fbpx
Gaya HidupRagam Bangsa

Menikah Muda, Yes or No?

ENERGIBANGSA.ID – Beberapa tahun terakhir ini fenomena nikah muda semakin banyak diminati oleh kalangan milenial. Ada yang mengaitkan dengan nilai dalam agama Islam guna menyempurnakan separuh agama dan menghindari zina. Ada pula yang menilai menikah muda layak dilakukan karena sama-sama sudah memiliki kecocokan dan kemapanan.

Sebagian besar kaum urban yang tinggal di perkotaan menilai pernikahan di usia muda dapat berakibat buruk karena secara psikologis mentalnya masih tergolong labil. Namun apakah kedewasaan dalam berumah-tangga bergantung pada usia?

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh The National Center for Health Statistics, pernikahan yang dilakukan di usia antara 12-21 tahun, 3x lebih banyak berakhir dengan perceraian dibandingkan dengan pasangan yang menikah di usia yang matang.

[Baca juga : Hasil Studi: Lelaki Berakhlaq Santri Lebih Disukai oleh Perempuan Indonesia]

Data pada tahun 2002 menunjukkan bahwa sebanyak 59% pernikahan wanita di bawah 18 tahun berakhir dengan perceraian dalam waktu 15 tahun menikah. Sedangkan dari wanita yang menikah di usia lebih dari 20 tahun, sebanyak 36% yang berakhir dengan perceraian.

Data statistik yang dihimpun Tim Energi Bangsa menunjukkan bahwa pda tahun 2000 rata-rata wanita menikah di usia 25 tahun. Pada usia tersebut, kebanyakan wanita telah menyelesaikan pendidikan, memiliki karir yang mapan, dan dapat hidup terpisah dari orang tua mereka.

Di sisi lain, Knot-Yet Report dari National Marriage Project 2013 mengungkapkan bahwa mereka yang menikah muda ternyata lebih bahagia dibanding orang-orang yang menunda pernikahan. Dengan menikah muda, pasangan akan berlatih bertanggungjawab lebih awal, rajin menabung untuk masa depan, dan menjadi lebih romantis.

Melihat fenomena nikah muda yang tengah marak ini, Sobat Energi pilih golongan yes atau no? Mau nikah muda atau nikah saat usia matang, yang jelas harus punya pasangan dulu, ya. Hehe.

Related Articles

Back to top button