fbpx
Wisata & Kuliner

Mengenal Kembali Makanan Tradisional Oyek

ENERGIBANGSA.ID (Banyumas) – Pemerintah Desa Lumbir, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas baru-baru ini mengadakan pameran makanan tradisional yang bertajuk “Festival Oyek”.

Bertempat di lapangan Desa Lumbir, festival tersebut memperkenalkan makanan tradisional yang bernama oyek.

Menurut pantauan tim energibangsa.id, oyek sendiri merupakan bahan dasar nasi yang dibuat dari ketela pohon/ubi kayu ataupun singkong, kemudian dibentuk menjadi butiran bulat sebesar biji kacang hijau yang memiliki warna coklat kekuningan.

Dari bahan yang sudah dibuat tersebut, dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan yang menarik dengan memiliki beragam bentuk maupun rasa.

Suwarjo, Kepala Desa Lumbir mengatakan jika festival yang digelar ini diikuti oleh 25 pemilik UKM dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali makanan tradisional yang berbahan dasar dari ketela maupun oyek.

 Hal ini dilakukan agar makanan tradisional disukai  kembali dan dapat dijajakan di pasar maupun rumah makan kelas menengah sebagai klangenan.

“Penilalian pada festival ini didasarkan pada kreasi cara keunikan penyajian dalam bentuk makanan serta rasa yang ditawarkan,” ujarnya.

Salah satu Oyek yang sudah dibuat variasi. (sumber: Jatengprov.go.id)

Mlenasir dari jatengprov.go.id, Lilis Nur Hayati sebagai Kasi Kesejahteraan Masyarakat juga menuturkan peserta yang dapat mengikuti festival dibatasi karena adanya pandemi ini.

Meskipun begitu para peserta dapat tetap menyuguhkan berbagai kreasi makanan mereka dengan cara yang cukup menarik perhatian.

“Hasil kreasi olahan berbahan dasar oyek antara lain wajik oyek, ampyang oyek, opak oyek dan nasi goreng oyek. Juga aneka makanan ringan berbahan baku singkong, seperti puding, pastel, mendoan dari tepung oyek dan nasi oyek,” ungkap Lilis.

Adanya festival makanan olahan ini pun diharapkan dapat memunculkan kreativitas dan inovasi para pelaku UKM dalam menciptakan aneka makanan berbahan lokal seperti ketela, serta tidak menggunakan bahan berbahaya. Sehingga makanan olahan ini dapat dikonsumsi dan diterima masyarakat dengan baik.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas Erna Husein menuturkan, festival makanan ini digelar untuk memberikan motivasi kepada masyarakat dalam mengolah bahan makanan berbahan dasar ketela, serta pemanis gula jawa yang sehat dan bergizi.

Selain itu pelaku UKM dapat berinovasi dengan tetap mempertahankan cita rasa.

“Dengan berbagai macam makanan olahan ini, diharapkan tidak hanya sebagai camilan melainkan juga sebagai makanan yang dapat dikonsumsi sehari-hari,” harap Erna.

Ia juga mengingatkan, dari berbagai makanan yang mengikuti festival, masih ditemukan kemasan tradisional dengan warna mencolok.

“Berkenaan dengan kondisi tersebut, kami akan berkordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pendampingan UKM,” imbuh Erna. (tata/EB)

Related Articles

Back to top button