Sosial & Budaya

Mengenal Kampung Melayu di Semarang, Kampung Sejuta Etnik

ENERGIBANGSA.ID—Kampung Melayu di Kota Semarang menjadi salah satu kampung tertua di Semarang. Kampung ini memiliki karakteristik dengan berbagai etnik di dalamnya. Terdapat etnik Arab, Tionghoa, India, Pakistan, Cirebonan dan Banjar bisa kalian jumpai di Kampung Melayu.

Sejarah Kampung Melayu

Pada awalnya Kampung Melayu adalah sebuah Pelabuhan Lama pada zaman Belanda. Terdapat fasilitas seperti kantor dagang, markas, mercusuar, gudang dan beberapa rumah pegawai yang menjadi pembentukan pemukiman Kampung Melayu.

Berangsur-angsur Kampung Melayu menjadi pintu gerbang kedatangan bagi pedagang-pedagang dari berbagai negara. Wilayah ini juga mulai ditinggali di sekitar kawasan tersebut. Sehingga banyak etnis dari berbagai negara tinggal di Kampung Melayu.

Masing-masing etnis di Kampung Melayu mengotak-kotakkan wilayah miliknya. Seperti pemukiman Arab yang berada di belakang komplek Pecinan di Jalan Layur. Sisi barat Jalan Layur terdapat pemukiman etnik Cina. Nah, di Kampung Melayu terdapat klenteng yang dipercaya orang Cina berfungsi untuk membentengi roh-roh jahat, menjaga keselamatan dan kehidupan etnik Cina di Kampung Melayu.

Dikutip dari travelnatic.com, penulis menceritakan bahwa terdapat bangunan-bangunan kuno khas etnik masing-masing. Bangunan tersebut masih setia dirawat oleh warga Kampung melayu karena menjaga sejarah Kampung Melayu.

Selain bangunan yang tetap dirawat, tradisi dan adat istiadat masih kental di Kampung Melayu. Mereka masih memegang erat tradisi terlebih warga yang sudah lanjut usia. Kebudayaan yang masih sangat kuat adalah etnis Arab dan Cina. Walaupun begitu, tetap toleransi antar warga sangat terjaga dengan baik.

masjid tua Kampung Melayu / Semarang wingkorolls

Kampung ini termasuk kampung yang strategis. Dimana keberadaannya dekat dengan pusat kota seperti Pasar Johar, Kawasan Kota Lama, kantor instansi pemerintah, pusat perbelanjaan dan stasiun Tawang.

Masjid Bergaya 3 Budaya

Di lorong Layur Kampung Melayu terdapat sebuah masjid tua dengan perpaduan tiga budaya yaitu Arab, Jawa, dan Melayu. Diperkirakan masjid ini sudah berusia ratusan tahun. Walaupun sudah dimakan usia, masjid ini tetap menjadi tempat beribadah untuk warga yang beragama Islam.

Terdapat menara yang ada di dalam Masjid, dimana menara itu bangunan paling tinggi di Kampung Melayu. Dulunya menara ini digunakan untuk memantau aktivitas di Kampung Melayu. Masjid ini menjadi kebanggaan Kota Semarang dan terus dirawat untuk pelestarian sejarah di Kota Semarang.

Kearifan lokal di Kampung Melayu ini menjadi ciri khas sendiri dan tentunya tidak mudah dilupakan. Bahkan di era digitalisasi ini, Kampung Melayu tetap mempertahankan sesuatu yang kuno. So, baiknya kita tetap mencintai budaya yang dimiliki di Kota Semarang, ya!? Dan tentunya, kita tetap menjaga utuh keberadaan Kampung Melayu dengan merawat, menjaga dan melestarikannya. (Nicola Adella / EB)

Related Articles

Back to top button