Hepatitis A
Ilustrasi terkait Penyakit Hepatitis A atau Peradangan organ Hati. (dok. detikhealth)
KesehatanRagam BangsaTak Berkategori

Mengenal Penyakit Hepatitis A yang Menyebarluas di Pacitan dan Singkawang

0

ENERGIBANGSA.ID – Hanya dalam kurung waktu dua pekan, penyakit Hepatitis A, atau yang biasa dikenal penyakit kuning menyebarlus sangat cepat dan pesat di sejumlah kecamatan di Pacitan, Jawa Timur.

Pemerintah Kabupaten Pacitan, langsung menetapkan peristiwa tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) mulai 25 Juni 2019 atau kurang dari dua minggu setelah laporan pertama adanya temuan korban hepatitis A di tempat tersebut pada tanggal 14 Juni 2019.

Hal ini menyusul temuan jumlah masyarakat yang terjangkit Hepatitis A lebih dari 800 orang selama dua pekan tersebut. Jumlah ini pun diprediksikan akan terus bertambah.

Eko Budiona, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengatakan jumlah kasus tersebut dimungkinkan akan terus bertambah seiring sebaran yang terus meluas hingga sekarang.

“Penyebaran cukup pesat karena mobilitas masyeakat. Mungkin orang sini pergi ke luar kota dan mereka bersalaman. Model penularannya sekarang dari person to person,” paparnya yang dikutip dari bbc.com.

Tidak hanya di Kabupaten Pacitan, kasus hepatitis A juga pernah terjadi di Singkawang, Kalimantan Barat pada awal September 2018. Ada 262 orang yang diduga terjangkit virus ini dan ekitar 36 orang diantaranya dinyatakan terjangkit penyakit tersebut

Meski begitu, pemerintah kabupatan Singkawang tidak menetapkan kejadian tersebut sebagai KLB. Sebab beberapa hari kemudian terpantau jumlah pengidapnya menurun.

Lalu apa itu Hepatitis A?. Bagaimana Gejala, cara penularan, dan pengobatannya? Seberapa bahayakah Hepatitis A?

Berikut adalah penjelasan terkait Hepatitis A mulai dari penyakit tersbut, Gejala, Cara penularan hingga pencegahannya, sebagaimana yang dirangkum tim energibangsa.id :

Hepatitis A bisa menyerang siapa saja. Penyakit ini adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A . Virus tersebut akan menginfeksi dan menyebabkan inflamsi di dalam hati/ liver sehingga menggangu kerja organ hati.

Sumber utama terjadinya Hepatitis A adalah dari kontaminasi makanan, minuman atau air, dan dari kontak dengan orang yang terinfeksi hepatitis A.

“Hepatitis A masuk ke dalam tubuh melalui saluran makanan. Jadi bisa melalui makanan yang tercemar virusnya atau minuman yang tercemar virusnya,” jelas Achmad Yurianto, Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 

Sedangkan menurut alodokter.com cara penularan virus tersebut:

  • Minum air yang terkontaminasi atau tidak bersih
  • Makan kerang mentah dari air yang tercemar limbah
  • Makan makanan yang telah disentuh oleh orang yang terinfeksi virus hepatitis A dan tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Berhubungan seks dengan orang yang terkena virus hepatitis A

Untuk Gejala penyakit hepatitis A sendiri  dapat terlihat dan dirasakan, namun pada tahap awal orang yang terinfeksi tidak dapat dirasakan hingga virus telah menyebar di dalam tubuh selama beberapa minggu.

Gejala yang paling disadari oleh penderita penyakit ini adalah perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning.

Akan tetapi, sebelum timbunya penyakit kuning ini, biasanya penderita mengalami beberapa hal seperti demam, lemas, mual dan muntah, warna urine menjadi gelap, dan warna tinja menjadi pucat.

Penyakit Hepatitis A bukanlah penyakit yang mematikan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan Eko Budiono menegaskan bahwa penyakit hepatitis A ini adalah penyakit hepatitis yang paling ringan.

Achmad Yurianto dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan mengatakan meski Hepatitis A berpotensi menjadi wabah, namun penyakit ini bukanlah penyakit yang berbahaya.

Hepatitis A akan sembuh dengan sendirinya karena sistem kekebalan tubuh penderita dapat membasmi virus tersebut.

“Hepatitis A berpotensi menjadi outbreak dan mendi banyak tapi perjalanan klinisnya seringkali bisa sembuh dengan sendirinya,” ujar Achmad.

Pengobatan yang diberikan hanya untuk meringankan gejala-gejala yang dialami penderitanya, sambil menunggu penyakit sembuh.

Selain itu, penting bagi penderita untuk menjaga kebersihan untuk mencegah penularan ke orang lain. Penderita yang sembuh akan memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini..

Nah sobat energi, jadi kita harus menjaga kebersihan lingkungan kita ya agar penyakit ini tidak menular dan mewabah ke lingkungan kita…

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Dua Menteri Indonesia dapat Pujian dari Saudi Arabia

Previous article

Arab Saudi Janji Investasi Jika Jokowi Terpilih Lagi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Kesehatan