fbpx
Inspirasi Bangsa

Subiakto Tjakrawerdaya di Mata Bendahara DPD I Golkar Jateng

JAKARTA, ENERGIBANGSA.ID – Kabar duka datang dari salah satu tokoh nasional. Subiakto Tjakrawerdaja; Mantan menteri koperasi dan UKM era Orde Baru, yang meninggal dunia pada Sabtu (1/1/2021) malam. 

Dilansir dari berbagai sumber, Subiakto Tjakrawerdaya lahir di Cilacap, Jawa Tengah, 30 Juli 1944 atau meninggal di usia 76 tahun.

Subiakto adalah Menteri Koperasi Indonesia pada tahun 1993 hingga tahun 1998 pada Kabinet Pembangunan VI dan Kabinet Pembangunan VII pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. 

Perhatian dengan Koperasi

Semasa hidupnya politisi Partai Golkar ini terkenal sangat konsen dengan segala persoalan yang berhubungan dengan koperasi.

Dalam sebuah kesempatan, Subiakto menyatakan bahwa koperasi harus menjadi  ‘sokoguru’ ekonomi rakyat. 

Menurut Subiakto, sokuguru harus mewujud ke dalam jejaring usaha mulai dari hulu sampai hilir.

Untuk mewujudkannya, menurut Subiakto diperlukan mobilisasi horizontal dan vertikal agar bisa mensejahterakan rakyat

Bagi Subiakto, mobilisasi horizontal dan vertikal akan jadi modal koperasi untuk bersaing dengan pelaku ekonomi besar.

Sinergi Koperasi dengan Anak Muda

Terlabih lagi, hal ini bisa didukung dengan perkembangan dunia digital yang makin maju.

Mohammad Saleh ST, Bendahara DPD I Golkar Jateng, yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi A DPRD Jawa Tengah, turut berduka atas kepergiaan Subiakto Tjakrawerdaya.

Menurut Saleh, sosok Subiakto Tjakrawerdaya termasuk politisi senior Partai Golkar yang menjadi teladan bagi para kader-kader muda partai Golkar.

“sumbangsih pemikiran pak Subiakto Tjakrawerdaya dalam perkembangan koperasi layak mendapatkan apresiasi, itu membuktikan bahwa dedikasi beliau kepada bangsa dan negara tidak bisa diragukan lagi,” jelas Saleh kepada energibangsa.id via pesan seluler.

Saleh berharap apa yang telah dikembangkan oleh Subiakto Tjakrawerdaya tentang Koperasi bisa dilanjutkan oleh generasi muda bangsa Indonesia, terlebih untuk dimodernisasi ke arah digital.

“jangan sampai Koperasi nanti tinggal kenangan saja, anak-anak muda tak lagi mengenal koperasi sebagai lembaga keuangan berbasis gotong-royong,” pungkasnya. (yab/EB)

Related Articles

Back to top button