Tulisan China di Makam Gus Dur (foto Agus Suparto)
EssaiTeritorial

Mengenal Penerjemah Tulisan China di Makam Gus Dur

0

Oleh : Imron Rosyadi Hamid

Sebelum studi ke Tiongkok, saya sudah mengenal Jona Widhagdo Putri, penerjemah Kepresidenan RI yang juga peneliti di Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia. Jika sekarang kita ke makam KH. Abdurrahman Wahid di Tebuireng Jombang maka di sana ada tulisan dalam bahasa China di pusara makam Gus Dur di samping 3 bahasa lainnya. Bagaimana cerita tulisan China di makam Gus Dur ini berawal?

Tanggal 26 Pebruari 2017, ketika baru memasuki semester dua studi PhD Hubungan Internasional di Jilin University, saya menerima pesan WhatsApp dari Mbak Yenny Wahid berkait desain tulisan yang sedang dirancang keluarga Ciganjur dalam 4 bahasa di pusara makam Gus Dur.

Mbak Yenny meminta saya mencari orang yang bisa menerjemahkan kalimat “here rests a humanist” dalam bahasa China. Singkat kata, malam itu juga saya mengirim pesan melalui aplikasi wechat ke Jona Widhagdo Putri terkait permintaan Mbak Yenny dan dalam waktu yang tidak lama permintaan terjemah bahasa China itu sudah dikirimkan.

Ketika tulisan Jona saya forward ke Mbak Yenny, ada pertanyaan menarik dari putri kedua Gus Dur ini ke saya, “Mas Imron, bagaimana tulisan ini bisa dijamin benar secara kaidah bahasa (China)?”.

Pertanyaan Mbak Yenny bisa dimaklumi, karena tulisan tersebut akan dipasang di pusara Gus Dur, salah satu Presiden RI yang mahir dalam berbagai bahasa, jadi akan lucu jika terjemahannya keliru. Dan pastinya kalimat itu akan dibaca banyak orang-orang penting dan terdidik.

Saya kemudian menjawab, “Mbak Yenny, yang menerjemahkan tulisan itu Jona Widhagdo Putri, penerjemah Kepresidenan yang juga alumnus BLCU (Beijing Language and Cultural University). Kampus bahasa China terbaik di dunia”.

Jona Widhagdo Putri mendampingi Presiden Jokowi
(foto chinanews)

Alhamdulillah, akhirnya tulisan terjemahan dari Jona itulah yang kemudian disampaikan Mbak Yenny ke pemahat tulisan di pusara Gus Dur itu bisa kita lihat hingga sekarang ini. Jadi percayalah bahwa yang terbaik akan selalu mendapatkan yang terbaik.

Wallahu a’lam bi as shawab

*Rois Syuriyah PCINU Tiongkok, Kandidat PhD Hubungan Internasional Jilin Universty Tiongkok

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

OJK Prediksi Kredit Perbankan Tumbuh 14% di 2020

Previous article

UPN Veteran Jakarta Buka Jalur Prestasi untuk YouTuber

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

More in Essai