fbpx
OtomotifRagam Bangsa

Mengupas KIA Timor; Mobil Nasional Pertama Indonesia

ENERGIBANGSA.ID – Jauh sebelum ide mobil nasional ESMEKA ada, pada era 1990 akhir Indoneisa sempat dikejutkan dengan hadirnya Timor, sedan kompak yang diklaim sebagai mobil nasional garapan PT. Timor Putra Nasional kepunyaan Tomy Soeharto.

Nama Timor’ adalah singkatan suku kata dari Tenaga/Teknologi Industri Mobil Rakyat.Apa hubungannya dengan KIA? bukannya Timor mobil nasional?

Betul, Timor adalah mobil nasional, namun sejatinya, sedan berkode S515 itu adalah sebuah sedan KIA Sephia.

Diresmikan tahun 1996–tiga tahun sebelum Pemegang Merek KIA Mobil Indonesia resmi didirikan di Indonesia.

Modifikasi khusus agar mobil ini punya ras Indonesia pastinya dilakukan, mulai dari setir kanan, pakai pelek baru dan mekanisme wiper yang dibuat menyesuaikan posisi setir di Indonesia.

KIA dipilih sebagai ‘mobil nasional’ kala itu karena cuma pabrikan Korea ini yang bersedia menjual sedan Sephia-nya itu tanpa logo alias kosongan.

Timor Putra Nasional

PT Timor Putra Nasional (TPN), umumnya dikenal sebagai Timor, adalah produsen mobil Indonesia yang beroperasi antara tahun 1996 dan 2000 yang didirikan oleh pengusaha Tommy Soeharto.

Perusahaan ini didirikan untuk menanggapi Instruksi Presiden (Inpres) tentang pengembangan industri mobil nasional. 

Pemerintah Indonesia kemudian menunjuk PT TPN sebagai satu-satunya ‘pionir mobil nasional’ saat itu.

Selama beroperasi, TPN mengimpor mobil buatan Kia Motors dari Korea Selatan, baik melalui jalur impor utuh maupun impor secara terurai.

Pada saat yang sama, TPN juga berencana membangun pabrik di Kawasan Industri Mandala Putra, CikampekJawa Barat. Pabrik senilai US$ 1 miliar itu direncanakan akan dibangun dan dioperasikan oleh PT Kia Timor Motors, perusahaan patungan yang dimiliki 70% oleh TPN dan 30% oleh Kia Motors dan akan memiliki kapasitas untuk memproduksi 50.000 mobil per tahun.[8]

PT TPN berencana untuk mengimpor 45.000 mobil per tahun,namun krisis finansial Asia pada tahun 1997 berdampak pada Timor dan Kia Motors.

Pada awal tahun 1998, 15.000 unit dari hampir 40.000 unit yang telah diimpor masih belum terjual di Jakarta, hanya 2.493 unit yang terjual pada tahun 1998 dibandingkan dengan 19.471 unit pada tahun sebelumnya.

Penurunan penjualan ini sejalan dengan penjualan mobil secara keseluruhan di Indonesia yang turun dari hampir 400.000 pada tahun 1997 menjadi sekitar 53.000 pada tahun 1998.

Selama kerusuhan Mei 1998 di pulau Jawa, banyak pemilik Timor yang melepas logo ‘T’ agar tidak menjadi sasaran pengunjuk rasa yang mengaitkan Timor dengan Soeharto.

mobil timor

Mobil Timor Diprotes Amerika, Jepang, dan dunia.

Jepang, Amerika Serikat, dan Uni Eropa memprotes program mobil nasional dan keistimewaan mobil Timor. Gugatan kemudian dibawa ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Program tersebut dinyatakan tidak sesuai dengan aturan WTO oleh Badan Penyelesaian Sengketa WTO pada tahun 1998 karena program mobil nasional ini melanggar perjanjian WTO tentang Subsidi dan Bea Imbalan yang menyebutkan bahwa pembebasan pajak merupakan subsidi harus bergantung pada penggunaan barang dalam negeri.

Akibatnya, Timor harus berhenti beroperasi berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No 20 1998 yang dikeluarkan pada 21 Januari 1998. TPN juga diperintahkan untuk membayar kembali pajak barang mewah yang belum dibayar dari saat mereka mengimpor mobil bebas pajak sebesar US$ 1,3 miliar.

