Ilustrasi kegiatan wisata, bus pariwisata syifa putra. (Dok istimewa)
Ilustrasi kegiatan wisata, bus pariwisata syifa putra. (Dok istimewa)
Business

New Normal, Bisnis Wisata Masih “Wait and See”

0

ENERGIBANGSA.ID (Semarang Raya) – Pandemi Covid-19 membuat para pelaku bisnis wisata sangat terpuruk. Mulai dari biro perjalanan, usaha hotel dan restoran, usaha transportasi wisata, hingga pramuwisata sangat merasakan dampak yang luar biasa itu.

Bahkan menjelang new normal, pegiat wisata khususnya di Kota Semarang belum menunjukkan persiapan matang. Mobilitas ekonomi masyarakat masih dalam tahap bergeliat sehingga kebutuhan wisata belum dapat dirasakan. Meski kebutuhan refreishing sangat mendesak, setelah sekian lama mematuhi himbauan di rumah guna meminimalisir penyebaran virus corona.

“Memang aktivitas ekonomi masyarakat sedang bergeliat, tetapi nampaknya urusan wisata bukan menjadi prioritas mereka. Logikanya, mereka tetap mementingkan urusan primer seperti makanan, serta kebutuhan rumah tangga lainnya”, kata Indra Adi Sukma, pelaksana program biro perjalanan Ken Jaya Travel Semarang.

Menurut Indra, pihaknya lebih memilih “wait and see” sambil menunggu orderan proyek wisata di bulan-bulan mendatang. Ia tidak pesimis, namun fakta kondisi dunia pariwisata benar-benar lesu. “Pesimis sih tidak, kita tetap berharap agar kondisi new normal tetap memberikan dampak ekonomis bagi kami. Apalagi omset kita nihil sejak Maret lalu”, imbuhnya.

Pendapat senada juga disebutkan Agus Budi Handayani, direktur biro perjalanan Ziea Tour dan Travel yang berkantor di Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Saat dihubungi tim media energibangsa.id, pihaknya tetap berharap agar kondisi new normal dapat menumbuhkan minat wisata domestik. “Semoga saja new normal bisa memberikan efek ekonomis. Apalagi kita sejak lama off dari aktivitas wisata. Kita tunggu perkembangannya saja”, kata Agus.

Sementara, Arif Nur Efendi, pramuwisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Semarang berharap agar kondisi cepat pulih. Ia sangat prihatin pada pelaku wisata, yang harus banting setir dengan berjualan di tengah pandemi. Padahal menurutnya, hasil penjualannya tak seberapa. “Harapan kami agar corona cepat berlalu, agar bisa nge-trip lagi” tandasnya. (dik/eb)

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Gotong-royong Wujudkan “Kampung Mandiri” di Perumahan

Previous article

Mengulas Bagaimana Orang Jawa Menghitung Weton

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Business