peran orang tua dan redupnya industri lagu anak-anak?

Orang tua punya kendali penuh terhadap apapun yang diterima oleh anak, baik itu hiburan, bermain, belajar, dan lain sebagainya. Maka dari itu, orang tua perlu tahu media mana saja yang cocok untuk menjadi ‘asupan’ sang anak. 

Yang sering terjadi saat ini adalah anak sering diberi tontonan yang kurang mendidik oleh para orang tua. Berkembangnya industri pertelevisian dan media digital kerap kali dijadikan sarana hiburan anak. Padahal industri televisi dan media digital cakupannya terlalu luas untuk anak sehingga orang tua akan sulit memantaunya. 

Pada akhirnya, anak lebih menyukai hiburan-hiburan yang lebih cocok untuk orang dewasa ketimbang mendengarkan lagu anak. Seperti halnya menonton Youtube, sinetron FTV, sinetron azab yang cenderung tidak punya manfaat lebih terhadap pengetahuan anak.

Pesan untuk orang tua kedepannya supaya lebih memperhatikan dan memantau apa yang menjadi hiburan untuk sang anak. Ketimbang memberikan tontonan yang tidak sesuai dengan umur anak, lebih baik berikan mereka hiburan berupa lagu anak-anak. Ayo kita hidupkan kembali lagu anak-anak di Indonesia. (buddy/EB).

Related Articles

Back to top button