Pinjaman
Ekonomi & BisnisGaya Hidup

Mentok Harus Ngutang, Begini Cara Aman Dapat Pinjaman

0

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) – Dampak virus Corona tak dipungkiri lagi telah sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat di Indonesia. Pasalnya, mulai banyak orang yang memutuskan untuk berhutang karena terdorong badai PHK dan tak sedikit pula yang gajinya harus dipotong.

Pendapatan makin minim, memenuhi kebutuhan hidup makin sulit. Kalau sudah mentok, tak jarang utang dipilih banyak orang sebagai jalan keluar.

Jika memang dirasa perlu berhutang, hal pertama yang harus dipikirkan adalah tempat berhutang yang terpercaya. Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho menyarankan agar memilih sumber paling lunak apabila terpaksa harus berhutang.

Baca Juga :

Menurut Andy, berhutang kepada orang terdekat merupakan langkah yang paling aman, misal kepada teman, tetangga, atau kerabat dekat lainnya. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan dana segar dengan cepat sekaligus aman bagi yang berhutang.

“Kalau saran saya sih coba pinjaman yang paling lunak, keluarga, teman, tetangga. Mereka lebih aman, seandainya macet bayar, perlu negosiasi lagi mungkin mereka mau ngertiin. Tapi bukan jadi excuse (alasan) untuk tidak mau bayar lho ya,” kata Andy dikutip tim energibangsa.id dari detikcom, Minggu (6/9).

Dirinya mengatakan kalau bisa dalam berutang hindari rentenir ataupun pinjaman online. Keduanya menurut Andy memiliki skema yang sama. Renteiner ataupun Pinjaman online bisa memberikan dana segar sesuai keinginan, namun bunganya sangat besar.

Menurutnya, negosiasi juga menjadi hal yang sulit. Apabila macet bayar, yang berhutang bisa saja malah dikejar-kejar, tanpa ada negosiasi.

“Ya memang akan jadi godaan nih ke rentenir, atau pinjaman online. Karena kan kita bisa dapat dana segar dengan cepat sesuai keinginan, tapi ingat ada bunga tinggi di situ, kalau nggak bisa bayar tepat waktu juga bisa dikejar-kejar, baiknya itu benar-benar jadi alternatif terakhir,” kata Andy.

Kemudian dia mengatakan bagi yang memiliki kartu kredit bisa jadi opsi alternatif. Misalnya untuk membeli kebutuhan bulanan ke supermarket, bisa saja pilih ‘gesek’ kartu kredit dahulu.

Nantinya sambil mencari sumber pemasukan lain, bisa saja per bulannya membayar jumlah minimal terlebih dahulu.

“Bisa sih andelin kartu kredit, tapi hanya untuk kebutuhan sehari-hari dan dia bayar tagihan minimalnya tiap bulan. Kan kalau kartu kredit ada tagihan minimal, tapi tetap harus cari pemasukan lain, nggak bisa terjebak utang terus,” kata Andy.

Ia ustru kurang merekomendasikan untuk berhutang ke bank. Pasalnya syarat yang ditujukan cukup banyak. Salah satu yang sulit adalah menyiapkan jaminan yang cukup besar, misalnya sertifikat rumah. Pinjamannya pun tak bisa sedikit harus besar.

“Kalau di bank ini cukup sulit ya, karena dia kan pinjaman mesti besar, kalau buat sehari-hari malah kelebihan hutangnya. Belum lagi harus ada collateral di situ, cukup besar juga, misalnya BPKB motor ataupun sertifikat rumah,” kata Andy.

Di samping itu, dia mengatakan ada baiknya utang dijadikan opsi paling terakhir. Kalau bisa sebelum berutang, mencoba terlebih dahulu usaha yang minim modal, ataupun menjual atau menggadaikan barang untuk dapat dana segar.

“Ya mesti wajar dan dimaklumi kalau terpaksa, utang jangan jadi pilihan. Coba usaha dulu dapatkan pemasukan, atau bisa menjual atau menggadai barang,” tegas Andy. (buddy/EB).

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Dibuka 2021, Ini Bocoran Pembukaan Lowongan CPNS

Previous article

Yuk Lakukan Trik Ini Agar Anak Terbiasa Minum Air

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.