fbpx
Nasional

Menteri ESDM Desak Pertamina Percepat Gasifikasi Batu Bara, Simak Alasannya

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Dalam upaya untuk menekan impor LPG di Indonesia, Arifin Tasrif, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meminta pihak PT Pertamina (Persero) untuk mempercepat proyek gasifikasi batu bara yang dilakukan bersama dengan PT Bukit Asam (Persero) atau PTBA.

Proyek yang dibentuk oleh dua perusahaan tersebut juga menjadi salah satu upaya hilirisasi batu bara. Jika sesuai dengan rencana, proyek gasifikasi ini dapat menghasilkan synthesis gas (syngas) hingga Dimethyl Eter (DME) sebagai substitusi Liquid Petroleum Gas (LPG) rumah tangga.

“Pertamina dan Bukit Asam sedang melaksanakan suatu proyek untuk menghasilkan substitusi LPG, Dimethyl Eter (DME). Ini dihasilkan dari pemrosesan batubara berkalori rendah. Diharapkan kedepannya bisa masif dilakukan,” ujarnya dalam diskusi Primetime News di Metro TV, Senin (14/9).

Sebelumnya, Pertamina dan Bukit Asam telah menandatangani perjanjian kontrak kerja sama mengenai hilirisasi pada 20 Maret 2020. Dengan kerja sama ini nantinya Bukit Asam akan melakukan hilirisasi batubara menjadi metanol di area wilayah tambangnya untuk kemudian menyuplai sebanyak 1 juta ton per tahun ke Pertamina.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan nantinya Bukit Asam yang akan mengolah batu bara kalori rendah menjadi metanol untuk dipasok ke Pertamina. Hal ini dilakukan guna keperluan program Pertamina Gasoline A20.

Rencananya, produksi hilirisasi ini akan dimulai pada pertengahan hingga akhir 2024. Sebelumnya, kedua perusahaan ini akan bersama-sama untuk melakukan kajian pengembangan proyek serta studi kelayakan (feasibility study).

Hilirisasi batubara menjadi, etanol ini, lanjut Arifin, juga akan mendukung program pemerintah untuk mengurangi impor gasoline atau bensin Premium.

“Ini juga mencerminkan bahwa ketahanan energi nasional bersumber dari bahan-bahan baku yang didapat di lokal,” tandasnya. (EB/cnnindonesia).

Related Articles

Back to top button