Ekonomi & BisnisTeknologi

Mulai 2020 Beli Bensin Tak Pakai Uang Tunai Lagi

ENERGIBANGSA.ID – Sebuah terobosan PT Pertamina (Persero) di tahun 2020 dalam proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Hal ini berkaca pada kesalahan tahun 2019 dimana BBM subsidi mengalami kelebihan kuota alias jebol, karena subsidi tidak tepat sasaran.

“Program kita fokus di 2020 distribusi atau penjualan (BBM subsidi) kepada pihak yang lebih tepat sasaran,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati di Gedung BPH Migas, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penerapan transaksi non tunai di seluruh Stasiun Pengisian Baham Bakar Minyak (SPBU) yang dikelola Pertamina.

Nantinya, setiap SPBU akan dilengkapi dengan Electronic Data Capture (EDC) agar pembayaran bisa dilakukan secara elektronik menggunakan uang elektronik atau kartu debit dan kartu pembayaran lainnya.

Selain kartu, lanjut Nike, pembayaran non tunai bisa juga dilakukan melalui aplikasi dompet digital seperti LinkAja, e-payment dan bank yang bekerjasama dengan Pertamina.

“Ada LinkAja, e-payment dan kita sudah koordinasi dengan perbankan untuk support,” ungkapnya.

Selain pembayaran non-tunai, data yang terekam dalam EDC juga bisa memberi gambaran siapa konsumen yang melakukan transaksi pembelian BBM sehingga ke depannya akan lebih mudah melakukan pengawasan dan seleksi siapa saja yang bisa membeli BBM bersubsidi.

“Kita akan mendorong menggunakan cashless payment untuk di seluruh transaksi (pembelian bensin) di SPBU,” sebutnya.

Dengan cara ini, diharapkan penyaluran BBM bisa lebih tepat sasaran dan memastikan kuota penyaluran BBM tak jebol lagi seperti yang terjadi di 2019.

Digitalitasi SPBU

Di tempat terpisah, Dimas Ahmad Rizal, seorang praktisi IT dan pelaku StartUp digital di Semarang berpendapat bahwa apa yang dilakukan Pertamina ada di jalan yang benar, karena Pertamina butuh big data untuk dianalisa.

Jika pembelian menggunakan sistem aplikasi, ada beberapa keuntungan bagi Pertamina dalam mengamati perilaku konsumennya.

“dari sana bisa dilihat, apakah pembeli bensin premium dan pertalite sesuai dengan kriteria penerima subsidi atau tidak,” jelasnya.

Dimas berharap semoga di tahun 2020 ini, digitalisasi SPBU bisa lebih optimal. Apalagi sekarang sudah ada StartUp Maxiaga yang siap berkolaborasi dengan Pertamina untuk request delivery order pembelian BBM secara online.

Related Articles

Back to top button