fbpx
Kisah Misteri

Mistis: Bersenggama dengan Makhluk Halus?

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Cerita ini dikisahkan oleh seorang kenalan saya, Pak Puspo. Ia waktu itu berusia 60 tahun, mantan pegawai sebuah penginapan yang beralamat di Jalan Prawirotaman Yogyakarta.

Mistis: Bersenggama dengan Makhluk Halus?

Ilustrasi Genderuwo (Sumber: viva.co.id)

Saya bertemu Pak Puspo saat masih bekerja sebagai karyawan rumah sakit di Jogja, tahun 2002. Karena posisi saya marketing, maka tugas saya menjalin kerjasama kemitraan dengan hotel-hotel dan  penginapan di sekitar Yogyakarta agar dapat bermitra dengan rumah sakit saya.

Disela-sela kesibukan, Pak Puspo mengisahkan sebuah cerita menggairahkan sekaligus membuat merinding. Ia menjelaskan waktu kejadian di sekitar tahun 80-an. Yang saya ingat, Pak Puspo menceritakan kejadian yang dialaminya selama tiga hari secara berturut-berturut.

Waktu itu, Pak Puspo bertugas sebagai penerima tamu (recepsionis) juga sekaligus sebagai penjaga malam. Setiap malam ia melepas lelah di kamar paling belakang, penginapan itu. Tidak diketahui secara pasti kapan gedung penginapan itu dibangunnya. Tapi memang nampak sebagai bangunan tua.

Pada suatu malam, sekitar setengah 1, Pak Puspo beranjak ke kamar untuk istirahat. Dengan cepat ia merebahkan badannya yang benar-benar capek seharian kerja di bed yang empuk. Karena capek, ia lupa tak menutup pintu kamarnya itu.

Antara sadar dan tidak sadar, Pak Puspo melihat sekelibat bayangan perempuan melalui celah pintu yang setengah tertutup itu. Ia kaget, karena tamu perempuan yang menginap berperawakan agak gemuk. Tapi ini lain, wanita yang lewat justru berambut panjang hingga sepinggang dan perawakannya tinggi.

“Sempat kaget, memang. Tapi aku tak menggubrisnya, saya cuek dan langsung lanjut tidur”, cerita Pak Puspo dengan semangat.

Malam berikutnya, Pak Puspo tidur pukul 12 malam. Ia segera beranjak tidur dan lagi-lagi membiarkan pintu kamarnya setengah terbuka. Seperti malam lalu, Pak Puspo kembali menemukan bayangan perempuan yang dilihatnya malam lalu.

Dia mulai bertanya-tanya, siapa sebenarnya sosok perempuan yang ‘seliweran’ di dekat kamarnya. Pak Puspo pun tertidur pulas hingga merasakan ada yang menyentuh kakinya. Dengan sambil tiduran Pak Puspo kaget bukan kepalang! Rupanya ada sesosok wanita cantik dengan rambut terurai duduk di sebelah kakinya.

“Wajahnya cantik sekali, mas. Tapi emang wajahnya agak pucat. Baunya wangi sekali, tapi tidak menyengat”, cerita Pak Puspo.

“Wanita itu hanya tersenyum manis, kemudian pergi. Tapi anehnya, saya juga tidak takut sama sekali”, paparnya.

Pada malam ketiga, Pak Puspo merasa penasaran dengan kejadian dua malam berturut-turut. Ia sengaja tidur lebih awal, jam 23 ia mulai tidur. Ia satu jam menunggu namun tak kunjung datang. Satu jam menunggu akhirnya Pak Puspo tertidur.

Pukul 01 malam, Pak Puspo kembali dibangunkan sentuhan lembut pada kakinya. Sontak, Pak Puspo bangun dan melihat sosok perempuan cantik yang kemarin menghampirinya.

“Wanita itu senyum kemudian dengan lembutnya memijit kaki saya”, papar Pak Puspo.

Lebih lanjut ia bercerita, “agak lama dipijit dan sentuhannya lembut sekali. Saya belum pernah dipijit seenak ini”, tuturnya.

“Saya juga diem saja, karena memang enak sekali pijatannya” imbuhnya.

Setelah lama memijit, perempuan itu tidur di samping Pak Puspo. Kali ini mulai membuat rangsangan layaknya bercinta sepasang suami-istri. Singkat cerita, perempuan  itu melakukan hubungan badan dengan Pak Puspo.

“Mas rasanya lain, nggak seperti dengan istri saya. Ini rasanya lembut, hangat pokoknya. Saya tak pernah merasa senikmat ini sebelumnya”, kata Pak Puspo dengan semangat.

Kejadian itu berulang-ulang kali, mungkin lebih dari 5 kali. Pak Puspo sendiri lupa menghitungnya; berapa kali dirinya tidur bersama dengan wanita itu.

Suatu malam setelah kejadian, Pak Puspo menantikan malam-malam indah tersebut terulang kembali. Namun apa yang terjadi?

Waktu menunjukkan pukul setengah 2 dini hari. Ia mencium bau anyir, tidak enak dan bikin mual. Pak Puspo bertanya-tanya, bau apa sebenarnya itu? Tapi tak lama kemudian datang sosok besar, berbulu hitam, lebat, dan bermata merah. Kukunya juga panjang.

“Ia menunjuk ke arah saya, mas. Menakutkan! Lalu ia mencekik leher saya”, aku Pak Puspo.

Pak Puspo menyebutnya sebagai “Genderuwo”. Sosok besar itu juga mencekik leher Pak Puspo dan nyaris tak bisa bernafas. Sontak, ia membaca doa sebisanya. Dan hasilnya, tangan Genderuwo itu bisa terlepas dari lehernya.

Tak lama, sosok besar dengan mata merah itu tiba-tiba menghilang. Pak Puspo merasa sangat lemas, tergeletak dilantai. Ia menyebut, semua berkat kekuasaan Tuhan. “Alhamdulillah banget mas, Tuhan masih sayang sama saya”, pungkasnya. (irfantaufik/wattpad.com).

Related Articles

Back to top button