fbpx
Ekonomi & BisnisKabar IndonesiaNasionalTeknologi

Mohammad Saleh Upayakan Pedagang Pasar Siap Hadapi Digitalisasi Pasar Tradisional

ENERGIBANGSA.id – Dari waktu ke waktu jumlah pengunjung pasar tradisional terus menurun.Terakhir pada 2018 penurunan pengunjung mencapai 20 persen. Pertumbuhan toko modern, keberadaan tukang sayur keliling, dan perdagangan online menjadi penyebab penurunan tersebut.

Di satu sisi, Pemerintah sudah mentargetkan 500 pasar tradisional untuk di-digital-kan, namun di sisi lain pedagang konvensional banyak yang belum akrab dengan teknologi digital.

Politisi Golkar, Mohammad Saleh, ST yang juga merupakan Ketua Harian Paguyuban Pedagang Pasar Semarang menyatakan bahwa kecenderungan e-commerce sudah semakin tinggi, kami akan mengupayakan cara agar pedagang di pasar tradisional ini melek teknologi digital

“khawatirnya nanti program pemerintah dalam digitalisasi pasar itu cuma buang-buang duit saja, karena pedagang pasar nggak bener-bener paham teknis operasional dan pola manajemen dagang di ecommerce itu kayak gimana,” ujar pria yang akrab disapa Bang Saleh itu kepada EnergiBangsa.id

Menurut Mohammad Saleh, meskipun program digitalisasi pasar tradisional itu baru di tahapan cashless atau pembayaran non-tunai, namun pedagang pasar tetap butuh pendampingan dan pelatihan agar tidak shock culture dari kebiasaan konvensional ke digital.

“ke depannya nanti kan nggak cuma chasless aja, apalagi digitalisasi ekonomi ini sebuah keniscayaan ya, sebab kecenderungan konsumen pada e-commerce sudah makin tinggi,” lanjut pria yang juga merupakan Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar se-Jateng itu.

Rencananya Bang Saleh akan #bergerakbersama dengan startUp digital di bidang ecommerce enabler di Semarang, agar pedagang di pasar tradisional ini melek teknologi digital. “syukur-syukur malah StartUp digital tersebut bisa menjadi e-commerce enabler bagi mereka (pedagang pasar) dan bisa mengakomodir semua manajemen operasional di platform digital,” pungkasnya. (red)

Related Articles

Back to top button