Kabar IndonesiaNasional

NU Bakal Ajukan Uji Materi UU Cipta Kerja ke MK

Jakarta energibangsa.id – Pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI mendapat penolakan tidak hanya dari elemen buruh, mahasiswa, aktivis, atau fans K-Pop, tetapi juga oleh NU; salah satu organisasi Islam terbesar dalam negeri.

Melalui akun resmi NU di twitter, Nahdlatul Ulama (NU) menyampaikan keberatan dan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Nahdlatul Ulama menyesalkan proses legislasi UU Ciptaker yang terburu-buru, tertutup, dan enggan membuka diri terhadap aspirasi publik,” demikian kutipan pernyataan tertulis NU pada Jumat (9/10).

Ormas Islam ini menilai DPR tidak memiliki sikap kenegaraan yang baik karena memaksakan pengesahan perubahan drastis 76 undang-undang di tengah pandemi, meski ditolak oleh berbagai elemen masyarakat.

NU mempersoalkan potensi liberalisasi sektor pendidikan yang dibuka oleh UU Cipta Kerja.

Selain itu, omnibus law juga dirasa akan mengancam pertanian berkelanjutan, serta kesejahteraan buruh.

Kenapa NU Menolak Keras?

Poin keberatan NU lainnya datang dari keberadaan Pasal 48 UU Cipta Kerja, yang membuat Jaminan Produk Halal dimonopoli satu lembaga.

Sehingga ormas Islam macam NU, Muhammadiyah, atau Persis berisiko tak lagi dilibatkan dalam sertifikasi halal.

Karena itulah, NU bakal menempuh jalur hukum, dengan mengajukan uji materi UU Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi.

“Nahdlatul Ulama membersamai pihak-pihak yang berupaya mencari keadilan dengan menempuh jalur konstitusional dengan mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi,” kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj seperti dikutip CNN Indonesia. Kalau menurut kamu, gimana, sob? (yab/EB)

Related Articles

Back to top button