fbpx
Lewat ke baris perkakas
Ragam Bangsa

Mengenal Komunis dan Alasannya Dilarang di Indonesia!

ENERGIBANGSA.ID (Semarang) — Peristiwa berdarah G30S PKI tentunya akrab di telinga masyarakat Indonesia ketika membahas mengenai komunisme. Salah satu bahaya laten yang sering terdengar mengancam.

Ada baiknya sebelum membahas mengenai komunisme, pahami apa itu komunisme, bagaimana komunisme muncul di Indonesia, dan mengapa komunis dilarang di Indonesia.

Apa itu komunis?

Komunis merupakan sebutan untuk orang yang menganut dan menjalankan paham komunisme. Sedangkan pengertian komunisme adalah paham yang berhubungan dengan filosofi, politik, sosial, dan ekonomi, dimana tujuan utamanya adalah untuk menciptakan masyarakat dan sistem ekonomi yang maju dalam hal teknologi dan tenaga-tenaga produktif.

Di sisi lain, komunisme adalah suatu ideologi yang lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau golongan. Paham komunisme menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (modal, tanah, tenaga kerja) dimana tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang makmur, dan setara atau tanpa kelas.

Lebih jauh, komunisme merupakan suatu paham anti-kapitalisme, dimana dalam penerapannya tidak mengakui kepemilikan akumulasi modal pada individu dan seluruh alat-alat produksi dikuasai oleh negara untuk kemakmuran rakyat secara merata. Pada dasarnya, ideologi komunisme bertentangan dengan Pancasila karena dalam komunisme sangat membatasi demokrasi dan tidak mengakui adanya hak perorangan.

Mulai masuk Indonesia

Komunisme masuk ke Indonesia dipelopori oleh Hendricus Josephus Fransiscus Marie Sneevliet yang merupakan warga Belanda yang datang ke Indonesia pada tahun 1913. Bersama Adolf Baars, Hendricus mendirikan Indische Sociaal Democratische Vereeniging (ISDV).

Awalnya organisasi ini tidak mempropagandakan komunis, namun lambat laun mengubah diri menjadi berpandangan komunis. Setelah keberhasilan revolusi di Rusia, mereka memasuki organisasi-organisasi massa untuk menyebarkan paham ini, salah satunya Sarekat Islam (SI) pimpinan Semaun.

Kemudian SI terbelah menjadi SI Merah dan SI Putih. Akhirnya SI Merahlah yang menjadi Partai Komunis serta melakukan pemberontakan pada tahun 1926, 1948 hingga 1965 yang mengakibatkan kejatuhan Soekarno.

Muncul Partai Komunis Indonesia

Kemudian pada tahun 1917, lahir Partai Komunis Indonesia (PKI). Namun, nama PKI belum besar karena dibuat secara diam-diam dan menjadi fraksi kiri dalam SI.

Sebelum mendirikan PKI, Semaun dan Darsono pernah mengenyam pendidikan tentang komunis dari Sneevlit di Indische Social Demoratische Partij (ISDP). Sneevlit sendiri diketahui merupakan sayap kiri di dalam ISDP. Dari sana, keduanya sering berdiskusi dengan Sneevlit.

Keduanya melihat celah di SI, sehingga secara perlahan memasukkan ideologi-ideologinya. Dalam sejarahnya di Indonesia, PKI melakukan tiga pemberontakan. Pemberontakan pertama adalah tahun 1926.

Pemberontakan itu gagal dan PKI dilibas pemerintah kolonial Belanda. Ribuan orang dibunuh dan sekitar 13.000 orang ditahan. Sejumlah 1.308 orang, umumnya kader-kader partai, dikirim ke Boven Digul, sebuah kamp tahanan di Papua.

Gerakan bawah tanah membangkitkan PKI hingga kembali solid. Pada 1948, PKI melancarkan pemberontakan kedua. Pemberontakan berniat meruntuhkan RI dan menggantinya dengan negara komunis. Upaya kedua ini kembali gagal. Literatur mencatat pemberontakan ketiga dilakukan pada 1965, lagi-lagi gagal.

Nah, sampai sini sudah paham sedikit kan, mengapa komunis tidak bisa diterima di Indonesia. Mereka berusaha mengganti ideologi bangsa Indonesia menjadi komunis.

Ciri radikalisme

Paham komunisme memiliki beberapa ciri-ciri yang kelihatan dalam propagandanya. Untuk itu masyarakat harus jeli melihat tanda-tanda radikalisme komunis agar tidak terhasut.

1. Paham ini mengajarkan teori pertentangan kelas sosial di masyarakat, sehingga sering terjadi pertentangan antara kaum proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.

2. Komunisme memiliki doktrin revolusi terus-menerus (continuous revolution) hingga menyebar ke seluruh dunia.

3. Menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Dalam penerapannya hanya ada satu partai saja dan tidak ada partai oposisi, sehingga cenderung tidak menghormati Hak Asasi Manusia.

4. Mereka tidak akan bicara tentang negara dan hukum. Negara dan hukum akan hilang karena tidak dibutuhkan dalam paham Komunisme.

5. Kekayaan alam dan alat-alat produksi merupakan milik pemerintah sepenuhnya dan kepemilikan individu tidak diakui selain pakaian, perabotan, dan upah.

6. Secara teori, paham ini bertujuan untuk memakmurkan rakyat, dan tanpa kelas sosial. Namun, pada pelaksanaannya ada fase diktator proletariat yang bertugas menghabiskan lawan komunisme, terutama tuan tanah.

Jika komunisme memperjuangkan keadilan bagi rakyatnya, mengapa Indonesia tidak bisa menerimanya? Alasan utama adalah karena komunis tidak mengakui Tuhan.

Berikut alasan mengapa komunis tidak bisa diterima di Indonesia.

1. Indonesia adalah negara yang terdiri dari bermacam penganut agama. Bahkan sila pertama dalam Pancasila menyebutkan “Ketuhanan yang Maha Esa”. Artinya Indonesia adalah negara yang beragama dan mengakui Tuhan. Sementara konsep ketuhanan tidak ada dalam paham komunisme.

2. Indonesia menganut sistem demokrasi. Sementara komunisme tidak mengakui itu. kekuasaan mutlak ada di tangan pemerintah.

3. Karena tidak mengakui tuhan berarti komunis tidak mengenal agama. Dimana agama mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk. Komunisme cenderung tidak menghargai Hak Asasi manusia. Sehingga pembantaian, pengurungan, penyiksaan itu gampang sekali mereka lakukan.

4. Tidak ada kebebasan individu untuk berkembang sehingga masyarakatnya cenderung pasif dan tidak memiliki motivasi untuk berkembang.

(dhanti/EB/pelayananpublik.id).

Related Articles

Back to top button