Mentor

Mengenali Istilah-istilah dalam Ekspor

Oleh: Roni Sarbani, Trainer dan Pegiat Bisnis Ekspor

ENERGIBANGSA.ID — Bagi pengusaha yang baru masuk ke bisnis ekspor, pastinya ada beberapa istilah yang terdengar asing ditelinga. Berikut adalah istilah-istilah yang lazim kita dengar dalam bisnis perdagangan luar negeri (ekspor).

1.EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) dan EMKU (Ekspedisi Muatan Kapal Udara)

EMKL dan EMKU sebenarnya adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang logistik yang konsen mengurus dokumen dan kelengkapan, untuk selanjutnya dikapalkan. Hal itu, tentunya setelah mendapatkan kuasa dari pemilik barang.

Tugas dari perusahaan EMKL ataupun EMKU yakni melakukan pembukuan muatan paa agen pelayaran (EMKL) atau agen penerbangan (EMKU). Tak hanya itu, tugas lainnya yakni melakukan pengurusan dokumen di bea cukai dan instansi lainnya, serta membawa barang dari gudang (eksporer) menuju pelabuhan atau bandara.

2.THC (Terminal Handling Cost)

Terminal Handling Cost/ THC adalah biaya yang dikenakan oleh pengelola terminal peti kemas bagi para pengguna jasanya. Biasanya, hal itu dilakukan saat proses shipping line. Yakni sejak kapal bersandar untuk membongkar muatannya hingga menumpuk peti kemas dilapangan penumpukan (container yard).

Biaya tersebut nantinya akan diklaimkan pada shipper (seorang pelaku ekspor) dengan besaran jasa 95 Dolar AS untuk container berukuran 20 inchi. Sedangkan untuk container berukuran 40 inchi, pelaku ekspor dikenakan tarif sebesar 145 Dolar AS.

3.Transit Time

Transit time atau lama perjalanan adalah perkiraan lama perjalanan kapal dari departure terminal (pelabuhan keberangkatan) sampai dengan arrival terminal (pelabuhan kedatangan di negara tujuan). Transit time hanya dihitung sejak kapal berangkat sampai dengan kapal tiba dan tidak termasuk proses loading dan unloading.

4.FOB (Free On Board)

FOB adalah harga barang diterima di atas kapal. Artinya, ketika memberikan penawaran berupa FOB price maka harga keseluruhan sudah termasuk biaya pengiriman sampai ke pelabuhan dan semua dokumen terkait.

5.CIF (Cost Insurance and Freight)

CIF dalam istilah ekspor adalah suatu jenis penawaran harga barang sudah termasuk pengiriman sampai ke pelabuhan tujuan dan asuransi.

6.HS (Harmony System) Code

HS Code merupakan istilah yang biasa digunakan untuk mengidentifikasi sekaligus klasifikasi barang. Hal itu terkait dengan pajak serta bea yang akan dikenakan serta LARTAS (larangan dan batasan) atas barang-barang yang diekspor. HS code biasanya berupa angka untuk memudahkan identifikasi.

7.FCL (Full Container Load)

Pengiriman barang yang ukuran atau volumenya setara dengan ukuran satu container penuh. Baik itu ukuran 20 inchi ataupun 40 inchi.

8.Shipper

Shipper adalah istilah yang paling banyak digunakan oleh pelaku ekspor. Meski demikian, tak banyak orang tau tentang arti sebenarnya istilah itu. Shipper adalah nama perusahaan yang tercantum dalam dokumen kapal sebagai pengirim muatan kapal.

9.Consignee (CNEE)

Consignee atau yang biasa disingkat cnee dalam kegiatan ekspor dan impor adalah nama perusahaan penerima barang dinegara tujuan (importir). Nama consignee ini yang nantinya bisa mengambil container di negara tujuan setelah menyelesaikan semua kewajibannya.

10.Demurage

Dalam kegiatan ekspor-impor, istilah Demurage dapat diipahami sebagai batas waktu penumpukan container di pelabuhan dari mulai container datang sampai dengan kapal berangkat dan sebaliknya.

Nah, bagi sobat energi yang tertarik dalam bisnis ekspor, 10 poin di atas adalah beberapa istilah yang harus dipahami. Paling tidak kita mengetahui istilah-istilah yang biasa digunakan.

Hal itu juga memudahkan kita menghitung dengan cermat baik jangka waktu pengiriman, biaya yang dibutuhkan serta dokumen apa saja yang dibutuhkan dalam kegiatan ekspor. (*)

Related Articles

Back to top button