Kabar Indonesia

Menyikapi Kasus Garuda Indonesia, Bagaimana Aturan Penggunaan Gawai dalam Pesawat?

ENERGIBANGSA.ID – Rius Vernandes, seorang YouTuber asal Indonesia dilaporkan oleh maskapai Garuda Indonesia setelah foto yang dia unggah ke media sosial menjadi viral. Dalam foto tersebut, Rius mempublikasikan menu makanan yang ditawarkan oleh Garuda dalam secarik kertas biasa kepada para pengikutnya.

Menanggapi hal tersebut, Serikat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang diwakili oleh Tomy Tampatty selaku Ketua Harian melaporkan unggahan Rius ke pihak berwajib. Menurutnya, foto tersebut dinilai merugikan dan mencemarkan nama baik perseroan berlogo burung garuda itu.

Tak hanya sampai di situ, pihak maskapai Garuda Indonesia kemudian mengeluarkan surat pemberitahuan kepada publik yang berisi larangan melakukan dokumentasi di dalam pesawat Garuda Indonesia. Baik menggunakan perangkat ponsel, kamera, atau alat lainnya kecuali telah mendapat izin dari pihak manajemen.

Beragam reaksi dari masyarakat dilontarkan di media sosial setelah surat ini dirilis. Lantas, sebenarnya bagaimana sih aturan penggunaan gawai dalam pesawat terbang?

Di Indonesia terdapat larangan penggunaan gawai di pesawat sesuai dengan instruksi dari Direktur Keselamatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara. Melalui surat bernomor AU/4357/DKP.0975/2003, larangan tersebut tegas dinyatakan dalam empat pasal. Penggunaan gawai dikhawatirkan dapat menganggu penerbangan karena adanya frekuensi radio yang terpancar.

Namun hal tersebut dianggap sudah tidak selaras dengan keadaan saat ini. Dilansir oleh Energi Bangsa dari laman The Sun, seorang pilot easy jet bernama Chris Foster menyatakan bahwa tidak ada keharusan bagi penumpang untuk mematikan gawainya ketika di dalam pesawat. Hal ini ia jelaskan karena perkembangan teknologi kini sudah sangat maju.

Menurutnya, penumpang tidak perlu khawatir sebab kontrol pesawat juga sudah sangat canggih, sehingga dapat meminimalkan risiko gangguan yang terjadi. Untuk kasus seperti ini, penumpang dapat mengaktifkan mode pesawat selama waktu penerbangan.

Hal tersebut disepakati pula oleh maskapai Citilink. Alih-alih melarang penumpangnya menggunakan gawai, maskapai berwarna hijau justru menyediakan layanan WiFi gratis di dalam pesawat. Dengan hal ini, Citilink memberikan akses kepada penumpang untuk dapat mengakses internet guna berkirim pesan atau membagikan momen yang tertangkap di dalam pesawat. Namun, penggunaan WiFi ini dibatasi pada saat-saat tertentu.

“Pada saat tertentu, saat taxing dan take off dan landing nggak boleh. Boleh pada saat tanda sabuk pengamanan sudah dimatikan atau dengan instruksi lainnya dari awak pesawat,” ujar Fitriansyah, Presdir Mahata Aeroteknologi.

Untuk menjaga keselamatan bersama saat melakukan penerbangan, ada baiknya kita ikuti aturan dari maskapai dan pihak yang terkait ya, Sobat Energi. Pakai gawai boleh kok, tapi jangan lupa ganti ke mode pesawat dulu, ya.

Related Articles

Back to top button