fbpx
DuniaWisata & Kuliner

‘Wisata Seks’ Bikin Dubai dan Israel Akur?

SEMARANG, energibangsa.id—Berdasarkan artikel CNN, Rabu (6/1/2021), normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) telah menimbulkan sebuah situasi yang baru.

Kabarnya, akhir-akhir ini Dubai kebanjiran turis asal Israel yang berlibur di kota itu. Tapi ada cerita lain yang didapatkan dari kunjungan itu. Ya, wisata seks rupanya menjadi incaran turis Israel di sekitar Dubai.

Las Vegas-nya Timur Tengah

Dilansir Middle East Monitor, banyak turis Israel menggambarkan Dubai sebagai Las Vegas di Timur Tengah khususnya dalam hal penyebaran prostitusi dan perdagangan seks, bertolak belakang dengan citra negara negara Muslim Arab.

Jurnalis Israel bertemu dengan pria muda yang berangkat ke Dubai mengungkapkan bahwa percakapannya termasuk pernyataan seksual memalukan yang sulit diterima. Tapi mencerminkan apa yang terjadi di UEA saat ini.

Bisa duduk dan makan di samping kolam renang sambil menonton adegan hiruk pikuk aktivitas seksual.

“Ini (kegiatan seksual) melibatkan campuran alkohol, gadis-gadis dan pesta seks, dan mereka memilih apapun yang mereka suka di iPad atau ponsel,” jelas seorang warga Israel.

“Semuanya terbuka, seperti menu dengan topping pizza. Ada juga kartu yang menawarkan layanan prostitusi mobil di Dubai, terutama dengan gadis-gadis keturunan Eropa Timur yang menjadi pekerja seks di Dubai. Layanan semacam itu harganya 1.000 dirham (Rp5,2 juta).”

Klub malam

Orang Israel pergi ke klub malam di Dubai, tambahnya. Ia menyebut ada pekerja seks komersial (PSK) yang bergaul dengan semua orang.

“Mereka terlihat seperti model, seperti gadis hits Instagram dengan pakaian renang. Mereka semua bertemu di lobi hotel yang dipenuhi 100 hingga 150 gadis yang bekerja di ‘pasar seks’ di Dubai. Setiap orang menghabiskan sekitar US$ 15.000 (Rp 200 juta) , selama seminggu. Pada hari tertentu, saya membawa 5 anak perempuan ke penthouse hotel,” jelas turis itu.

Turis seks Israel telah mengungkapkan bahwa hotel Dubai menampung pelacur dari seluruh dunia, termasuk Brasil, Rusia, Peru dan Bolivia. Harganya lebih dari US$ 700 atau Rp9,8 juta semalam.

“Ini adalah perjalanan yang mahal dan hanya orang Israel dengan uang yang pergi ke Dubai. Perjalanan akhir pekan ke Dubai berharga US$ 30.000 (Rp 400 juta). Semuanya mahal. Tiket masuk klub adalah 1.000 shekel (Rp 4,3 juta) per orang, lalu Anda membeli botolnya, lalu Anda makan, lalu seorang gadis datang ke sana. Di malam itu saja, paling tidak anda menghabiskan biaya US$ 5.000 (Rp 70 juta) hingga US$ 6.000 (Rp 84 juta),” jelas turis lagi.

Narkoba juga bebas?

Kabarnya, narkoba juga tampaknya bebas masuk ke negara yang kaya minyak itu. Seorang warga Israel mengaku menyelundupkan narkoba ke Dubai mengatakan kepada Saluran 12 Israel bahwa dia tidak khawatir akan ditangkap apalagi dihukum mati. Padahal hal ini menyalahi peraturan yang ada di UEA

“Yang kami lakukan hanyalah menyelundupkan ganja dan mariyuana untuk merayakan [Malam Tahun Baru] dan mabuk,” jelasnya.

“Itu bukan kokain, itu obat-obatan ringan. Aku tidak percaya kita akan mendapat masalah. Hukuman mati untuk beberapa ratus gram di dalam koper kita? Kita hanya merokok di kamar hotel kita.”

Sejauh ini sekitar 50.000 orang Israel telah mengunjungi UEA sejak perjanjian normalisasi ditandatangani pada bulan September dengan 8.000 diantaranya mendatangi kota Burj Khalifa itu pada malam tahun baru.

Bagaimana jika di Indonesia?

UEA dan khususnya Dubai telah menjadi magnet baru bagi wisatawan asal negara Yahudi itu—selain tujuan Eropa dan Asia, yakni Thailand. Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Apakah ini bagian dari wisata kreatif?

Yuk, diskusikan isu ini lewat kolom komentar yang tersedia di bawah ini. Wisata seks memang menarik, lalu apakah berlaku di Indonesia? (*)

Related Articles

Back to top button