fbpx
Kabar Daerah

Operasi Yustisi dan Tes Antigen Mulai Digelar Pemprov Jateng, Di Rumah Dulu Ya..

SEMARANG, energibangsa.id – Pemerintah Provinsi Jateng telah memulai operasi yustisi dan tes antigen di rest area jalan tol. Hal ini dilakukan dalam rangka memasuki hari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dilansir dari jatengprov.go.id, Kamis (24/12), tujuan dari operasi yustisi dan tes antigen yaitu untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. Operasi yustisi dan tes antigen sudah dimulai di rest area 429 di Kabupaten Semarang dengan sasaran pendatang dan pedagang yang berada disitu.

Petugas yang melaksanakan operasi yustisi dan tes antigen merupakan petugas gabungan. Terdiri dari Satpol PP Provinsi Jateng, Satpol PP Kabupaten Semarang, Dinas Kesehatan, BKIM, Dishub, polisi dan TNI.

Pendatang diharuskan menjalani yustisi dan tes swab antigen di pos khusus yang disediakan. Alurnya yaitu pendatang melengkapi data diri di sejumlah tempat duduk yang berjarak. Kemudian, mereka antre mengikuti tes antigen.

Koordinator lapangan operasi yustisi dan tes antigen Satpol PP Jateng, Joko Santoso mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait melakukan operasi di rest area tol sebagai bentuk pemantauan Natal dan Tahun Baru.

Berdasar pengamatan saat itu, para pendatang kebanyakan berasal dari luar kota. Seperti Jakarta, Tangerang Banten dan sejumlah kota di Jawa Timur. Kegiatan seperti ini dilakukan secara menyebar di seluruh Jawa Tengah.

Lokasi titik operasi yustisi

Lokasi titik operasi yustisi ada di objek wisata (OW) Dieng di Kabupaten Wonosobo, OW Borobudur (Magelang) dan OW Baturaden (Banyumas). Lalu, Dusun Semilir Bandungan (Kabupaten Semarang), OW Prambanan (Klaten) dan OW Tawangmangu (Karanganyar).

Sedangkan rest area ada di Rest Area 260 B di Kabupaten Tegal, Rest Area 379 Batang, Rest Area 429 Kabupaten Semarang, Rest Area 456 A Kabupaten Semarang, serta Rest Area 456 B Kabupaten Semarang.

Direktur Kesehatan Kerja Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Rizkiyana Sukandhi Putra saat memantau pos di Rest Area 429 Kabupaten Semarang menyampaikan, saat ini pergerakan masyarakat tak bisa dibatasi. Oleh karena itu, baik masyarakat, maupun petugas yang ada di pos tes, sama-sama menjaga kesehatan.

Pada kondisi seperti sekarang ini, semua pihak ingin ekonomi tetap bergerak tapi angka kasus harus menurun.

“Jadi kesehatan pulih, ekonomi bangkit,” kata Rizkiyana.

Kebanyakan pendatang yang merasa dirinya tak bermasalah dan tidak menunjukkan gejala apapun tak keberatan untuk  menjalani tes antigen di pos yang sudah disediakan. Harapannya, masyarakat dan pemerintah bisa saling bekerja sama untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 agar kondisi kembali pulih. (*)

Related Articles

Back to top button