Opini / Gagasan

Naiknya Harga Minyak Goreng Berdampak Terhadap Perekonomian di Indonesia

Oleh : Siti Nur Sa’adah

ENERGIBANGSA.ID ΜΆ  Minyak goreng terbuat dari kelapa sawit dan ada yang ditambahkan dengan lemak nabati, hewani, atau lemak sintetis.

Minyak goreng merupakan minyak yang telah dimurnikan dan bisa digunakan sebagai bahan pangan.

Minyak goreng menjadi salah satu peran penting dalam perekonomian masyarakat di Indonesia.

Di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang sudah membaik, masyarakat harus menghadapi  masalah kenaikan harga minyak goreng yang merupakan salah satu kebutuhan pokok setiap hari.

Kenaikan harga minyak goreng disebabkan oleh 2faktor yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor eksternal disebabkan oleh meningkatnya harga bahan baku minyak goreng minyak kelapa sawit mentah dunia atau crude palm oil (CPO).

Kenaikan harga CPO tidak lepas dari kenaikan harga minyak nabati.

Selain itu, faktor internal disebabkan entitas produsen minyak goreng dan CPO berbeda.

Akibatnya penentuan harga oleh produsen minyak goreng sangat tergantung dengan harga CPO.

Meningkatnya harga CPO menyebabkan kenaikan tinggi harga minyak goreng. Sejak bulan November 2021 minyak goreng menjadi produk yang memberikan kontribusi dalam peningkatan inflasi.

Badan Pusat Statistik inflasi pada bulan November 2021 sebesar 0,37 persen yang disumbang permintaan minyak goreng hingga 0,8 persen. Inflasi di Indonesia masih relatif terjaga.

Pemerintah saat ini harus fokus melakukan percepatan pemulihan ekonomi nasional agar bisa bertahan dari dampak kenaikan inflasi.

Naiknya harga minyak goreng sekaligus menaikkan biaya produksi pelaku usaha kuliner dan industri makanan yang menyebabkan berkurangnya keuntungan usaha yang diterima.

Pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual untuk menjaga keberlangsungan usaha tersebut. Hal itu berdampak terhadap menurunnya daya beli masyarakat sebagai konsumen.

Harga minyak kemasan saat ini dipasaran berkisar Rp 24.000 per liter dan Rp 48.000 per dua liter untuk semua merek.

Setelah harga melonjak, stok minyak goreng kemasan mulai membludak. Berbeda dari sebelumnya, di mana minyak goreng menjadi barang yang sangat langka di saat harga minyak goreng masih stabil.

Kini masyarakat banyak yang beralih menggunakan minyak goreng curah.

*Siti Nur Sa’adah, Mahasiswi FE Manajemen Univ Wahid Hasyim

Related Articles

Back to top button