fbpx
Opini / Gagasan

Obituari Prof. Abdul Malik Fadjar: Sang Reformator PT Muhammadiyah

Oleh: Ferdiansah, Peneliti The Al-Falah Institute Yogyakarta

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dunia Pendidikan tanah air kini berduka, sosok reformator Pendidikan, Prof. Abdul Malik Fadjar telah wafat kehariban-Nya pukul 19.00 WIB di rumah sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (07/09).

Abdul Malik Fadjar. Foto: Antara/Andhika Wahyu

Ia telah tutup usia pada umur ke 81 tahun, sosok yang sangat dikagumi atas dedikasi dan karya agungnya dalam dunia Pendidikan, khususnya perguruan tinggi di Indonesia.

Pria yang berasal dari kota Jogja Istimewa ini telah banyak berkontribusi dalam perjalanan bangsa Indonesia. Atas dedikasinya di dunia pendidikan, ia telah banyak menduduki jabatan stategis di ranah kepemerintahan Republik Indonesia.

BACA JUGA: Dekan FKP UIN Walisong; Transformasi Menjadi Pribadi Unggul dan Moderat

Menteri Pendidikan di bawah naungan Presiden Megawati Soekarnoputri, kemudian Menteri Agama di Kabinet Roformasi, Menko Kesra, yang menggantikan Jusuf Kalla, kemudian menjadi Rektor hampir dua dekade di Universitas Muhammadiyah Malang (1983-2000) dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (1993-1996) serta Anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 19 Januari 2015.

Kiprah dan karyanya yang sampai hari ini tetap eksis dan terus bergerak maju, yakni civitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Solo (Surakarta), yang telah menjadi ikon perguruan tinggi modern di Indonesia. UMM dan UMS yang awalnya kumuh, kemudian hari ini telah menjadi kampus bereputasi dan berkualitas Internasional di Indonesia.

Abdul Malik Fadjar dikenal sebagai sosok pengayom pagi para persyarikatannya. Ia telah banyak menginspirasi para kadernya di lingkungan Muhammadiyah. Pendidikan menjadi tolok ukur utama dalam proses perjalanan manusia. Di masa hidupnya ia pernah mengatakan, “kita boleh kehilangan apa saja, akan tetapi kalau kita kehilangan cita-cita berarti kita kehilangan semuanya”.

Pesan ini menitik beratkan akan pentingnya cita-cita dalam perjalanan hidup manusia, bahwa sebetapa hebatnya sosok manusia, ia tidak boleh lupa akan pentingnya cita-cita dan berpikir besar.

BACA JUGA: Wow, UI Jadi Perguruan Tinggi Nomor 1 di Indonesia Versi THE

Di kalangan Muhammadiyah, ia sosok pengayom bukan hanya di kalangan tua, tetapi juga di kalangan anak muda. Sebagaimana kesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir. “Sebagai orang yang lebih muda dan banyak berinteraksi dengan Prof. Malik, saya banyak belajar dari beliau.

Beliau tokoh Muhammadiyah, umat Islam, dan bangsa yang bersahaja, gigih, penuh prestasi di bidang pendidikan, berpikiran maju, inklusif, dan diterima banyak pihak. Kita kehilangan tokoh besar yang dimiliki bangsa ini. Beliau lebih banyak bekerja bangun pusat keunggulan dan membawa umat untuk maju ketimbang banyak bicara. Pengabdiannya untuk bangsa sangat besar tanpa mengeluh, radius pergaulan dan pemikirannya pun melintasi,” tutur Haedar.   

Sedangkan menurut Nurbani Yusuf, Profesor Malik adalah ulama besar, seorang Mujaddid di dunia pendidikan. Pikiran pikirannya menjadi rujukan perguruan tinggi negeri dan terkemuka. Mewujudkan Kampus Terpadu, salah satunya menawarkan model pengelolaan pendidikan yang efisien, rapi dan berdaya saing adalah buah pikirnya yang cemerlang, karena futuristik yang kemudian menjadi model banyak perguruan tinggi dan sekolah boarding yang memadukan pendidikan modern dan pesantren.

Ia adalah sosok yang multidimensi, simbol kemodernan, moderasi dan inovasi serta pribadi rendah hati, seorang bapak tempat bernasehat, seorang sahabat yang renyah diajak diskusi, seorang Rektor yang tidak tergantikan sampai kapanpun.

BACA JUGA: Keren, Untuk Aksara Jawa Balai Bahasa Jateng Lakukan Ini

Dengan tangan dinginnya, ia telah mereformasi Pendidikan tinggi Modern di lingkungan Muhammadiyah, yakni UMM dan UMS yang digawanginya dan telah menjadi ikon perguruan tinggi Muhaammadiyah di Indonesia. Saat ini, ada sekitar 172 Perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah hingga kini telah banyak diminati oleh berbagai kalangan.

Hal ini merupakan hasil dari jerih payah dedikatif, yang di masa hidupnya terus digaungkan oleh Prof. Malik Fadjar. Ia tidak henti-hentinya mengingatkan para kader Muhammadiyah untuk selalu berjuang, mengabdi dan bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara.

Akhirnya, kini ia secara tidak langsung telah menebarkan “harum sejarah” bagi bangsa, khususnya kiprah reformasi perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Ia telah meninggalkan kesan dan pesan edukatif yang harus terus dilanjutkan untuk masa depan generasi bangsa di Indonesia. Karena dalam mengambil spiritnya, salah satu upaya mereformasi diri seseorang, salah satunya adalah melalui Pendidikan. Pendidikan merupakan kunci kesuksesan (*).          

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button