hari nur yulianto
Hari Nur Yulianto (doc: bola.com)
Energi Muda

Mengulik Hari Nur Yulianto, Sang “Blind Side” Lawan

0

ENERGIBANGSA.ID – Tendanganya berhasil menjebol gawang Tim PON Sepak Bola Papua. Gol yang tercipta dipenghujung babak kedua itu, membawa  Jawa Tengah meraih hasil perunggu diperhelatan PON XVII Riau. Berkat tampil ciamik di perhelatan empat tahun sekali itu, akhirnya manajemen PSIS tertarik untuk memboyong penyerang kelahiran Kendal itu ke markas Mahesa Jenar.

Hari Nur mulai masuk di tim besutan Firmandoyo (red: ex-pelatih PSIS) ia langsung bersaing dengan nama mentereng sekaliber Emile Linkers, Khusnul Yakin, Addison Alves dan Khusnul Yakin.  Musim itu merupakan awal pembenahan PSIS  lewat skuat eks PON Jateng. Ia bersama 25 lima pemain lainnya diharapkan oleh manajemen untuk membenahi Laskar Mahesa Jenar.

Hasilnya, tim yang berdiri 18 Mei 1932 itu melompat ke kompetisi Divisi Utama yang dioperatori PT. Liga Indonesia dimulai 27 Januari 2013.  Meski musim sebelumnya, berhasil menduduku peringkat lima di divisi utama Indonesia Super League.

Jalan berliku pria yang sempat mendapat julukan “Mukri” bersama klub baru di musim pertamanya memperoleh hasil kurang memuaskan. Meski berhasil mencetak 5 gol hanya mengantarkan PSIS  duduk di peringkat tiga dengan poin 32. Saat melakoni laga babak kedua, klub yang bermarkas di Stadion Jati Diri harus pulang lebih awal. Ia duduk di juru kunci, kalah dengan Persebaya, PSBS dan PS Bangka.

Hitam dan putih pemain berpostur 1,78 meter itu terjadi di musim kedua.  Visi manajemen untuk promosi ke liga utama dengan mendatangkan pemain asing, Julio Alcorse dan Ronald Fagundez. Terbukti, tim kesayangan Panser Biru itu memuncaki klasmen Grup 4 dan hanya 1 kali kalah.

Hari Nur Yulianto, pria kelahiran Kendal itu berhasil menduduki  peringkat ke-4 pencetak gol terbanyak Divis Utama dengan jumlah 14 gol. Malang tak dapat tolak, sepak bola gajah membubarkan seluruh angan-angan klub di awal musim.

Peristiwa 5 gol bunuh diri dalam 7 menit dan berakhi skor 2-3 untuk kemengan PSS Sleman geger. PSIS didiskualifikasi dari babak 8 besar. Mimpi ke naik kasta di kubur lagi, masalah melanda kembali.

Bukan “Mukri” namanya jika pantang menyerah, hat-trick ke gawang Martapura FC dibabak penentuan promosi Liga 1 tahun 2018 menjadi bukti. PSIS menang 6-4 dan naik kasta ke kasta. Lalu, apakah setelah naik kasta pemain berposisi sayap kiri itu tetap ada di tubuh PSIS ?

Jawabannya: iya!  15 gol di musim pertama bersama Laskar Mahesa Jenar menjadi bukti. Selama perhelatan Liga 1 tahun 2018 ia tak pernah absen membela panji  Laskar Mahesa Jenar di 34 pertandingan.

Menjadi pemain sayap kiri tak hanya pandai mencetak gol, ia juga turut menyumbangkan 7 assist.  Namun musim berikutnya performanya menurun, pria yang bisa aktif di kaki kanan dan kiri itu tak setajam musim lalu. Meski begitu, 6 gol dan 6 asis berhasil ia sumbangkan untuk klub yang sekarang bermarkas di Stadion H. Mochamad Soebroto Magelang.

