fbpx
EssaiKolom

Messi, Qatar, dan Visi 2030

ENERGIBANGSA.ID – Messi dan Barcelona baru saja berpisah dengan dramatis. Kita semua sepakat bahwa kepergian messi didasari oleh persoalan Gaji. Meskipun messi telah memberikan penawaran untuk mengurangi gajinya sebanyak 50 % dari kontrak semula, tapi Barcelona tidak bergeming.

Bukan karena Messi sudah tidak dibutuhkan lagi, namun ada entitas besar yang “lebih” membutuhkan messi daripada Barcelona. Setelah pengumuman status Free transfernya, Messi kemudian diberitakan berlabuh ke PSG.

Klub kaya milik Qatar Sports Investment itu berani membayar messi dengan gaji 679/milliar untuk 1 tahun. Jumlah tersebut terbilang sangat tinggi untuk pemain dengan umur yang tidak lagi muda seperti Messi.

Namun, kenapa PSG masih royal?! Pastinya ini tidak hanya kepentingan Prestasi semata. Saya melihat ini dengan frame yang jauh jauh jauh lebih luas dari pada sekedar kepentingan bisnis sepakbola.

Saya menggunakan kata “Jauh” sebanyak tiga kali untuk menggambarkan bahwa ini memang demikian sangat luas. Bukan PSG yang berkepentingan terhadap Messi. Tapi Qatar lah sebenarnya yang memiliki alasan paling kuat.

Qatar adalah negara super kaya yang pendapatan terbesarnya berasal dari Minyak dan Gas bumi. Menurut penelitian, Gas dan Bumi di Qatar akan habis hingga 54 tahun kedepan.

Mau tidak mau, Qatar harus menggunakan segala daya dan upaya untuk merubah bisnis model negara mereka sebelum energinya benar-benar habis.

Soft Power

Semua ini termaktub dalam Visi Qatar 2030. Menurut Joseph Nye dalam bukunya “Soft Power: The Means To Success In World Politics” mengemukakan bahwa Soft Power adalah senjata paling mutakhir untuk mewujudkan Nation Branding.

Nation Branding diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan negara lain supaya dapat bekerjasama dengan mereka, menanamkan nilai-nilai mereka, dan menyebarkan pengaruh mereka diseluruh dunia.

Sepakbola, adalah salah satu item Qatar dalam mewujudkan Nation Branding. lagi-lagi ini juga termaktub kedalam Visi Qatar 2030. Bukan saya yang mengada-ada. Melalui Qatar Sports Investment, perlahan namun pasti Qatar sudah menanamkan nama mereka di industri sepakbola sejak 1 dekade lalu.

PSG yang awalnya hanya klub yang biasa saja, dalam waktu singkat sudah menjadi klub sepakbola nomer 5 terkaya diseluruh dunia. Sebagai bukti bahwa Qatar memang sedang tidak main-main membangun Nation Branding.

Sepakbola hanya 1 dari banyak fragmen yang coba dibangun Qatar untuk menumbuhkan kepercayaan diseluruh dunia dalam mewujudkan kepentingan negara mereka. Konversi bisnis harus segera diwujudkan sebelum energi Qatar benar-benar habis.

Jika citra baik ini terus dan terus ditunjukkan, nanti nya mata dunia akan mengarah kepada mereka. “Siapa sih yang tidak ingin berbisnis dengan Sultan?”.

Jadi sebenarnya kepergian Messi dari Barcelona dan bergabung ke PSG tidak lah se dramatis yang kita kira. Akan lebih dramatis, jika kita bisa melihat dan mengambil pelajaran dari upaya Negara Qatar dalam mengkonversi model bisnisnya.

Sadar, bahwa kue yang mereka miliki saat ini tidaklah abadi, mereka tidak menjatuhkan diri kedalam Zona Nyaman. Qatar secara ekspansif membangun jati diri mereka supaya nanti dapat diterima untuk memainkan peran lebih banyak dikancah ekonomi dunia.

Apa yang dilakukan Qatar sebenarnya dapat kita terapkan dalam keseharian kita sendiri. Tentang bagaimana membangun visi pribadi, visi keluarga, visi organisasi, dan bahkan Visi Negara kita.

“Jangan pernah puas berada di zona Nyaman. Karena ketidakpastian itu sendiri merupakan hal yang pasti terjadi.”

Brian Fadli Fahmi, praktisi branding, alumnus Hubungan Internasional Universitas Andalas.

Related Articles

Back to top button