Stroke Mata
Potret Seseorang yang terkena Stroke Mata. (dok. grid.id)
Gaya HidupKesehatanRagam Bangsa

Mengenal Lebih Dekat Stroke Mata

0

ENERGIBANGSA.ID – Sobat energibangsa.id, apakah kalian tahu jika mata bisa terserang penyakit stroke?.  Atau mungkin selama ini yang kita ketahui penyakit stroke hanya terjadi dan menyerang otak saja bukan ?

Ternyata, selain di otak stroke juga bisa terjadi dan menyerang pada mata kita lho sobat energi. Kondisi ini disebut sebagai stroke mata.

Secara medis, stroke mata dikenal dengan istilah oklusi arteri retina. Kondisi tersebut dapat terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah di retina.

Stroke mata terjadi ketika pembuluh darah di retina mengalami penyumbatan yang disebabkan oleh penyempitan atau penggumpalan darah. Hal ini membuat pasokan darah dari jantung ke mata maupun sebaliknya akan menjadi berkurang.

Dalam beberapa kasus, pembuluh darah pada mata yang tersumbat lama-kelamaan akan pecah, sehingga dara akan tumpah ke permukaan retina yang mengakibatkan pembengkakan retina dan penglihatan menjadi buram.

“Pembuluh darah di mata ini bisa saja mengalami sumbatan atau pecah. Nah ini yang kita katakana sebagai stroe mata. Di otak dan retina bisa terjadi seperti itu,” jelas Pakar kesehatan mata, dr. Elvioza, SpM(K), dikutip dari health.detik.com

Beberapa penyakit  seperti tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, glaukoma, penyakit kardiovaskular, diabetes, penyakit jantung dan kelainan darah biasanya bisa mengakibatkan dan meningkatkan resiko terkena stroke mata.

Lebih lanjut, penyakit ini juga bisa di akibatkan oleh faktor-faktor lain yang diantaranya perokok aktif, penggunaan Pil KB, mengalami cedera mata, kehamilan, mengidap penyakit ginjal, anamia sel sabit, penyempitan pembuluh darah leher, gangguan irama jantung hungga Vaskulitis.

“Kalau Stroke mata gejalanya itu tiba-tiba, penglihatan hilang tanpa disertai rasa sakit. Kalau sudah terjadi ya memang sulit, paling kita Cuma bisa membatasi kerusakan dan mencegah komplikasi,”ungkap dr. Elvioza

Selain penghilatan hilang tanpa rasa sakit, ada beberapa gejala lainnya yang dapat mengakibatkan terjadinya atau meningkatkan resiko stroke mata antara lain, Floaters (pandangan berkunang-kunang atau seluruh penglihatan), penglihatan kabur yang terus memburuk di sebagian atau seluruh penglihatan, dan terakhir kehilangan penglihatan seluruhnya.

Gejala penyakit ini pun bisa muncul secara perlahan dalam waktu beberapa jam, beberapa hari, bahkan bisa juga terjadi secara tiba-tiba.

Untuk pengobatan penyakit stroke mata tergantung dari penyakit yang mendasarinya. Namun pengobatan yang umum nya diberikan oleh dokter mata dalam beberapa jam setelah gejala stroke mata timbul sebagaimana yang dikutip tim energibangsa,id dari alodokter.com yaitu:

1.Memijat daerah sekitar mata untuk memperlebar pembuluh darah di retina.

2. Memberikan obat-obatan, seperti penghancur gumpalan darah, kortikosteroid untuk mata, dan obat untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata.

3. Menghirup campuran karbon dioksida dan okesigen untuk membuat pembuluh darah retina melebar.

4. Membuang sebagian cairan dari mata agar aliran darah ke retina kembali normal.

5. Terapi Laser.

6. Memberikan terapi oksigen bertekanan tinggi.

Sementara itu dr. Elvioza menjelaskan bahwa stroke mata masih mungkin bagi penderitanya mengembalikan fungsi penglihatan 100 persen. Hal ini berbeda dengan kasus stroke otak yang sulit untuk pulih.

Ia pun juga mengimbau bila seseorang atau siapa saja yang sudah punya faktor resiko atau pernah mengalami stroke, usahakan periksa juga kondisi mata.

Nah sobat energi apa yang disampaikan dr. Elvioza selalu diingat ya untuk menjaga mata kita dari stroke mata.

Komentar Netizen
Bagikan, agar menjadi energi positif untuk orang lain

Jusuf Kalla Ingin Pimpinan Baru KPK Tidak Asal Tangkap

Previous article

Ganjar Redakan Emosi para Orangtua dalam Sidak PPDB di SMAN 4

Next article

You may also like

Comments

Comments are closed.

More in Gaya Hidup