fbpx
Film dan Hiburan

Mengenang Kasino, Komedian Nasional yang Hari Ini Sedang Berulang Tahun

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Siapa yang tak mengetahui Warkop DKI. Grup lawak legendaris yang kini beranggotakan Kasino Hadiwibowo (Kasino), Wahjoe Sardono (Dono), dan Indrodjojo Kusumonegoro (Indro) sukses menghibur masyarakat Indonesia sejak tahun 1970-an.

Grup ini berawal dari Kasino, Nunu Mulyono, dan Rudy Badil, ketiganya adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) menjadi penyiar radio Prambors dalam segmen “Obrolan Santai di Warung Kopi” pada tahun 1973. Setahun kemudian Dono yang juga merupakan mahasiswa UI bergabung dalam grup lawak tersebut, berselang 2 tahun, 1976, Indro seorang mahasiswa Universitas Pancasila turut meramaikan grup lawak itu.

Bersama Warkop DKI, nama Kasino semakin mengudara. Pandai bermain gitar dan memplesetkan lagu yang selalu berhasil mengundang gelak tawa pemirsa, gaya bicaranya yang ceplas ceplos dan selalu memberikan guyonan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat saat itu.

Lahir di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah pada 15 September 1950, Kasino sangat lihai dalam membawakan karakter dari bermacam suku. Menjadi orang Jawa, Betawi, Minang, bahkan Tionghoa.

Sumber: Istimewa

Meski lahir di Gombong, namun anak pasangan Notropramono dan Kasiyem ini sering berpindah tempat tinggal karena pekerjaan ayahnya yang seorang pekerja di Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) yang sering berpindah tugas ke berbagai daerah.

Celetukan dan celotehan dalam film-film yang dibintanginya pun tak mudah dilupakan, seperti ini contohnya

“Anak orang kaya emang begitu. Kayak duit bapaknya halal aja!” (dalam Gengsi Dong)

“Kasino, Putra Gombong, nyogok tidak etis” (Malu-Malu Mau)

Mengutip Historia, pelawak favorite Kasino adalah Bing Slamet dan Mang Udel, dua komedian dari grup trio Los Gilos.

Kasino tidak melulu asal ceplos saat melawak, ada kalanya ia perlu mengumpulkan materi sebelum disajikan.

Ia bahkan pandai dalam melontarkan lawakan satire yang ditujukan bagi pemerintahan Orde Baru. Bahkan, sewaktu tampil di Surabaya ia sempat dibuat gemetar lututnya karena didatangi aparat akibat lawakannya.

Seperti anggota Warkop lainnya, Kasino adalah orang yang pandai. Ia dulunya adalah mahasiswa jurusan Administrasi Niaga Fakultas Ilmu Sosial UI dan aktif dalam Kelompok Mahasiswa pecinta Alam (Mapala UI).

Tahun 1996, Kasino divonis menderita tumor otak. Namun, ia tetap semangat beraktivitas bersama sakit yang dideritanya, bahkan ia tetap membintangi sinetron Warkop DKI.

Untuk menutupi kebotakannya, Kasino menggunakan wig saat tampil dalam sinetron.

23 tahun yang lalu, tepatnya 18 Desember 1997, Indonesia kehilangan komedian kawakan yang telah menghibur masyarakat Indonesia dengan humor cerdasnya. Kasino menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, kerabat, dan seluruh masyarakat Indonesia.

Karya dan celotehannya akan selalu dikenang dan menjadi jargon yang akan terus dibicarakan secara turun menurun. Sobat Energi, mana nih celotehan favorite mu dari Kasino? (Annisaa/EB).

Related Articles

Back to top button