Essai

Metamorfosis Ala Hatake Kakashi

ENERGIBANGSA.ID – Siapa yang tak mengetahui sang legenda ninja dari Desa Konoha ini? Ya, Hatake Kakashi.

Hatake kakashi adalah Hokage ke enam Desa Konoha.

Hatake kakashi merupakan anak dari Hatake Sakumo, seorang ninja elite dari Desa Konoha.

Sejak masih bocah Kakashi ini adalah anak yang jenius jadi jonin termuda di angkatannya dan jadi anbhu dalam usia masih bocah, namun kepribadiannya bertolak belakang dari bakat ninjanya.

Kakashi kecil ini orang yang ketus dan berdarah dingin. Bahkan ia tidak menurut pada senior-seniornya.

Suatu ketika ada suatu hal yang mengubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik, yaitu saat dia kehilangan dua teman se timnya, yaitu Rin dan Obito Uchiha.

Kehilangan dua teman se tim nya merupakan hal yang begitu berat bagi kakashi kecil ini sehingga ia berintrospeksi diri agar menjadi orang yang lebih baik.

Dari menjadi seorang guru shinobi yang mengajar Naruto, Sasuke dan Sakura hingga menjadi Hokage, semua ia pernah lalui dengan berbagai macam tantangan.

Seperti halnya Hokage ke-6 Hatake kakashi, kita sering kali menemukan ganjalan-ganjalan hidup.

Sering kali kita anggap sebagai masalah. Ya emang namanya masalah sih.

Sedikit dari kita yang mau belajar dari ganjalan-ganjalan hidup tersebut.

Misalnya kita yang terlalu ga enakan sama orang lain, ada saatnya pula kita harus belajar dan mengubah diri kita menjadi pribadi yang tidak begitu peduli omongan orang lain.

Selain itu apa yang menjadi masa lalu kita sebagai pengalaman bisa kita jadikan sebagai tambahan panduan untuk menghadapi apa yang akan terjadi.

Misalnya nih, di masa lalu kita pernah kehilangan apa yang kita sukai baik pekerjaan, barang, mobil mewah, atau mantan.

Kita bisa belajar dari hal tersebut untuk menjadikan diri lebih baik lagi.

Ada pula orang yang sering mengolok-ngolok kita saat kita hendak berkembang, namun ya menurut saya abaikan saja.

Nikmati proses sesuai apa yang kita bisa, dan jangan terlalu mendengarkan omongan orang lain.

Metamorfosis pada diri manusia masing-masing berbeda. Semua itu tergantung pilihan masing-masing.

Ada yang dulu ga enakan, eh sekarang jadi orang yang “tegaan” mungkin saja di masa lalu dia pernah ada hal yang kurang berkenan dan berusaha untuk berubah.

Ada yang dulu sering di-bully, sekarang menjadi pribadi yang tertutup dan berkomunikasi sewajarnya saja.

Ada pula yang dulu terlalu kepo urusan orang lain kemudian ia berubah karena mengetahui hal tersebut tidak baik.

Sekali lagi metamorfosis tiap orang itu berbeda dan semua itu pilihan masing-masing.

Apa yang menurut kita baik, tidak toxic dan tidak melanggar hukum agama/negara.

Menurut saya keputusan tersebut baik-baik saja karena sekali lagi.

Salah satu pembentuk dari kepribadian manusia adalah dari pengalaman itu sendiri.

Oleh : Ary Senpai
(Penggiat pendidikan, graphic designer, koordinator Lazis Baiturrahman Wilayah Kab Grobogan penulis buku Sekolah Membunuhmu)

Related Articles

Back to top button