fbpx
Wisata & Kuliner

Mengenal Petis Runting, Kuliner Khas Pati yang Jarang Diketahui!

Oleh: Danu Al Ramadhan, Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Semarang

ENERGIBANGSA.ID—Kabupaten Pati Jawa Tengah memang berlokasi di pesisir Pantura Pulau Jawa. Dengan wilayah yang luas, berbatasan dengan Jepara, Kudus, Blora serta Rembang, Pati menyimpan segudang kuliner yang khas.

Makanan khas Pati sangat beragam mulai dari Nasi Gandul hingga Soto Kemiri. Namun ada makanan khas Pati lainnya yang banyak orang tidak tahu yaitu petis runting.

Pasti kebanyakan orang mengira petis itu berwarna hitam yang biasanya untuk isian tahu petis. Tapi petis ini beda dengan petis yang kalian maksud.

Asal mula

Nama Runting sendiri berasal dari nama dukuh asal makan ini yaitu Dukuh Runting, Desa Tambaharjo, Kecamatan Pati.

Sebagian besar masyarakat Dusun Runting berprofesi sebagai penjual petis ruting. Sepanjang jalan bisa ditemukan banyak sekali warung–warung yang menjual petis runting.

Petis runting ini memiliki ciri khas kuah yang kental berwarna kecokelatan. Dan biasanya, disajikan dengan tangkar atau tulang sapi.

Tapi untuk sekarang sudah ada varisasi pilihan menu yaitu disajikan dengan sayap ayam dan ada juga yang disajikan dengan sate sapi maupun ayam.

Berbahan tepung beras

“Petis runting adalah makanan khas Pati yang berbahan dasar tepung beras yang dimasak dengan berbagai rempah”, beber Jamin, pedagang petis runting.

“Nah, kemudian bahan itu direbus dengan kaldu sapi yang sebelumnya berasal dari tangkar atau tulang sapi yang sudah dibersihkan”, ungkapnya.

“Untuk tangkar yang sudah rebus itu, nantinya akan disajikan dengan kuah petis,” imbuhnya.

Harga petis runting

Untuk harga yang ditawarkan di warung Jamin sangat terjangkau. Yaitu, mulai dari Rp6 ribu untuk petis biasa yang berisi tangkar. Serta, Rp10 ribu untuk petis dengan tambahan tangkar dan sayap.

Jamin sudah berjualan sejak tahun 2016, dan setiap harinya bisa menghabiskan 15 kg tangkar sapi.

Sayangnya semenjak pandemi, penjualannya turun hingga 50 persen. Ia hanya bisa menghabiskan 8 kg tangkar sapi per hari. (*)

Related Articles

Back to top button