Meskipun tidak aktif, TPN tidak dibubarkan atau pailit karena masih ada hingga saat ini dan kerap menghadapi berbagai tuntutan hukum, sebagian besar dengan pemerintah Indonesia.

Pintu Masuk KIA Motors

Beberapa tahun setelah PT TPN dipaksa harus menghentikan operasinya, pada tahun 2000, Kia Motors mempertimbangkan untuk menghidupkan kembali Timor dengan merestrukturisasi Timor Putra Nasional.[15] 

Kia berencana menanamkan modalnya ke TPN dan menyelesaikan pabrik Cikampek, dengan syarat dari Menteri Perdagangan Korea Selatan Han Duck-soo bahwa TPN harus bersih dari pengaruh Tommy Soeharto.[4] Investasi tersebut tidak terealisasi karena Kia menggunakan pabrik National Assemblers milik Indomobil untuk merakit mobil secara lokal.

Dealer yang masih memiliki ribuan mobil Timor yang belum terjual setelah krisis harus melakukan rebranding termasuk mengubah warna tema dealer sebagai upaya untuk menjauhkan anggapan kedekatan dengan Soeharto dan keluarga Cendana.

Pernah Populer

Mobil timor termasuk ke dalam jenis mobil sedan yang cukup laris di Indonesia pada era nya.

Namun seiring dengan perkembangan jaman, popularitas dair mobil ini semakin menurun.

Karena tanpa pajak, kala itu Timor langsung naik daun karena harga jualnya yang fantastis murahnya, yakni Rp 37 jutaan!

Bahkan, biar laku, sempat ada wacana kala itu kalau semua Pegawai Negeri Sipil harus membeli mobil tersebut.

Namun, bukan berarti kebijakan yang memaksa begitu jelek, karena kalau tidak dipaksa juga orang Indonesia mungkin sulit mendukung produk lokal,

Tapi di sisi lain, secara produk memang Timor juga layak digunakan, toh secara produk, mobil ini juga bagus kok dan punya durabilitas yang mumpuni.

Coba aja liat sekarang-sekarang ini, sedan Timor maupun Sephia ini masih banyak seliweran di jalanan raya Indonesia.

 Meskipun mobil ini sudah tak djual lagi, namun masih banyak pula orang-orang yang mencari mobil ini. Hal ini dikarenakan mesin mobil nya yang cukup bandel dan tangguh sehingga tak mudah mengalami kerusakan serta dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Bebas Pajak Pemerintah

Bisa jadi, melalui citra Timor ini jugalah, KIA Mobil Indonesia yang kala itu berdiri paca reformasi di Indonesia bisa sedikit dipercaya dan dilirik masyarakat karena ketangguhan sosok Timor.

Di pasaran sendiri, mobil ini tersedia dalam 2 tipe yaitu mobil timor DHOC dan mobil timor SHOC.  Tentunya setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Yang menariknya lagi saat awal peluncuran mobil ini, pemerintah membebaskan pajak mobil ini agar masyarakat dapat membeli produk mobil-mobil ini dibandingkan dengan mobil produksi luar negeri.

Mobil ini diproduksi langsung oleh PT Timor Putra Nasional yang penggunaan bahannya merupakan komponen-komponen lokal.

Nah berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai mobil timor SHOC dan DHOC serta kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Timor SHOC

SHOC atau Single Overhead Camshaft merupakan jenis mobil yang mesinnya hanya menggunakan satu camshaft saja. Perbedaan yang cukup mencolok dari SHOC dengan DHOC  terletak pada pembakarannya yang menggunakan karburator.

Dikutip dari showroommobil.co.id, berikut ini beberapa kelebihan serta kekurangan dari mobil timor SHOC.

