fbpx
Kabar Daerah

Ngeri! Minat Nikah Muda di Pekalongan Diprediksi Meningkat Tajam!

PEKALONGAN, energibangsa.id—Tahun ini, permohonan dispensasi menikah muda diprediksi akan naik signifikan dibanding sebelumnya.

Dilansir dari Radar Semarang, Jumat (26/3/2021), pada tahun 2020, tercatat total ada 568 permohonan. Sedangkan tahun ini, baru berjalan tiga bulan sudah ada 145 permohonan.

Data tersebut diungkapkan Panitera Pengadilan Agama (PA) Kajen Tokhidin. Ia mengatakan, ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pekalongan.

“Saya yakin pengadilan agama daerah lain juga mengalami hal yang sama,” katanya kepada Radar Semarang, seperti dikutip energibangsa.

Tokhidin menjelaskan, hal tersebut karena adanya revisi undang-undang perkawinan.

Gegara revisi UU perkawinan

Semula batas minimal perempuan menikah yakni 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

Kini, batas usia melakukan pernikahan baik laki-laki maupun perempuan adalah 19 tahun. 

“Karena ada revisi itu, yang biasanya kami setahun menerima maksimal 200 permohonan, naik siginifikan,” ungkapnya.

Di PA Kajen, sebut Tokhidin, permohonan lebih banyak diajukan oleh perempuan.

Tahun 2020, dari 568 permohonan hanya 41 yang diajukan laki-laki.

“Kalau tahun 2021 ini belum kami rekap. Tapi sepertinya akan lebih banyak dari perempuan juga,” ucapnya.

Bukan penyebab cerai

Berdasarkan data di PA Kajen, kata Tokhidin, pernikahan muda bukan faktor kuat penyebab perceraian.

Per kemarin, tercatat sudah ada 553 pendaftar sidang perceraian. Dari total angka itu, mayoritas bukan dari mereka yang menikah muda.

Tahun 2020 juga demikian. Dari 2700-an kasus perceraian, kata dia, hampir seluruhnya adalah mereka yang menikah cukup umur. 

“Kasus perceraian sejauh ini paling banyak masalah yang dimunculkan adalah karena faktor ekonomi,” pungkasnya. (*)


Related Articles

Back to top button