Religius

Mualaf Ini Dulunya Menentang Islam!

ENERGIBANGSA.ID – Ketika dirinya masih berusia 19 tahun, Khawlah binti Yahya mempelajari semua buku-buku agama, ia pun mengaku bahwa pembelajaran tersebut dilakukan untuk mencari kebenaran dan tidak mengguncang imannya.

Ilustrasi (sumber: Instagram/ mekke_medinetr)

Salah satunya ia mempelajari Al Quran, awalnya ia menyukai beberapa ayat namun ia merasa masih banyak hal yang belum ia mengerti sehingga ia merasa bahwa Al Quran sebagai pilihannya.

Empat tahun setelahnya, ia sednag berbincang dengan kawan Muslimnya dan ia sempat menegaskan dirinya tidak akan menjadi Muslim. Temannya pun mengingatkan untuk “Never say Never”.

Hingga suatu hari, ia menyimpan buku kecil teman Muslimnya dan mengalami mimpi buruk, setelah ia terbangun ia mendapatkan buku teman Muslimnya yang ia simpan dan lembaran buku kecil yang ia buka secara acak langsung mendefinisikan mengenai mimpi buruk.

“Itu adalah Benteng Muslim, sebuah buku doa Islam, dan sambil memegangnya erat-erat di dadaku, aku berlari kembali ke tempat tidur dan menyalakan lampu di samping tempat tidurku,” ungkap Khawlah.

Keesokannya saat temannya meminta untuk ditemani datang kajian Islam, Khawlah sempat melihat sosok perempuan yang mimrip dengan Ibunya hanya saja ia dibalut dengan hijab. Setalah itu, dirinya menjadi antusias mengikuti kajian Islam.

Dari situlah dirinya mulai giat mempelajari Islam dan menghadiri kajian. Hingga suatu sore ketika ia merasakan perasaan sadar yang luar biasa, ia mengucapkan 2 kalimat syahadat dan ia memutuskan untuk berhijab.

Setelah berhijab, ia pun kehilangan pekerjaannya entah mengapa ia merasa damai, akhirnya ia menerima dan rehat ke Inggris selama 1 tahun. Kini ia mendirikan organisasi Islam salah satunya bernama “SISTER”.

Ia mendirikannya dengan tujuan mendukung perempuan yang membutuhkan dan agar diberi kesmepatan mengajar Quran, studi Islam dan menerbitkan buku maupun artikel mengenai Islam.

“Saya masih, dengan rendah hati merasa ini adalah jawaban atas permohonan yang saya ulangi dan ulangi ketika saya masuk Islam. Jangan pernah bilang tidak akan pernah pada Islam.” jelasnya.(dhanti/EB/republika)

Related Articles

Back to top button