Teknologi

Motor Terbang, Dikonsep Orang Jawa Dibuat Orang Amerika Dijual di Dubai

ENERGIBANGSA.ID – Sebagaimana kita ketahui bersama, kemacetan jalanan kini tidak hanya milik Jakarta dan Bandung saja, tapi juga sudah menular di sejumlah kota-kota lainnya. Pertanyaannya, seberapa sabar kita menghadapi kemacetan di jalanan Indonesia?

Rata-rata orang Indonesia mau menghadapi kenyataan bahwa jalanan macet dengan segala resikonya, hanya saja mungkin dengan sedikit menahan emosi.

Solusinya kini sudah ada, ada motor terbang lho sobat energi. Yak, benar-benar kendaraan yang bisa terbang di udara dan mampu melawan kemacetan jalan raya.

Para inovator motor terbang ini tergabung dalam perusahaan bernama Hoversurf USA. Perusahaan ini didirikan oleh warga negara Rusia, Alex Atamanov.

Perusahaan ini melakukan pengembangan dan pembuatan sepeda motor terbang pertama yang dipasarkan secara massal di dunia. Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan ini selama bertahun-tahun telah menghasilkan motor yang disebut Hoverbike S3.

Pada tahun 2017, Hoverbike mengirimkan Hoverbike pertama mereka kepada polisi Dubai, di mana para petugas memulai latihan penggunaannya tahun lalu. Rencananya sepeda motor terbang ini akan dijual di pasar pada tahun 2020 ini.

Dikonsep Orang Jawa

Yanuar Aris Budiarto, praktisi StartUp otomotif Maxiaga berpendapat bahwa teknologi kendaraan terbang seperti itu sudah diproyeksikan orang Jawa sejak puluhan tahun yang lalu.

“sejak jaman dulu di Jawa sudah ada istilah motor mabur, itu artinya orang Jawa sudah bisa melihat konsep otomotif masa depan,” jelasnya.

“jadi motor terbang itu dikonsep awalnya oleh orang Jawa, dirancang oleh orang Amerika, lalu dijual di Dubay,” lanjutnya.

Motor ini dibangun dengan body monokok berbahan karbon sebagai platform yang menopang empat baling-baling, komputer, dan paket baterai.

Spesifikasi Motor Terbang

Motor terbang yang dinamai Hoverbike itu memiliki daya baterai 12,3 kWh yang dapat menampung cukup listrik untuk selama 40 menit dalam mode drone.

Ketika ditunggangi oleh manusia durasinya turun menjadi hanya 10 hingga 25 menit, tergantung pada berat pengendara dan kondisi cuaca. Baterai dapat diisi ulang melalui sistem pengisian portabel dalam waktu sekitar 2,5 jam.

Baterai Hoverbike mengirimkan tenaganya ke empat motor yang terpasang pada motor tersebut. Masing-masing motor memiliki daya 33 kW yang digunakan sepenuhnya memutar baling-baling karbon berbilah 3. Putaran dari baling-baling akan memberikan dorongan sebesar 364 kg.

Combo baterai, motor, dan baling-baling ini cukup kuat untuk terbang setinggi 5 meter. Ukuran tinggi tersebut merupakan rekomendasi dan aturan dari pabrik, tetapi Hoversurf mengatakan itu bisa ditentukan sendiri oleh pengendaranya apakah ingin lebih tinggi atau lebih rendah sesuai kenyamanan.

Setelah mengudara, hoverbike dapat mencapai kecepatan tertinggi 96 km/jam. Saat berada di udara, stabilitas Hoverbike dijaga oleh desain mesin dan komputer yang terpasang. LIDAR yang berfungsi di berbagai cuaca juga terpasang sebagai bantuan navigasi saat berkendara.

Resiko Terbang

Dilansir dari oto.detik.com, jika terjadi kesalahan saat beroperasi, Hoverbike memiliki tiga sistem keamanan untuk mengurangi risiko fatalitas. Yang pertama adalah pendaratan darurat, memberikan peringatan suara dan visual, dan melakukan penyaringan anti-gangguan.

Sistem keamanan mekanis hanyalah saklar yang bertujuan untuk mematikan Hoverbike. Jika itu motor ini benar-benar akan jatuh, beberapa sistem keselamatan pasif dapat membantu menyelamatkan nyawa seperti, zona deformasi, power fences, dan perangkat pelindung pengendara.

Seperti yang dikatakan, Hoverbike saat ini sudah mulai beroperasi di Dubai, di mana polisi setempat dilatih untuk menggunakannya. Pada tahun ini, penjualan ke warga sipil di Amerika akan dimulai, tetapi untuk mendapatkannya mereka harus melewati latihan terlebih dahulu.

Hoverbike dibanderol dengan harga yang tidak murah. Setiap unitnya akan merogoh kocek Anda sebesar USD 150 ribu atau Rp 2,1 miliar. Selain itu aturan dan regulasi atas penggunaan kendaraan ini masih belum jelas.

Kira-kira nanti kalau naik motor terbang ini mesti pake SIM A, SIM C, atau ada SIM baru ya, sobat energi ?

Related Articles

Back to top button