Musim 2020 sudah berjalan tiga pertandingan, keran golnya baru pecah kala PSIS bersua Arema FC. Tak hanya itu, ia juga berhasil mencatatkan namanya di papan asis untuk legion asing Mahesa Jenar, Bruno Silva.  Pertandingan ke-69 bersama Si Biru di kompetisi teratas bumi nusantara akan berpihak kepadanya ? Patut ditunggu aksi-aksinya di lapangan Mochamad Soebroto dan Citarum.

Menyadur tulisan Alvin Syaptia bahwa posisinya menjadi sayap kiri tidak sekadar “blind slide” yang merujuk kepada ruang yang tidak terjangkau oleh pandangan pemain. Ia menjadi sisi buat untuk membedakan dengan titik buta (blind spot) dalam konteks bola sepak.

Tipikal Hari Nur “Mukri” hampir mirip dengan mantan punggawa Totenham Hotspur, Robbie Keane dan Samsul Arif Munif.  Orang banyak menjuluki ia dapat memanipulasi pertahanan dengan kedudukan di sisi lapangan (shoulder) mereka. Lainnya disebut sebagai gerakan dan posisi ketika di sisi buta.

Postur tubuh yang tinggi tidak lantas ia hanya mengandalkan duel-duel udara. Kemampuan mengolah bola dan menahan bola untuk diolah menjadi peluang.  Catatan musim 2019, dengan 6 gol dan 6 asis bisa dikatakan menurun ketimbang musim sebelumnya. Namun, pertanda bahwa insting menyerang dan mengumpannya seimbang.

Seniornya, Samsul Arif Munif dengan postur 1,68 m. Mampu menjadi pencetak striker lokal yang layak diperhitungkan.  Gol-gol yang diciptakannya bukan sekadar umpan jadi melainkan kecepatan dan penempatan posisi  lah menjadi kunci.

Pria kelahiran Bojonegoro, 14 Januari 1985, pada musim 2017 hingga 2019 berhasil mencetak gol 35 gol dan 18 asis.  Bahkan di tahun 2018 ia menjadi salah satu striker lokal produktif.  Samsul Arif yang memiliki kecepatan dan kemampuan dribble dipadukan ketepatan posisi sebagai striker, menjadi kunci produktif dalam mencetak gol.

Tipikal pemain asal Kendal pun hampir mirip dengan Samsul Arif Munif. Ini bisa menjadi salah satu pilihan bagi tim nasional jika membutuhkan tipikal pemain depan yang tidak saja sebagai goal getter. Didukung dengan kemampuan kaki kanan dan kiri serta postur tubuh yang tinggi dalam mencetak gol.

Selain Arif, cara mencetak gol captain PSIS itu hampir mirip dengan legenda Totenham Hotspur. Dalam analisis Blind Side, gerakan Robbie Keane dalam proses mencetak gol selalu tidak dalam posisi sama, bisa di kanan, kadang di kiri, kadang di depan.

Pemain dengan tipe seperti ini bisa berusaha melawan arah bek lawan untuk mengelabuhi dan menciptakan area blind spot.  Titik buta yang dimanfaatkan karena tak terjaga oleh bek lawan akan memudahkan menciptakan peluang dan mencetak gol.

Postur tubuh dan karakter Keane dan Hari Nur tidak berbeda jauh, begitu pun tipikalnya permainannya, yang dibutuhkan oleh pria yang berbaju PSIS tahun ke-7 ini butuh konsistensi dan meningkatkan keganasannya di lapangan hijau.

Bila konsistensi itu terjaga, bukan tidak mungkin impiannya untuk mendapatkan caps tim nasional akan datang meski di usia kepala tiga.  Jika itu terjadi, maka kita bukan memanggilmu dengan sebutan Hari Nur “Mukri” Yulianto, melainkan “King Hari” di SUGBK nanti. Apakah Anda setuju, jika Hari Nur Yulianto berbaju timnas?

*Fadli Rais, Penikmat dan Pengamat Sepakbola Nasional

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain
Pemerhati Sosial dan Sepakbola Modern Tanah Air

Obat Covid-19 Telah Ditemukan, Jokowi Pesan 2 Juta

Previous article

Anda Butuh Hand Sanitizer? Silahkan Masuk Sini

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Energi Muda