fbpx
Energi Muda

Dimas Ahmad Rizal; Menggali Bakat, Mengukir Prestasi

Dimas A Rizal – Programer, Pelaku Bisnis Startup

ENERGIBANGSA.ID – Sosok muda berkacamata ini layak disebut pejuang prestasi. Betapa tidak, sejak pendidikan sekolah dasar (SD) pemuda yang memiliki nama lengkap Dimas Ahmad Rizal selalu masuk nominasi 10 besar sekolahnya.

Putra pasangan dari Bapak Sudarto dan ibu Nur Khasanah tersebut juga gemar berolahraga. Namun kegemarannya tak mau disia-siakan begitu saja. Dimas bahkan menjadikan olahraga basket sebagai jalan prestasinya. Di sekolah menengah, putra pertama dari tiga bersaudara tersebut mampu membawa tim basket SMP 1 Demak menyabet juara pertama tingkat kabupaten.

Dimas Ahmad Rizal; Menggali Bakat, Mengukir Prestasi
Dimas Ahmad Rizal (Dok: energi bangsa)

Bakat Dimas dibidang bola basket juga nampak terus digali. Di tingkat SMK, pemuda yang kini berusia 22 tahun itu mampu membawa tim SMK 2 Demak melaju ke babak penyisihan kejuaraan basket tingkat Jawa Tengah.

Prestasi Dimas dalam bola basket juga mampu mendorongnya sebagai pelatih basket bagi siswa SMP. Laki-laki yang lahir pada 27 Maret 1998 itu bahkan pernah menjadi asisten pelatih pada cabang olahraga bola basket di usia SMK.

Putra kelahiran Demak itu juga menjajal menekuni hand ball (bola tangan). Pada cabang olahraga ini, Dimas gagal mengukir prestasi. Akibat benturan antarpemain, Dimas yang menempuh studi S-1 pada Universitas Stikubank Semarang (Unisbank) mengalami cedera pada kaki sebelah kirinya.

Meniti Dunia Pemograman

Akibat cedera yang dideritanya, Dimas tak lagi berharap mendulang prestasi pada olahraga baik basket maupun handball. Harapannya pupus, semangatnya padam. Namun di sisi lain, dunia baru yang digelutinya sejak berkuliah dijurusan Teknik Informatika mampu menghipnotisnya demam dunia informasi dan teknologi (IT).

Belum secara resmi diwisuda dan meraih gelar sarjana komputer (S.Kom), Dimas bahkan menguasai bahasa pemrograman. Mulai dari Java, Javascript, Python, sampai PHP pernah dipakainya dalam membuat project-project-nya.

Tentu prestasi tersebut tak mudah diraihnya. Sosok yang memiliki hobi tanaman hias itu menyempatkan diri berkecimpung dalam dunia organisasi mahasiswa. Langkah itu diambilnya, lantaran Dimas tak ingin menjadi mahasiswa yang hanya ‘kuliah pulang, kuliah pulang’ atau “kupu-kupu”.

Tak dipungkiri, Internet Club, yakni organisasi mahasiswa IT dijadikan tempat berpijak untuk terus berproses, mengasah skill-nya. Di lembaga itu, Dimas muda bertemu dengan orang-orang yang mengajari dan mendampinginya menguasai dunia pemograman.

Karir sebagi Programer

Berkat bekal yang diperoleh dari dunia kampusnya, Dimas bahkan memutuskan untuk bergabung di Perusahaan Pelindo III (TPKS Semarang). Di usia yang masih sangat muda di perusahaan itu ia menjabat sebagai Junior Programer

Lagi-lagi, sosok muda yang religius tersebut enggan mengesampingkan kebolehannya. Saat digelar Kompetisi Hackathon (tingkat nasional) dirinya berhasil menjadi finalis dalam pertarungan tersebut.

Setelah dua tahun bekerja di Pelindo III Semarang, sosok kalem itu akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya itu. Ia memulai bisnis dari upaya membangun startup, dan hasilnya antara lain: aplikasi Maxiaga dan platform Energi Bangsa yang saat ini sedang digelutinya.

Bagi Dimas, sesungguhnya tiada kegagalan dalam hidup. Dan yang ada hanyalah keberhasilan yang tertunda. Tetap tekun dan konsisten menjadi kunci utama dalam hidup yang dilakoninya.

Kini ia sedang disibukkan banyak project yang berkaitan dengan software house. Namun di tengah kesibukannya itu, ia membuka ruang konsultasi. Bagi siapapun bisa menghubungi nomor telfon: +6289-9557-7609. (*)

Related Articles

Back to top button