Kesehatan

Meski Belum Ada Obatnya, Tapi Pasien Positif Corona Bisa Sembuh, Begini Caranya!

ENERGIBANGSA.ID, JAKARTA– Ada kabar baik datang dari para pasien yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona jenis baru, SARS-COV2, penyebab Covid-19, di Indonesia

Kabar baik itu adalah, sebanyak 5 pasien positif Covid-19 di Indonesia telah sembuh dan diizinkan pulang ke rumah. Dilansir dari kontan.co.id, secara global, angka kesembuhan pasien positif virus corona di dunia juga relatif tinggi. Angka kesembuhan lebih dari 50% dari total angka terinfeksi.

Hal ini memberikan semangat dan optimisme bahwa di Indonesia, virus corona juga bisa dikalahkan, meski hingga kini belum ada obat atau vaksin untuk mengatasi virus ini.

Lalu, apa kunci kesembuhan para pasien yang sebelumnya dinyatakan terinfeksi virus corona? Achmad Yurianto, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona mengatakan, kuncinya hanya satu yaitu imunitas tubuh.

Yuri mengingatkan, hanya imunitas tubuh yang dapat menangkal semua jenis virus, termasuk virus corona.

Oleh karena itu, hingga saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk pasien positif virus corona hanya melalui pengobatan secara umum. “Jadi imun itu cuma baik dan buruk, kalau baik ya mempercepat kesembuhannya,” ujar Yuri.

Sebelumnya, dalam sejumlah kesempatan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga selalu mengingatkan masyarakat untuk menjaga imunitas tubuh.

Ia menekankan, tak ada yang lebih ampuh menangkal virus corona selain imunitas tubuh yang kuat.

“Tidak ada di dunia ini yang lebih hebat (menangkal virus corona), lebih bagus, kecuali imunitas tubuh kita sendiri,” kata Terawan, seperti diberitakan Kompas.com, Selasa (3/3).

Bagaimana setelah dinyatakan sembuh?

Pasien yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi SARS-COV2 harus melakukan self isolated atau mengisolasi diri setibanya di rumah. Yuri mengatakan, pasien sembuh itu harus menggunakan masker walau pun di dalam rumah, menjaga kondisi kesehatannya, dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama dengan keluarganya yang lain. “Anggota keluarga yang lain tidak masalah jika tidak menggunakan masker, kan semula yang pernah sakit si pasien,” kata Yuri.

Dia mengatakan, tidak ada keharusan mereka yang dinyatakan sembuh untuk menjalani tes lagi. Namun, yang bersangkutan harus melakukan kontrol ke rumahsakit sesuai yang ditentukan.

“Kalau sudah tidak ada keluhan ya tidak akan dites lagi. Kan sebelumnya sudah 2 kali dites dan hasilnya negatif. Semua pasien yang lepas perawatan itu masih kontrol ke rumahsakit,” ujar Yuri.

Related Articles

Back to top button