rizki hidayat persijap
Energi MudaSports

Mengenal Rizki “Kinyun” Hidayat, Idola Baru Publik Bola Jepara

0

ENERGIBANGSA.ID – Selama ini idola suporter Persijap tidak bisa lepas dari bayang-bayang Pablo Frances, yang sangat moncer bersama Persijap Jepara selama beberapa musim, namun setelah kepergiannya, pecinta bola Jepara belum menemukan penggantinya.

Musim 2019 ini, perjalanan Persijap masuk ke 8 besar Liga 3 Nasional mengalami pertumbuhan yang signifikan dengan hanya mengalami 1 hasil imbang, 1 kekalahan, dan selebihnya mampu meraup poin penuh.

Selain ada si ‘gundul’ kreatif Richard Gilbert yang selama ini menjadi kreator serangan Persijap dari sisi sayap, salah satu faktor determinan dalam mencetak kemenangan itu adalah Rizki Hidayat, yang rajin mencetak gol di perjalanan Persijap di Liga 3 ini.

Meski posisinya bukanlah striker murni, namun insting golnya cukup tinggi. Tercatat, pemain yang akrab disapa Kinyun itu telah mencetak 9 gol untuk Persijap sepanjang kompetisi hingga masuk 8 besar Liga 3 Nasional ini. Selain itu ketenangannya sebagai algojo penalti di kotak 16 pas patut diapresiasi.

Bermain di Semua Posisi

Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pemain muda yang mengidolakan Neymar ini dulunya pernah bermain di semua posisi, sebelum akhirnya merasa nyaman di posisi gelandang serang.

Rizki mengakui bahwa posisi aslinya bukanlah striker, bahkan di awal karir sepakbolanya, pemuda jebolan Maung Muda itu pernah mencoba di semua posisi kecuali kiper.

“Aku dulunya stoper, bek kanan atau kiri, pernah juga jadi gelandang bertahan,” kisahnya pada energibangsa.id melalui pesan seluler.

Pemain yang pernah menjuarai Liga Pelajar Indonesia semasa SMP itu mengaku bahwa ia siap bermain di posisi apapun, namun ia merasa bakat terbaiknya adalah menyerang.

Rizki Hidayat saat debut bersama Persib Bandung, melawan Persijap (doc anki syaban)

“posisi saya secara resmi adalah AMF, tapi pernah juga jadi sayap kiri kanan, terus jadi striker pernah, yang belum (jadi) kiper aja, tapi dulu dulu itu saya awalnya pemain belakang,” lanjutnya.

Di klub-klub sebelumnya, ia seringkali diplot sebagai gelandang serang, namun di Persijap ia tidak menolak jika dipercaya sebagai juru gedor bersama dua sayap kreatif Persijap, atau menjadi tandem Faldi Adestama di lini depan Laskar Kalinyamat.

“saya tidak menampik bahwa saya suka mencetak gol, namun tujuan utama adalah kemenangan tim, bukan individu. Yang penting Persijap menang, kami punya beban dan tanggungjawab kepada Jetman, CNS, dan Banaspati.” ujarnya.

Energi Muda Jebolan Maung Bandung

Rizki “Kinyun” Hidayat sempat digadang-gadang banyak orang untuk menjadi jenderal lini tengah tim utama Maung Bandung di masa mendatang, namun kenapa dirinya memilih untuk bermain di Persijap, di liga kasta ke-3 nasional?

Pria kelahiran Sumedang itu tidak peduli ada di kasta apa Persijap, kepada tim energibangsa.id ia mengaku bahwa Persijap adalah salah satu klub legendaris dan memiliki sejarah panjang di belantika sepakbola nasional. Ketika ditawari kontrak bersama Persijap, ia tidak ragu sedikitpun untuk membela tim berkostum merah-merah ini.

Harus diakui bahwa hampir semua pemain bola di Jawa Barat akan sangat mendambakan bisa bermain di klub besar Persib Bandung, apalagi jika ia merupakan jebolan akademi Maung Bandung.

Rizki Hidayat tidak menampik pernyataan itu, namun sebagai pemain muda ia sangat membutuhkan jatah menit bermain. Kinyun merasa perlu jam terbang tinggi untuk mengasah skill dan mentalnya.

“Ketika membela Maung Muda, atau tim Persib B, dari semua pemain muda hanya tiga pemain yang diajak head coach untuk pemusatan latihan bersama tim senior Persib Bandung di Jepara kala itu,” ujarnya bangga.

Ketika ditanya memilih melanjutkan karir di Persijap sebagai starter atau di Persib Bandung tapi sebagai pelapis, dengan tegas ia menjawab ingin tetap di Persijap dan membawa klub dengan ikon Elang Laut Jawa itu di level tertinggi.

Sebagai informasi, sebelum membela Persijap Jepara, Rizki Hidayat tercatat pernah merumput di Stadion Gelora Bumi Kartini. Namun saat itu ia membela Persib Bandung dalam laga uji coba di awal tahun 2018 lalu.

“saya menikmati bermain di Jepara, kotanya indah, warganya ramah, dan supporternya kreatif, dan saya akan berusaha yang terbaik untuk selalu membawa kemenangan untuk supporter,” ucapnya.

Pemain Nomor Sepuluh

Sebagai pemain yang diplot menjadi “Pemain No. 10”, atau tipe driving midfielder yang bertugas beroperasi persis di belakang striker tunggal. Kinyun Hidayat memahami perannya lebih sering melakukan tusukan dan membuka ruang di dalam kotak penalti.

bersama Essien di skuad senior Persib (doc persib)

Posisi itu juga menuntutnya untuk mampu melakukan umpan maupun melepaskan tembakan langsung ke arah gawang. Rizki Hidayat mengaku bahwa selama di Bandung ia mendapatkan pujian khusus dari Michael Essien yang akhirnya memberinya hadiah sepatu untuknya.

“saya merasa sangat beruntung penah bermain bersama salah satu pemain terbaik dunia, Essien mengajarkan saya visi bermain yang jelas,” tuturnya.

Biodata

Nama Lengkap: Rizki Hidayat
Tempat, tanggal lahir: Sumedang, 03 Juli 1997
Tinggi Badan: 174 kg
Berat Badan: 65 kg
Posisi : Sayap Kanan/Kiri, Gelandang Serang

Prestasi : Medali Perak Porda 2018
Karier Club:

  • SSB Saswco Bandung
  • Persib U-15
  • Persib U-17
  • Diklat Persib
  • Persib U-21 ( 2016 )
  • Porda Kota Bandung 2018
  • Maung Anom ( 2017 – 2018 )
  • Persib 2018 (magang )
  • Persip Pekalongan 2019
  • Persijap Jepara (pertengahan 2019)

Semoga Rizki “Kinyun” Hidayat mampu menjadi motor serangan Persijap Jepara dan membawa Laskar Kalinyamat ke habitatnya, di level tertinggi sepakbola Indonesia. Akankah Kinyun bisa terus menjaga tren positif ini? mari kita tunggu aksinya.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Prasasthi Wahyu Haryono Ingin Jadi Staf Khusus Presiden

Previous article

Puisi Gus Mus tentang Hari Ibu yang sangat menyentuh

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Energi Muda