  1. Sangat mudah pada saat mendeteksi berbagai macam kerusakan yang terjadi pada mobil tersebut.
  2. Harga sparepart nya jauh lebih murah dibandingkan dengan tipe DHOC.
  3. Tidak banyak sensor yang tertanam sehingga tidak membuat pengguna mobil kebingungan. (baca juga: Cara Merawat Kopling Mobil)
  4. Memiliki karburator serta ruang mesin yang lebih lapang karena mesin nya lebih kecil.
  5. Tidak terlalu banyak kabel-kabel yang terpasang pada mesin mobil.
  6. Mesinnya lebih sederhana, sehingga bila terjadi masalah akan lebih mudah teratasi.
  7. Aman ketika digunakan pada jalanan yang banjir karena tak banyak menggunakan sensor di dalamnya. (baca juga: Cara Memperbaiki CDI Mobil)
  8. Harga mobil ini cukup terjangkau, mobil ini dibanderol mulai dari 30 juta rupiah.

Kekurangan Mobil Timor SHOC

  1. Sparepart untuk sistem karburatonya sudah tidak diproduksi lagi, sehingga anda akan kesulitan untuk mencari penggantinya. (baca juga: Kelebihan dan Kekurangan Mobil Ertiga)
  2. Spare part lainnya seperti TVA, cover head dan lainnya sangat susah ditemukan.
  3. Tidak adanya lampu bagasi mobil. (baca juga: Penyebab Mobil Bergetar)
  4. Beberapa mobil SHOC tidak terdapat power window, sehingga anda harus menggunakan cara manual untuk membuka dan menutup jendela.
  5. Karena menggunakan satu camshaft saja, membuat mesin mobil ini lebih lambat pada saat dijalankan. (baca juga: Cara Membersihkan Velg Mobil)

Kelebihan Mobil Timor DHOC

Mobil timor tipe DHOC merupakan mobil dengan kelas yang paling tinggi di Mobil Timor, hal ini dikarenakan fitur-fiturnya yang komplit serta kenyamanan yang ditawarkan untuk penumpang di dalamnya.

DHOC atau Double Overhead Camsaft menggunakan 2 camsaft yang terdapat 16 valve.

  1. Fitur-fitur di dalam interiornya cukup lengkap. Bahkan fitur yang tak terdapat di SHOC, ada di tipe DHOC.
  2. Adanya ECU yang memiliki fungsi untuk membakar sistem pembakaran pada mesin mobil. Sehingga anda bisa mengatur penggunaan bahan bakar kendaraan. Hal ini yang membuat anda dapat menghemat pemakaian bahan bakar.
  3. Meskipun settingan nya lebih rumit, namun  terdapat alat bantu scanner yang dapat memberikan laporan mengenai kondisi mobil anda baik pada kinerja hingga setting pembakaran mobil.
  4. Sparepart nya sangat mudah ditemukan di pasaran, tak hanya original saja namun juga pada sparepart KW. Sehingga anda bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan anda.
  5. Harganya juga cukup terjangkau. Pada tahun 1997-2000, mobil ini dibanderol dengan harga 35-45 juta. Dan pada tahun 2001, meskipun  naik namun harga mobil ini tetap terjangkau sekitar 40-50 juta rupiah.
  6. Mesin kendaraannya cukup teruji dan bandel.

Kekurangan Mobil Timor DHOC

  1. Rpm nya yang dapat naik turun, selain itu anda juga akan bingung mengetahui penyebab dari hal tersebut. Apakah dari koil, ISC, sensor TPS, atau hal lainnya.
  2. Tipe DHOC sangat sensitif terhadpa sensor. Sehingga bila salah satu sensor tak berfungsi maka tentu saja kinerja mobil tak akan maksimal bahkan tidak dapat dinyalakan.  (baca juga: Cara Kerja Karburator Mobil)
  3. Karena modelnya yang memang banyak menggunakan kabel, tentunya sangat berbahay bila terdapat salah satu selang yang bocor. Hal ini dapat mengakibatkan percikan listrik dan api.

Daftar mobil yang pernah diproduksi Timor:

  • Timor S515 1498cc SOHC Karburator
  • Timor S515i 1498cc DOHC Injeksi
  • Timor SW516i 1600cc DOHC Injeksi
  • Timor R Coupe
  • Timor Sport Edition 1600cc Prodrive License
  • Timor SOHC Injection
  • Timor SL516i Limousine 4-doors & 6-Doors
  • Timor S513/s2 City Car

Nah, itu tadi beberapa kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada masing-masing tipe mobil timor, baik itu SHOC maupun DHOC. Tentunya setiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk sobat energi ya. (yab)

Related Articles

Back to top button