fbpx
Ekonomi & BisnisKabar Indonesia

Mohammad Saleh Tunaikan Janji Kawal Digitalisasi Pasar

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) –  Menurunnya jumlah pengunjung ke pasar tradisional mendapat perhatian khusus dari Mohammad Saleh, ST. Politisi yang juga merupakan Ketua Harian Pedagang Pasar itu menyadari dari waktu ke waktu jumlah pengunjung pasar tradisional terus menurun.

Terakhir pada 2018 penurunan pengunjung mencapai 20 persen, pada 2019 lebih dari 20 persen.

“Apalagi 2020 ini, semua terkena dampak pandemi covid-19,” ujarnya pada tim energibangsa.id pada Kamis, (6/8/2020) di Jalan Pahlawan Semarang.

Bang Saleh saat menunjukkan aplikasi pasar digital resmi milik Asosiasi Pedagang Pasar

Mohammad Saleh ST menyebut pertumbuhan minimarket toko modern, keberadaan tukang sayur keliling, dan perdagangan online menjadi penyebab penurunan tersebut.

“Saya khawatir jika digitalisasi transaksi pasar yang dilakukan Pemerintah tidak diimbangi dengan kemampuan pedagang untuk mengeksekusinya,” terang Mohammad Saleh ST.

Di satu sisi, Pemerintah sudah mentargetkan 500 pasar tradisional untuk di-digital-kan, namun di sisi lain Saleh memahami bahwa pedagang konvensional banyak yang belum akrab dengan teknologi digital.

Tunaikan Janji Kampanye

Muhammad Saleh ST mengakui bahwa pasar adalah wilayah Komisi B. Namun ia berkomitmen untuk menunaikan janji semasa kampanye dulu.

“meskipun secara tugas legislatif, ini bukan wilayah saya (di komisi A), tapi saat kampanye dulu saya sudah terlanjut punya janji pada pedagang pasar untuk mengupayakan cara agar pedagang di pasar tradisional ini melek teknologi digital,” kisahnya pada energibangsa.id

Puncaknya, saat ia bersama H. Suwanto SE MM; Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) untuk wilayah Jawa Tengah, melakukan audiensi kepada Walikota Semarang terkait digitalisasi pasar di Semarang, pada Rabu 5/8/2020 kemarin.

Walikota Semarang, Ketua APPSI Jateng, beserta para pelaku industri ekonomi digital

Menurut Mohammad Saleh, meskipun program digitalisasi pasar tradisional itu baru di tahapan cashless atau pembayaran non-tunai, namun pedagang pasar tetap butuh pendampingan dan pelatihan agar tidak shock culture dari kebiasaan konvensional ke digital.

Ketua APPSI Jawa Tengah, H. Suwanto SE MM menjelaskan bahwa pasar rakyat merupakan unsur vital bagi perdagangan dan merupakan bagian aktivitas sehari-hari masyarakat.

Untuk itu, pola-pola konvensional yang dilakukan di pasar sebelum pandemi harus segera disesuaikan dengan pola-pola kehidupan normal baru.

Suwanto juga menuturkan bahwa digitalisasi pasar rakyat harus dipahami sebagai tuntutan zaman, bukan lagi hanya kebutuhan pada saat pandemi Covid-19.

“Apalagi saat pandemi seperti ini, digitalisasi pasar rakyat harus dilakukan. Diharapkan sektor swasta dapat bersinergi dengan pemerintah mendukung program digitalisasi pasar ini,” jelas Suwanto SE.

“maka dari itu APPSI bekerjasama dengan anak-anak muda pelaku startUp digital untuk membuat platform marketplace resmi dari APPSI, namanya Tajeer.id,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button